Jangan Terlalu Banyak Berharap pada Aspas, Liverpool!

Berita

by Eki Nurdiansyah

Eki Nurdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Jangan Terlalu Banyak Berharap pada Aspas, Liverpool!

Iago Aspas sedang menjadi perbincangan banyak orang. Bagaimana tidak, ia berhasil menciptakan hattrick ke gawang Sabadell dalam lanjutan babak 32 besar Copa Del Rey. Ada dua hal yang menambah spesial catatan Aspas tersebut. Pertama, ia menciptakan hattrick hanya dalam waktu empat menit. Kedua, ini adalah hattrick keduanya bagi Sevilla, sebelumnya ia pun menciptakan hattrick ke gawang Sabadell di leg pertama.

Seperti yang sudah diketahui, Aspas adalah pemain pinjaman dari Liverpool. Brendan Rodgers setuju untuk meminjamkan Aspas ke Sevilla karena menilai Aspas tak akan terpakai oleh Liverpool musim ini. Sehingga ia pun "menyekolahkan" Aspas agar banyak mendapatkan kesempatan bermain di klub lain.

Tak sedikit para pendukung Liverpool yang menginginkan Aspas untuk kembali setelah melihat apa yang ia lakukan tadi malam. Ini menjadi sebuah pertanda, bahwa para pendukung Liverpool mulai panik dan cemas dengan mandulnya lini depan mereka musim ini.

Musim ini, lini depan Liverpool diisi oleh empat pemain, mereka adalah Daniel Sturridge, Mario Balotelli, Rickie Lambert dan Fabio Borini. Dari empat pemain tersebut, hanya Daniel Sturridge dan Rickie Lambert yang baru mencetak gol, itupun hanya satu. Duo Italia yang dimiliki mereka, Balotelli dan Borini, belum mencetak satu gol pun di liga hingga pekan ke-14.

Sturridge yang musim ini terus berkutat dengan cedera, Balotelli yang belum menemukan ritme permainan terbaiknya di Anfield serta Lambert dan Borini yang tidak memiliki kesempatan bermain, menjadi masalah bagi lini depan Liverpool. Ini pula yang menyebabkan mereka terperosok ke peringkat delapan klasemen sementara.

Lantas, pantaskan para pendukung Liverpool berharap pada Aspas sebagai solusi kemandulan lini depan mereka?

Bila dicermati ada satu hal lain yang jauh lebih spesial dalam catatan hattrick seorang Iago Aspas. Pemain berusia 27 tahun tersebut menciptakan tiga gol ke gawang tim kasta kedua La Liga, klub itu pun berada di zona degradasi, lebih tepatnya berada di peringkat 20 dari 22 kontestan.

Penampilan apik Aspas di Copa Del Rey ini sebenarnya tak sejalan dengan penampilannya di La Liga bersama Sevilla. Ia kalah bersaing dari Carlos Bacca dan juga Kevin Gameiro. Ia belum menciptakan satu gol pun di La Liga. Hingga pekan ke-14, ia baru bermain sebanyak 83 menit saja. Itu pun dengan catatan tidak pernah menjadi starter dan enam kali bermain sebagai pemain pengganti.

Di Sevilla saja, ia sudah sangat sulit bersaing, apalagi mengemban beban untuk mencetak banyak gol bagi Liverpool?

Harapan para pendukung Liverpool untuk melihat Aspas kembali karena hattrick yang ia ciptakan ke gawang klub semenjana, sebenarnya hanyalah luapan dari perasaan cemas dan panik akan mandulnya lini depan Liverpool. Sebuah ungkapan rasa lelah, lelah menunggu ketajaman Balotelli yang tak kunjung datang.

Liverpool pun sebenarnya mempunyai banyak solusi terkait mandulnya lini depan mereka. Berbagai macam pilihan bisa mereka tentukan, apalagi mengingat bursa transfer pertengahan musim akan dibuka sebentar lagi. Ini memberikan mereka kesempatan untuk berpikir mendatangkan pemain baru. Namun satu yang pasti, mengembalikan Aspas dari Sevilla dan mengharapkan pemain akademi Celta Vigo ini menjadi mesin gol, bukanlah solusi yang bagus bagi Liverpool.

Komentar