Kiper Terbaik Hinrunde 2020/21 Bukan Manuel Neuer, Melainkan Stefan Ortega

Analisis

by Hendi Abdurahman

Hendi Abdurahman

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Kiper Terbaik Hinrunde 2020/21 Bukan Manuel Neuer, Melainkan Stefan Ortega

Penjaga gawang terbaik paruh musim (Hinrunde) Bundesliga 2020/21 layak disematkan kepada Stefan Ortega. Ya, Anda tak salah baca. Dalam sebelas pemain terbaik (periode awal musim hingga Winterpause) versi Fantasy Bundesliga, kiper Arminia Bielefeld itu menyisihkan para pesaing. Meski die Arminen berada di posisi 16, performa individual Stefan Ortega layak diapresiasi.

Memang, dari 13 penampilan musim ini, Stefan Ortega telah memungut bola dari gawangnya sebanyak 23 kali. Namun, pengaruhnya bagi tim sangat besar. Pemain berusia 28 tahun itu menorehkan 50 kali penyelamatan, terbanyak setelah Robin Zentner (51), kiper FSV Mainz 05. Sementara Manuel Neuer, kiper Bayern Muenchen yang belum lama ini terpilih sebagai penjaga gawang terbaik dunia versi FIFA, bercokol di urutan sembilan dalam hal jumlah penyelamatan.

Tak hanya itu, lebih istimewa karena Stefan Ortega menjadi satu-satunya kiper di Bundesliga musim ini yang sukses menciptakan asis. Momentum tersebut hadir saat Arminia Bielefeld bersua FC Koeln pada Spieltag 2, September 2020 lalu.

Kala itu, dengan cara yang cukup elegan, Stefan Ortega dengan tenang menguasai bola di sepertiga pertahanan sendiri. Melihat pergerakan Joan Simun Edmundsson yang berlari meminta bola, Ortega melepaskan umpan terukur. Sempat mengontrol bola untuk kemudian melakukan dribel, Edmundsson sukses memperdayai kiper FC Koeln, Timo Horn.

Itulah gol perdana Edmundsson musim ini, sekaligus menjadikannya pemain pertama asal Kep. Faroe yang mampu mencetak gol di ajang Bundesliga Jerman. Sejarah itu tercipta berkat andil besar dari seorang Stefan Ortega.

Tak mudah bagi pemain yang berperan sebagai orang terakhir di garis pertahanan untuk memberikan umpan berbuah gol. Untuk hal ini, Stefan Ortega menyamai Manuel Neuer yang juga pernah membikin asis ketika masih berseragam Schalke. Ia seolah membuktikan bahwa kapasitas untuk terlibat dalam permainan, termasuk merancang serangan, tidak hanya dimiliki oleh Neuer.

“Tentu saja saya memiliki kemampuan. Saya mampu menunjukkannya dalam beberapa laga awal. Tujuan saya adalah selalu memberi dampak di pertandingan. Sehingga Anda bisa melihat ‘dia [saya] juga bisa bermain di Bundesliga’,” ucap Stefan Ortega.

Dari 13 penampilan, Arminia Bielefeld baru mendulang tiga kemenangan (sembilan kali kalah dan sekali imbang). Dari tiga hasil maksimal yang diperoleh, dua di antaranya ditorehkan dengan nirbobol. Selain penampilan apik melawan FC Koeln, Stefan Ortega kembali menorehkan nirbobol dalam laga pemungkas sebelum tahun 2020 berakhir, yakni ketika melawan Schalke pada Spieltag 13.

Dalam laga itu, dari sembilan tembakan lawan, dua di antaranya yang mengarah ke gawang berhasil dimentahkan Stefan Ortega. Performanya membantu Arminia meraup tiga poin penting untuk terus pelan-pelan menjauh dari zona degradasi.

Kesabaran Stefan Ortega Berbuah Manis

Lahir di Calden, Jerman, Stefan Ortega telah akrab dengan Arminia Bielefeld sejak usia muda. Pada 2007, pemain bernama lengkap Stefan Ortega Moreno itu bergabung dengan Bielefeld U-17. Dua tahun berselang, ia pun naik ke jenjang usia yang lebih tinggi. Sempat tampil di ajang Bundesliga West U-19 dan Regionalliga West, baru pada 2011 ia melakoni debut bagi Arminia senior di ajang Liga 3.

Kesabaran sambil menunggu momentum yang tepat dilakukan Stefan Ortega untuk menjadi kiper utama. Sebagaimana pemain muda, terutama di posisi kiper, duduk di bangku cadangan adalah pengalaman yang lumrah. Kesempatan untuk unjuk penampilan terjadi pada Oktober 2011 ketika Arminia melawan FC Heidenheim. Ketika itu Stefan Ortega tampil 90 menit untuk menggantikan Patrick Platins yang cedera. Namun, debutnya itu berakhir dengan kekalahan 0-1.

Setelahnya, secara perlahan kepercayaan dari pelatih pun diembannya seiring belum pulihnya kiper utama, Patrick Platins. Kemampuan Ortega mulai terasah. Ia tampil dalam 20 pertandingan beruntun sebagai starter dengan catatan empat kali nirbobol.

Akan tetapi, perjuangan berat kembali mesti dilalui Stefan Ortega setelah kembalinya Patrick Platins dari cedera, yang membuat menit bermainnya sebagai kiper menurun. Bahkan, pada musim 2012/13, ia hanya tampil sekali sepanjang musim. Namun demikan, bagaimana pun ia merupakan bagian dari skuad Arminia yang promosi ke Bundesliga 2.

Di kompetisi sepakbola level dua Jerman ini, Stefan Ortega mengawalinya dengan cukup baik. Empat laga awal ia diturunkan sebagai starter. Lagi, persaingan antarkiper Arminia Bielefeld kala itu sangat sengit. Usai melakoni empat laga awal, selanjutnya tempat utama kembali didapuk Platins. Sepanjang musim 2013/14 Stefan Ortega tampil 15 kali.

Sadar bahwa jam terbangnya mesti terus diasah, Stefan Ortega pun memutuskan untuk pindah ke klub Bundesliga 2 lainnya, TSV 1860 Muenchen. Pilihannya terbilang tepat karena di klub tersebut ia menjadi kiper utama. Total, tiga musim bersama TSV 1860 Muenchen, Ortega bermain sebanyak 64 kali dengan catatan 10 kali nirbobol di lintas kompetisi.

Performanya yang makin menjanjikan membuat Arminia Bielefeld membawanya pulang pada Juli 2017 dengan status bebas transfer. Di bawah asuhan kepala pelatih Jeff Saibene, ia didapuk menjadi kiper utama. Sepanjang musim itu, tempatnya tak tergantikan, bermain sebanyak 34 kali dengan torehan 47 kebobolan dan 11 nirbobol.

Kesabaran dan perjuangan Stefan Ortega berbuah manis. Posisi penjaga gawang utama pun menjadi miliknya. Puncaknya terjadi pada musim 2019/20 ketika Arminia Bielefeld yang kala itu dilatih Uwe Neuhaus menempati peringkat pertama Bundesliga 2 dan berhak promosi ke Bundesliga.

Kebahagiaan Ortega makin lengkap karena ia menjadi kiper yang paling sedikit kebobolan (30 kali). Catatan 14 kali nirbobol yang dilakukannya pun menjadi salah satu yang terbanyak sepanjang kariernya. Performanya itu membuat klub tak ragu untuk memperpanjang kontrak hingga 2022.

“Kami sangat senang bisa kembali melanjutkan kerja sama dengan Stefan Ortega. Sejak ia berlatih di tim junior, dia telah berkembang dengan sangat baik sebagai penjaga gawang, dan sejak kepulangannya tiga tahun lalu, telah menjadi faktor stabilitas yang penting, dan ia adalah pemain dengan kinerja tinggi bagi kami,” kata Direktur Olahraga Arminia Bielefeld, Samir Arabi.

Bukan hanya kegemilangan Stefan Ortega yang bisa Anda saksikan di Mola TV. Seluruh pertandingan Bundesliga 2020/21 serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar