Billy Paji Keraf, Menutupi Ketiadaan Febri dan Berikan Dimensi Baru

Analisis

by Redaksi 33 69657

Redaksi 33

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Billy Paji Keraf, Menutupi Ketiadaan Febri dan Berikan Dimensi Baru

Hari Sabtu, tanggal 22 April 2017 akan menjadi hari yang bersejarah buat Fulgensius Billy Paji Keraf. Pada hari tersebut, ia mencatatkan debutnya untuk Persib Bandung dalam ajang Liga 1 2017. Kemunculan yang mungkin disambut dengan rasa syukur oleh pelatih Persib, Djadjang Nurjaman.

Pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut memang harus menghadapi masalah pelik. Sepanjang 2017, ia harus merelakan dua pemain muda andalannya, Gian Zola dan Febri Haryadi membela timnas U22 asuhan Luis Milla. Tak ada jaminan untuk Zola ataupun Febri untuk bermain lama di Persib dalam ajang Liga 1 ini, karena jadwal timnas U22 yang cukup padat, mulai dari kualifikasi Piala Asia U23 sampai ajang SEA Games 2017.

Sebagai upaya antisipasi kepergian Febri dan Zola, Djanur pun harus mempersiapkan berbagai rencana tambahan untuk menambal kekuatan skuat Persib sekaligus memenuhi regulasi tiga pemain U23 yang dicanangkan oleh PSSI. Di saat yang cukup genting ini, hadirlah nama Fulgensius Billy Paji Keraf ke skuat Persib. Kehadirannya menjadi sebuah opsi tersendiri bagi Djanur untuk mengisi posisi Febri, karena untuk posisi Zola ada nama Essien ataupun Maitimo yang bisa menggantikan.

Billy pun langsung membayar kepercayaan Djanur dalam laga melawan PS TNI. Ia membuktikan diri bahwa ia bisa diandalkan untuk menjadi penambal sekaligus pesaing bagi Febri memperebutkan posisi di sayap kanan Persib.

Siapa itu Billy Paji Keraf?

Billy adalah pemuda kelahiran Jakarta, 8 Mei 1997. Walau ia lahir Jakarta, sebenarnya ia memiliki darah Flores, Nusa Tenggara Timur yang dibawa oleh ayah dan ibunya yang berasal dari Flores dan Sikka. Billy kecil pertama kali mengenal sepakbola dari ayahnya, dan sampai sekarang sepakbola menjadi sesuatu yang paling ia gandrungi.

Lewat sepakbola, ia bisa berkeliling dunia. Tercatat ia pernah tampil di kompetisi Liga Danone bersama timnas U12 Indonesia saat ia masih berusia 11 tahun. Ia pun kembali lagi membela timnas U14 dalam ajang Piala Gothia di Swedia, dan kembali masuk skuat timnas U19 asuhan Fachri Husaini pada 2015 silam, sebelum impiannya membela timnas U19 itu terkubur karena sanksi yang diterima oleh PSSI. Ia pun akhirnya melanjutkan karier sepakbolanya ke klub ASIOP Jakarta sebelum dipinang oleh Persib.

Kemampuan olah bola yang ia miliki, serta pengalamannya main untuk timnas Indonesia di usia yang masih cukup belia membuat Billy lebih matang sebagai pemain. Jaminan kemampuan dan pengalamannya bersama timnas ini bisa menjadi nilai tawar bagi dirinya untuk pelatih Djanur, apalagi ia adalah pemain muda yang tidak berasal dari Diklat Persib seperti halnya Henhen Herdiana, Angga Febryanto, Ahmad Basith, maupun Agung.

Billy dan Apa yang Ia Sajikan Dalam Laga Melawan PS TNI

Laga melawan PS TNI adalah debutnya untuk Persib di kancah Liga 1. Walau tampil bersama para pemain yang lebih senior, Billy tidak menunjukkan rasa gentar dan berani untuk bersaing bersama dengan para pemain yang usianya lebih tua darinya. Pengalamannya yang pernah membela timnas U12 dan U14 Indonesia menjadi bekal berharga baginya dalam menjalani laga debut ini.

Masuk menggantikan Angga Febryanto pada menit ke-34, Billy memang tidak langsung membawa perubahan pada skuat Persib. Pengaruhnya tidak begitu terasa pada sisa babak pertama. Ia tampak masih meraba-raba dan juga belum banyak bola yang mengalir kepadanya dari tengah lapangan. Tercatat hanya ada satu chances created yang ia catatkan pada babak pertama, itu pun gagal menjadi asis karena tendangan Atep yang menerima umpan darinya masih membentur mistar gawang.

Memasuki babak kedua, bersamaan dengan masuknya Michael Essien, kemampuan Billy pun langsung terlihat. Banyaknya suplai bola yang diberikan oleh Essien kepadanya di sisi sayap membuatnya bisa melakukan lebih banyak hal dengan bola. Kadang ia melakukan dribel di sayap, tapi tak jarang juga ia berkolaborasi dengan Supardi yang masuk sejak babak kedua dan kerap melakukan overlap ke lini depan ataupun bergerak ke area sepertiga lapangan akhir.

Puncaknya, Billy akhirnya mampu memberikan satu asis bagi gol yang dicetak oleh Atep dalam pertandingan tersebut. Sebuah bola chip yang ia lepaskan menjadi asis pertama yang ia torehkan dalam laga perdananya bersama Persib. Nama Billy pun langsung dielu-elukan, apalagi sepanjang ia dimainkan dalam laga melawan PS TNI, ia kerap menebar ancaman dari sisi kiri pertahanan PS TNI. Permainan yang ia tampilkan memberikan dimensi dan warna yang berbeda dalam penyerangan Persib.

Akhirnya, karena alasan fisik yang belum fit, ia pun ditarik keluar oleh Djanur pada menit ke-73 untuk digantikan dengan Carlton Cole. Walau tidak bermain penuh, setidaknya ia telah menanggalkan kesan yang baik kepada bobotoh dan publik sepakbola Bandung. Ia juga memberikan sebuah harapan tersendiri untuk Djanur jika kelak Febri dipanggil ke timnas U22.

Bagaimana dengan Febri Haryadi?

Di posisi yang Billy tempati sekarang, ada nama Febri Haryadi yang sebenarnya sudah muncul terlebih dahulu. Penampilannya yang gemilang dalam masa-masa akhir ISC A 2016 dan juga dalam ajang Piala Presiden 2017 membuat Febri sukses mengunci posisi inti di sayap kanan untuk dirinya. Hal ini juga yang membuatnya dipanggil ke timnas U22 asuhan Luis Milla.

Febri diakui sebagai pemain sayap andal karena kecepatan dan kemampuan dribel yang ia miliki. Ia bahkan tidak segan untuk beradu dengan fullback yang lebih senior dari dirinya. Kengototannya ketika bermain menjadi nilai plus baginya, dan hal tersebut membuatnya kerap beberapa kali menunjukkan permainan yang mengesankan.

Tapi dengan masuknya Billy ke dalam skuat Persib, selain menjadi back up yang baik untuk Febri selama ia membela timnas, Billy pun akan menjadi saingan tersendiri bagi Febri di posisi sayap kanan. Apalagi Billy pun memiliki kecepatan dan kemampuan dribel yang tidak kalah bagusnya, serta ia pun punya pengalaman membela timnas semasa remaja.

Jika Febri kelak pulang ke skuat Maung Bandung nanti, Djanur memiliki banyak opsi untuk memainkan Febri ataupun Billy di sayap kanan, atau memainkan Billy dan Febri secara bersamaan di sayap kanan dan kiri dengan mengorbankan Atep. Tapi, selain opsi banyak yang dimiliki oleh Djanur, akan tercipta pula sebuah persaingan antara Febri dan Billy, sesama pemain muda di tubuh Persib.

Komentar