Dortmund Meneruskan Apa yang Ingin Hoffenheim Lakukan

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Dortmund Meneruskan Apa yang Ingin Hoffenheim Lakukan

Borussia Dortmund berhasil membalaskan dendam mereka kepada RB Leipzig yang berhasil mengalahkan mereka pada paruh pertama Bundesliga 2016/2017 silam. Menjamu Die Bullen di Signal Iduna Park, Minggu (5/2/2017) dini hari, Dortmund memang dengan skor 1-0 lewat gol tunggal dari Pierre-Emerick Aubameyang pada menit ke-34.

Ada dua hal penting yang menjadi faktor kemenangan Dortmund atas Leipzig ini.

Leipzig Tidak Bisa Melakukan Serangan Dari Tengah

RB Leipzig adalah tim dengan gaya menyerang yang cukup lawas, mengandalkan gaya Jerman lama. Mereka biasa menyerang lewat tengah, menggunakan kemampuan umpan dan pergerakan cepat dari para pemain tengah untuk mengalirkan bola ke depan, dan menggunakan sayap sebagai area untuk menekan lawan. Namun dalam pertandingan melawan Dortmund, hal ini sama sekali tidak terlihat.

Dalam pertandingan ini justru Leipzig lebih banyak menekan dari sayap dan jarang melakukan serangan dari tengah yang menjadi andalan mereka. Serangan mereka yang biasanya berasal dari tengah tidak begitu banyak terlihat, malah mereka mencatatkan umpan silang yang cukup banyak dalam pertandingan ini (delapan umpan silang, sama dengan Dortmund), pertanda serangan dari sayap cukup dominan dilakukan.

Arah serangan Leipzig. Bola cukup banyak dialirkan ke sayap. Sumber: Stats Zone FourFourTwo

Banyaknya serangan Leipzig dari sayap ini tak lepas dari gaya bertahan yang diterapkan Dortmund. Selain menumpuk pemain di area pertahanan, keunggulan jumlah pemain di tengah berkat skema tiga bek yang mereka terapkan berhasil dimanfaatkan untuk menekan double pivot Leipzig, Stefan Ilsanker dan Rani Khedira.

Hal ini menjadikan aliran bola Leipzig akhirnya lebih banyak beralih ke sayap dan mudah direbut oleh para pemain Dortmund. Bola dari tengah tidak sampai ke penyerang utama mereka, Davie Selke, dan ini berujung kepada total tembakan yang dicetak oleh Leipzig dalam pertandingan tersebut, yaitu hanya dua saja. Terbagi menjadi satu shot on target dan satu shot off target.

Dortmund Banyak Menekan Dari Sayap

Ketika pertahanan Dortmund begitu sulit ditembus, Leipzig pun berusaha untuk menambah tekanan ke pertahanan Dortmund dengan menaikkan double pivot mereka (Khedira dan Ilsanker) ke depan, sekaligus menaikkan dua fullback mereka, Marcel Halstenberg dan Bernardo ke depan. Tekanan memang bertambah, tapi hal itu juga sekaligus memberikan lubang tersendiri di lini pertahanan Die Bullen.

Dortmund yang dikenal memiliki winger-winger dan penyerang yang berkecepatan tinggi dan punya kemampuan dribel yang cukup baik akhirnya mampu memanfaatkan ruang kosong yang ditinggalkan para fullback dan double pivot Leipzig ketika mereka terlambat turun sebagai tempat untuk menyerang, terutama di sisi kiri tempat Marcel Halstenberg dan Rani Khedira beroperasi.

Serangan dari sayap Dortmund yang cukup berbahaya. Sumber: Stats Zone FourFourTwo

Ousmane Dembele di kanan, Marco Reus di kiri, dan Aubameyang yang liar bergerak di depan menjadi tujuan dari umpan-umpan panjang yang kerap dilepaskan oleh Raphael Guerreiro ataupun Julian Weigl. Walau sempat tidak efektif karena Auba banyak bergerak di sayap dan bertabrakan dengan Dembele maupun Reus, hal ini terselesaikan tatkala Auba mulai rajin berada di kotak penalti.

Total enam dari 11 attempts yang dilepaskan oleh Die Schwarzgelben dalam pertandingan ini berasal dari serangan balik, dan serangan balik itu banyak dilakukan lewat sayap (kanan 29%, kiri 44%). Gol Borussia Dortmund dalam laga ini mencerminkan ruang yang kosong di sayap yang berhasil dimanfaatkan oleh Dembele.

Walau Dembele harus digantikan oleh Pulisic pada menit ke-61, serangan sayap Dortmund ini tetap dominan. Apalagi memasuki babak kedua, Marco Reus yang kerap melebar ke kiri pun acap berkontribusi dalam serangan, membuat serangan sayap Dortmund menjadi lebih hidup, baik di kiri maupun kanan.

Kesimpulan

Dimulai dari TSG 1899 Hoffenheim yang mereka lawan pekan lalu, RB Leipzig mulai melawan tim yang berhasil menemukan antitesis dari permainan yang kerap mereka terapkan. Jika Hoffenheim gagal melakukannya, lain hal dengan Dortmund.

Dibekali dengan pemain-pemain berkualitas mumpuni, Dortmund berhasil mengejawantahkan apa yang ingin Hoffenheim lakukan ketika bertandang ke Red Bull Arena pekan lalu. Hasilnya pun cukup memuaskan. Die Borussen menjadi tim ketiga yang sukses menaklukkan Leipzig dalam ajang Bundesliga 2016/2017 ini setelah Bayern dan FC Ingolstadt.

Kemenangan ini juga menjadi motivasi tersendiri bagi Dortmund, sekaligus juga pengingat bahwa papan atas klasemen Bundesliga masihlah bisa diraih.

foto: @BVB

Komentar