Sasa Kalajdzic: Bukan Striker Jangkung Tipikal

Analisis

by Gilang Ramadhan

Gilang Ramadhan

Dapat disenggol lewat twitter @gilangdan

Sasa Kalajdzic: Bukan Striker Jangkung Tipikal

Selepas pensiunnya Mario Gomez, para penggemar VfB Stuttgart memperkirakan Nicolas Gonzalez bakal menjadi pendulang gol klub kesayangan mereka musim ini. Tetapi, Sasa Kalajdzic tiba-tiba muncul sebagai bomber andalan die Schwaben di Bundesliga 2020/21. Dari tiga pekan perdana, Kalajdzic sukses menyumbangkan tiga gol untuk Stuttgart. Tidak hanya itu, dia juga menyumbang dua asis.

Kontribusi Kalajdzic — tertinggi dibanding semua pemain Stuttgart di Bundesliga musim ini — mengubah status timnya: dari klub promosi menjadi penghuni papan tengah. Stuttgart kini menduduki posisi 8 dengan 10 poin (2 menang, 4 imbang, 1 kalah).

Salah satu atribut unggulan Kalajdzic adalah posturnya. Dengan tinggi badan mencapai 200 cm, tertinggi di Bundesliga musim ini, duel udara adalah senjata utamanya. Kalajdzic telah memenangi 25 duel udara, terbaik kelima di antara para penyerang tengah Bundesliga.

Dengan tinggi seperti itu, tidak mengherankan jika Kalajdzic merupakan pemain yang paling sering menerima umpan vertikal di Bundesliga musim ini. Contoh terbaik perannya sebagai "striker tembok" adalah dalam pertandingan kontra FC Koeln di Spieltag 5. Umpan pantulannya membuka ruang untuk Orel Mangala melepaskan sepakan keras yang berujung gol.

Link streaming pertandingan Bundesliga: TSG Hoffenheim vs VfB Stuttgart

Walau demikian, Kalajdzic bukan tipe penyerang jangkung yang selalu beroperasi di dalam kotak penalti lawan. Kalajdzic menolak dibandingkan dengan bomber tinggi macam Jan Koller atau Peter Crouch. Olah bolanya terlampau apik untuk memainkan peran tunggal sebagai target man. Saat masih bermain untuk Admira Wacker di Bundesliga Austria, Kalajdzic enam kali diposisikan sebagai gelandang serang.

“Kami pernah mendengar perbandingan dengan [Zlatan] Ibrahimovic, Peter Crouch, apa pun dari `tinggi dan kurus`. Saya telah mendengar banyak hal. Ketika saya masih bermain di lini tengah ada seorang pemain bernama Nemanja Matic di Manchester United yang menjadi idola saya, dia juga orang Serbia dan saya memiliki akar Serbia. Saya mencoba membandingkan diri saya dengannya,” ungkap Kalajdzic.

“Saya bukan target man klasik, bukan pemain yang sering menggantung di kotak penalti lawan. Saya mencoba terlibat dalam permainan, meningkatkan penguasaan area, tetapi karena saya dulu pernah bermain sebagai gelandang, saya mencoba lebih kreatif. Saya mencoba menjadi penyerang modern, terlepas dari tinggi badan saya,” imbuh pemain berusia 23 tahun tersebut.

Penampilannya musim ini merupakan hasil dari kerja kerasnya menaklukkan cedera parah. Saat mampu menembus tim utama Admira dan bermain secara reguler, Kalajdzic mendapat cedera patah tulang metatarsal. 187 hari dia harus absen lantaran cedera itu.

Kalajdzic sembuh pada 13 September 2018, tetapi kembali menepi pada awal November. Kali ini dia mendapat cedera syndesmotic ligament, atau biasa disebut cedera engkel. Tiga bulan lebih 18 hari dia harus menjalani perawatan.

Usai sukses merampungkan musim 2018/19 bersama Admira, eks Direktur Olahraga Borussia Dortmund dan Arsenal, Sven Mislintat, merekrutnya ke Stuttgart. Namun, cedera kembali mengganggu momentumnya. Kali ini, dia mengalami cedera lutut parah, hampir satu musim sejak didatangkan oleh die Schwaben, Kalajdzic absen (262 hari). Dia hanya bermain di enam pekan terakhir Bundesliga 2, mencetak satu gol dan satu asis.

"Cedera terakhir sangat memengaruhi saya. Saya berharap itu tidak terjadi kepada siapa pun. Itu tidak mudah. Anda mendapat banyak komentar dari banyak perspektif orang yang berbeda. Ada dokter yang menyebut cedera tersebut tidak parah, ada yang menyebut sangat serius. Saya memiliki orang-orang yang terus mendukung saya saat masa penyembuhan. Itu yang paling penting,” jelas Kalajdzic tentang cedera serius di musim perdananya di Stuttgart.

Dia menambahkan, “Saya mulai memahami tubuh saya dan menjaganya. Saya menghabiskan waktu senggang untuk mempersiapkan diri saya menjadi lebih baik. Saya berada di level yang berbeda sekarang, saya sekarang di Bundesliga Jerman.”

Sabtu (21/11) pukul 21:30 WIB, Stuttgart bakal melanjutkan petualangannya di Bundesliga dengan bertandang ke Rhein-Neckar Arena, markas tSG Hoffenheim. Kalajdzic dan kawan-kawan dihadapkan pada rekor lima kekalahan dari Hoffenheim dalam sembilan duel terakhir di Bundesliga. Ini juga kesempatan perdana Kalajdzic menghadapi Hoffenheim.

Seluruh pertandingan Bundesliga 2020/21, beserta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar