Ultras Hungaria Demo Karena Pemain Liga Bermain Buruk

Berita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Ultras Hungaria Demo Karena Pemain Liga Bermain Buruk

Pertandingan “sepakbola gajah” antara PSS menghadapi PSIS menghadirkan sejumlah cerita dan pelajaran. Salah satunya dengan apa yang ditunjukkan oleh 17 kelompok suporter ultras Hungaria. Karena para pemain di Liga Hungaria bermain buruk dan tidak menampilkan sepakbola indah, Minggu (26/10) lalu, mereka melakukan aksi demonstrasi.

Ada saja alasan bagi penggemar untuk menuntut peningkatan kualitas liga lokal. Mereka yang telah membayar mahal tiket pertandingan, tak terima jika apa yang mereka saksikan hanya itu-itu saja. Atlet yang menuntut gaji dari manajemen klub mestinya mampu meningkatkan kualitas permainan mereka.

Sejumlah ultras rival di stadion, turut bergabung dalam aksi yang diselenggarakan di depan Parlemen Hungaria tersebut. Mereka bersatu dalam aksi damai yang dikawal ratusan polisi tersebut.

Sebenarnya, permintaan peningkatan kualitas hanya satu dari sejumlah tuntutan yang mereka suarakan. Inti dari tuntutan tersebut adalah pelonggaran aturan yang menekan ultras di dalam stadion.

Para ultras tersebut marah karena pemerintah dan federasi membatasi gerak-gerik mereka di stadion. Padahal, ultras adalah salah satu penyokong bagi sebuah klub untuk menjual tiket, serta menambah atmosfer di dalam stadion menjadi berwarna.

Mereka menyoroti pembelian tiket dengan cara menuliskan data diri. Lalu, di pintu masuk pun ada palm scanner sehingga identitas mereka bisa diverifikasi.

Karena hal ini, fans yang dianggap melanggar aturan bisa saja diseret ke pengadilan atau dipinta denda atas aksinya tersebut.

Hal lainnya seperti pyrotechics dengan menyalakan cerawat (suar/flare), lalu chant yang bernada politik pun dilarang. Selain itu penempatan banner di setiap sudut stadion juga tak boleh. Mereka menganggap apa yang diinisiasikan Pemerintah Hungaria dan perdana menteri sebagai hal yang munafik. Mereka beralasan sejumlah besar uang dari pembayar pajak, masuk untuk Liga Hungaria setiap tahunnya.

Di atas tribun, koreo yang biasa mereka lakukan pun dibatasi. Salah-salah klub asal ultras tersebut dikenai sanksi hukuman tanpa penonton.

Sepakbola saat ini memang bisa menjadi medium apa saja. Malah, penyampaian pesan anarki menjadi sasaran empuk federasi untuk menghukum tim yang bertanding. Perubahan yang digagas di stadion dipersempit ruang geraknya.

Dari apa yang terjadi beberapa hari lalu, ada yang bisa coba kita terapkan kelompok suporter sepakbola Indonesia berdemonstrasi, lalu menyuarakan hal yang sama: menuntut pesepakbola bermain lebih baik.



Komentar