Dortmund Kelabu

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Dortmund Kelabu

“Jika semuanya terjadi hanya berdasarkan nasib baik, dan jika pergantian pelatih menjamin kembalinya nasib baik, maka saya akan membuka jalan,” ujar Jürgen Klopp, pelatih kepala Borussia Dortmund, sebagaimana diwartakan oleh Deutsche Welle, selepas pertandingan melawan Eintracht Frankfurt.

Kekalahan dua gol tanpa balas saat melawat ke Commerzbank-Arena, kandang Frankfurt, membuat Klopp dan pasukannya, secara resmi menduduki posisi terakhir di tabel klasemen sementara Bundesliga; posisi yang asing bagi mereka sejak tahun 2007.

“Namun semuanya tidak sesederhana itu,” lanjut Klopp mengenai kemungkinan yang menyebutkan bahwa dirinya mungkin didepak agar performa dan nasib Dortmund di Bundesliga dapat membaik, sebaik (setidaknya) hasil pertandingan yang mereka raih di ajang Champions League.

Kondisi Dortmund tidak sesederhana itu. Begitu pula dengan kemungkinan degradasi yang menghantui mereka. “Dortmund tidak mungkin terdegradasi karena terlalu bagus untuk itu,” ujar direktur olahraga Dortmund, Michael Zorc. Opini serupa pernah diutarakan oleh Franck Ribéry, pemain berkebangsaan Perancis yang membela FC Bayern München, salah satu rival Dortmund.

Walaupun Bayern saat ini sedang berdekatan dengan Wolfsburg dan Bayer Leverkusen, Ribéry tetap mewaspadai datangnya ancaman dari Dortmund dan FC Schalke 04, dua klub Lembah Ruhr yang diprediksi akan bangkit dan merangkak naik ke papan atas dan kembali mengganggu Bayern dalam waktu dekat.

Tidak mudah memang untuk menjelaskan apa yang terjadi kepada Dortmund. Pasalnya, di ajang Champions League mereka berhasil menuai hasil positif. Performa dan hasil pertandingan yang berhasil ditampilkan dan dicatatkan oleh Dortmund di Champions League bertolak belakang dengan di Bundesliga. Baru pada pertandingan kelima saja – setelah meraih empat kemenangan dari empat pertandingan pertama dan setelah memastikan satu tempat di enam belas besar – mereka gagal meraih angka.

Tidak mudah pula memprediksi di mana Dortmund akan mengakhiri musim. Walaupun Zorc percaya diri bahwa timnya tidak akan turun kasta, semuanya tetap mungkin terjadi di sepakbola. Semuanya mungkin terjadi, termasuk pendepakan Klopp, yang telah berhasil menerapkan revolusi di tubuh Dortmund, mengangkat klub yang tengah kesulitan ke final Champions League setelah dalam dua musim sebelumnya berhasil menjadi juara Bundesliga secara berturut-turut.

“Saya menganggap diri saya bertanggung jawab sepenuhnya. Hingga seseorang datang dan memberi tahu saya bahwa klub memiliki seseorang yang lebih baik, saya tidak dapat pergi,” ujar Klopp mengenai masa depannya.

Sulit memang menjelaskan dan memprediksi semua itu. Yang pasti, kondisi ruang ganti Dortmund saat ini sedang tidak karuan. “Kami sangat kecewa. Ruang ganti sangat sepi dan situasinya tidak menyenangkan,” ujar Sven Bender, yang mengakui bahwa hilangnya rasa percaya diri di atas lapangan adalah salah satu faktor dibalik kekalahan Dortmund di pertandingan melawan Frankfurt.

Satu hal lain yang pasti, hilangnya rasa percaya diri di atas lapangan tidak menular ke luar pertandingan. Bender masih percaya bahwa timnya memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri karena mereka memang memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk melakukan itu.

“Kami tahu gravitasi situasi namun kami juga juga tahu apa yang dapat kami lakukan dan itulah yang harus kami ingat. Kami semua adalah orang dewasa yang dapat bermain sepakbola namun kami juga harus dapat bertarung. Hal yang paling penting adalah untuk tetap bersama-sama. Jika kami tidak bersatu, kami tidak akan meraih apapun,” lanjut Bender sebagaimana diwartakan oleh situs resmi Bundesliga.

Komentar