Joan Simun Edmundsson, Pencetak Gol Pertama asal Kep. Faroe di Bundesliga

Cerita

by Hendi Abdurahman

Hendi Abdurahman

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Joan Simun Edmundsson, Pencetak Gol Pertama asal Kep. Faroe di Bundesliga

Nama Joan Simun Edmundsson, penggawa Arminia Bielefeld, akan selamanya tercatat dalam sejarah sepakbola Jerman dan negara asalnya. Masuk menggantikan Sergio Cordova pada menit 68 di pertandingan melawan FC Koeln pada Spieltag 2 Bundesliga 2020/21, Edmundsson mencetak gol setelah sepuluh menit berada di lapangan. Gol tersebut tidak hanya menjadi gol kemenangan timnya, tetapi juga menjadikan Edmundsson pemain Kepulauan Faroe pertama yang mampu mencetak gol di divisi tertinggi sepakbola profesional Jerman. Tak hanya itu, Edmundsson mencetak gol tersebut di pertandingan pertamanya di tingkat teratas Bundesliga.

Lepas dari kawalan bek FC Koln, Edmundsson berlari untuk kemudian mengontrol bola hasil umpan kiper Stefan Ortega Moreno. Dari sudut sempit di sisi kanan, pemain berusia 29 tahun itu melepaskan tendangan ke tiang dekat yang tak mampu dibendung Timo Horn, kiper Koln.

“Ya, saya katakan [gol] itu disengaja. Sepuluh detik sebelumnya saya melakukan umpan silang yang sangat buruk, kemudian saya melihat ada ruang untuk berlari. Sentuhan saya bukanlah yang terbaik. Sebelum melepaskan tendangan saya memejamkan mata dan berharap yang terbaik,” katanya usai laga.

“Dan beruntung, terjadi gol. Saya bisa berkata itu adalah tendangan yang disengaja tetapi saya tidak begitu yakin [akan berbuah gol],” lanjutnya.

Link streaming Arminia Bielefeld vs Bayern Muenchen

Perjalanan Karier Joan Simun Edmundsson

Kepulauan Faroe, negeri asal Edmundsson, adalah negara mungil yang berada di antara Norwegia, Islandia, dan Skotlandia. Berpenduduk kurang lebih 50.000 orang, negara ini memiliki populasi lebih kecil dibandingkan dengan Bielefeld (335.000 orang), kota asal klub Edmundsson .

Bahkan, populasi domba di negeri ini lebih banyak dari manusia, mencapai 70.000 ekor. Maka, beralasan jika Kepulauan Faroe disebut negeri domba karena secara harfiah, Kepulauan Faroe berarti `kepulauan domba`.

Kendati bisa dibilang berpenduduk sedikit, antusiasme penduduk Kepulauan Faroe terhadap sepakbola sangatlah tinggi. Penduduk Kepulauan Faroe, sebut Pall Gudlaugssin, manajer B68 Toftir, sangat gila bola. Para pemain usia muda, entah laki-laki atau perempuan, kerap memainkan si kulit bundar mulai dari usia sekolah.

Edmundsson sendiri belajar sepakbola bersama B68 Toftir. Selanjutnya, tim asal Inggris, Newcastle United merekrutnya dengan status pinjaman untuk kemudian mempermanenkannya. Kendati begitu, ia tak pernah tampil dalam skuad utama The Magpies.

Perjalanan karier Edmundsson penuh liku. Setelahnya, ia direkrut tim asal Norwegia, Viking FK pada Februari 2012. Di sana kariernya pun mandek sehingga dipinjamkan ke FC Fredericia, klub asal Denmark. Pengalaman kurang menyenangkan yang didapatnya di negeri orang membuatnya kembali ke Kepulauan Faroe dan bergabung bersama AB Argir dan HB Torshavn.

Kecintaannya pada sepakbola serta tekad yang kuat membuatnya ingin kembali mengembara. Alih-alih kapok, ia meminta izin sang ayah untuk memberikannya kesempatan pemungkas.

“Kemudian dia pulang dan bermain untuk tim di Kepulauan Faroe. Akan tetapi, kesimpulannya adalah, dia berkata kepada saya, ‘Satu kesempatan lagi, ini akan menjadi kesempatan terakhir saya’,” ucap sang ayah, Edmund Jacobsen, menjelaskan maksud sang anak.

Selanjutnya, kompetisi sepakbola Denmark kembali dipilihnya. Kali ini ia bergabung dengan Vejle BK. Performanya secara perlahan meningkat. Catatan 10 gol dan dua asis dalam dua musim membuat Odense BK, tim Superliga Denmark, tertarik mendatangkannya. Di tim ini, ia tampil selama tiga musim dari 2015/16 hingga 2017/18. Selama itu pula, ia tampil dalam 61 pertandingan dan mencetak 11 gol.

Performanya yang terus berkembang membuat Arminia Bielefeld yang saat itu bermain di 2. Bundesliga merekrutnya dengan status bebas transfer. Kesabaran dan tekad Edmundsson pun berbuah. Pada musim 2019/20, ia berkontribusi membawa Arminia promosi ke 1. Bundesliga.

Gol dalam laga debutnya di 1. Bundesliga membuat namanya mulai dikenal. Bahkan, namanya disejajarkan dengan Niels Ryberg Finsen, pria kelahiran Kepulauan Faroe peraih Penghargaan Nobel di bidang kedokteran.

“Saya yang pertama [mencetak gol, dari Kepulauan Faroe] di Liga sepakbola Jerman, tentu saja saya bangga karena kami tidak memiliki banyak pemain sepakbola profesional dari Kepulauan Faroe,” terang Edmundsson.

Sementara itu, bersama Timnas Kepulauan Faore, Edmundsson telah tampil sebanyak 60 pertandingan. Ia butuh 36 laga tambahan untuk mematahkan rekor caps terbanyak yang ditempati Frodi Benjaminsen.

Tayangan langsung semua pertandingan Bundesliga 2020/21, serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar