Meski Menang Atas Bilbao, Penampilan Barcelona Kurang Mengigit

Analisis

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Meski Menang Atas Bilbao, Penampilan Barcelona Kurang Mengigit

Barcelona memperpanjang rekor tak terkalahkannya di La Liga, bertandang ke Estadio San Mames, klub berjulukan Blaugrana itu berhasil meraih kemenangan meyakinkan dua gol tanpa balas atas Athletic Bilbao, Minggu (29/10) dini hari WIB . Dua gol kemenangan Blaugrana masin-masing diciptakan oleh Lionel Messi pada menit 36 dan Paulinho di menit 91.

Tiga poin yang diraih Barcelona di laga melawan Bilbao membuat mereka semakin kokoh di puncak klasemen sementara La Liga dengan 28 poin hasil dari sembilan kemenangan dan satu hasil imbang. Barcelona unggul empat angka dari Valencia yang menempati posisi dua.

Menghadapi Bilbao, Ernesto Valverde menerapkan formasi dasar 4-4-2. Skema yang tak lazim digunakan Barcelona, namun di bawah arahan Valverde skema tersebut kerap digunakan dalam beberapa pertandingan seperti saat Barcelona ditahan imbang Atletico Madrid 1-1, dan saat mereka menang dua gol tanpa balas atas Malaga, akhir pekan lalu.

Penerapan skema 4-4-2 ala Valverde mungkin tampak lumrah, namun di laga melawan Bilbao terlihat ada yang tak lazim dalam pemilihan komposisi pemain yang dilakukan pelatih berusia 53 tahun itu, khususnya di lini tengah. Dari empat gelandang yang dipilih hanya Andre Gomes yang terbiasa bermain melebar.

Sementara tiga gelandang lainnya seperti Ivan Rakitic, Paulinho, dan Sergio Busquet merupakan pemain yang naturalnya bermain di tengah. Mencoba menerka apa yang coba dilakukan Valverde dengan komposisi seperti itu, ia sepertinya ingin mengimbangi lini tengah Bilbao yang kuat dengan lima gelandang dalam formasi 4-3-2-1.

Minimnya Support dari Sayap Barcelona

Namun apa yang terjadi kemudian sungguh di luar ekspektasi. Pergerakan para pemain tengah Barcelona terlihat kaku, jarang sekali ada support dari lini sayap. Hal tersebut cukup memengaruhi kurang agresifnya serangan-serangan yang dilancarkan Barcelona ke jantung pertahanan Bilbao.

Rakitic dan Gomes yang diharapkan mampu bermain melebar justru tidak terlalu terlihat perannya, terlebih Gomes yang dalam laga tersebut memiliki jumlah passing terendah, yaitu hanya 23, sementara pemain lainnya rata-rata mampu melepaskan lebih dari 50 passing. Selain itu, jumlah sentuhan Gomes juga terhitung paling rendah dengan 33 sentuhan sepanjang pertandingan.

Tidak adanya Andres Iniesta yang bisa memberikan distribusi bola matang kepada Messi dan Luiz Suarez yang berduet di sektor depan juga menjadi salah satu penyebab kurang mengigitnya daya serang Blaugrana. Tumpuan serangan tampak lebih mengandalkan pergerakan individual Messi.

Pemain asal Argentina itu juga terlihat lebih sering menjemput bola dari belakang. Hanya mengandalkan Messi seorang dalam upaya membongkar pertahanan Bilbao, agak terlalu berisiko, karena beberapa aksi individual Messi bisa dipatahkan.

Grafis sentuhan Messi. Sumber: Whoscored

Kemenangan yang Menutupi Penampilan Inferior Barcelona

Bisa dibilang Barcelona tampil di bawah performa terbaiknya malam itu, meski unggul dalam penguasaan bola yang mencapai 61 persen tapi Barcelona terlihat tidak bisa mengontrol jalannya pertandingan, selain itu sentuhan satu dua yang menjadi ciri khas permainan mereka dalam membangun serangan juga tidak terlalu terlihat.

Namun segala kekurangan yang tampak itu berhasil ditutupi dengan kemenangan, karena setidaknya mereka bisa mencetak dua gol melalui Messi dan Paulinho. Gol Messi tercipta karena kejelian Alba melihat celah untuk melakukan overlapping, setelah menerima umpan terobosan Messi, Alba melakukan penetrasi dari sayap kiri yang diakhiri dengan sebuah umpan silang yang berhasil disambar Messi.

Sementara gol Paulinho lebih disebabkan karena terlambatnya para pemain Bilbao melakukan transisi dari menyerang ke bertahan. Messi yang yang hanya tinggal berhadapan dengan dua pemain belakang Bilbao, Messi mengirim umpan pendek kepada Suarez yang langsung melepaskan bola ke arah gawang, bola hasil tendangan Suarez sempat di tepis kiper namun tepisan tersebut mengarah ke Paulinho yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong.

Hasil yang Kurang Adil Bagi Bilbao

Sementara bagi Bilbao kekalahan ini menjadi hasil yang kurang adil bagi mereka, dibandingkan dnegan Barcelona, Los Leones tampil lebih agresif. Pressing tinggi yang mereka terapkan berhasil membuat Barcelona kesulitan dalam membangun serangan dari belakang. Pergerakan Inaki William dari sayap kanan juga sering merepotkan Alba yang akhirnya lebih banyak menjaga ke dalaman.

Sektor sayap memang menjadi poros serangan Bilbao, karena selain William, Inago Cordoba juga kerap aktif bergerak di sektor sayap kiri yang cukup merepotkan Sergi Roberto. Terlebih pada babak kedua, Bilbao begitu nyaman melancarkan serangan ke jantung pertahanan Barcelona melalui kedua sisi sayap mereka. Tercatat ada 33 umpan silang yang dilepaskan, William dan Cordoba yang sembilan di antaranya bisa disambut Aritz Aduritz atau Raul Garcia untuk menebar ancaman ke gawang Barcelona.

Grafis pergerakan pemain Bilbao. Sumber: Squawka

Banyak peluang yang didapatkan Bilbao, total ada 17 tembakan yang mereka lepasakan, dengan lima di antaranya mengarah ke gawang Barcelona. Pada menit-menit awal pertandingan, Bibao memiliki dua peluang bersih untuk mencetak gol melalui Aduritz dan William namun dua peluang tersebut gagal berbuah gol. Jadi bisa dibilang masalah utama Bilbao dalam pertandingan tersebut adalah penyelesaian akhir yang kurang sempurna.

Selain itu impresifnya penampilan Marc Andre Ter Stegen di bawah mistar gawang Blaugrana, juga menjadi salah satu faktor lain yang membuat beberapa peluang yang diciptakan Bilbao selalu mentah. Tercatat, penjaga gawang asal jerman itu melakukan lima penyelamatan gemilang untuk membuat gawang Barcelona terhindar dari kebobolan.

Komentar