Menantikan Ayunan Umpan Silang Antonio Valencia

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Menantikan Ayunan Umpan Silang Antonio Valencia

Manchester United dikenal sebagai tim penghasil pemain sayap kenamaan. Ada nama George Best, David Beckham, Ryan Giggs, dan tentunya sang pemain juara Eropa 2016, Cristiano Ronaldo, yang pernah menghuni posisi sayap United. Mereka semua adalah pemain-pemain yang pernah membawa sayap Setan Merah terbang begitu tinggi ke angkasa.

Selepas Cristiano Ronaldo, yang pergi pada 2009 menuju Real Madrid, ada satu nama yang menggantikan posisinya sebagai sayap kanan Manchester United. Ia adalah Antonio Valencia, pemain asal Ekuador yang memulai kariernya di Inggris bersama dengan Wigan Athletic. Ia direkrut dengan mahar 16 juta pounds dari Wigan, bersamaan dengan perginya Ronaldo pada 2009.

Awalnya, orang-orang sempat meragukan kapabilitas dirinya, karena kadung tersihir oleh seorang Ronaldo yang dominan dengan terobosan dari sayapnya ke tengah, untuk kemudian berakhir menjadi gol yang indah. Hampir mirip dengan apa yang dilakukan Ryan Giggs pada masa jayanya di Manchester United.

Namun, alih-alih melakukan permainan yang sama dengan seorang Ronaldo, Valencia tetap membuat sayap Manchester United tetap terbang tinggi lewat umpan-umpan silangnya yang akurat ke dalam kotak penalti. Memang sesekali Valencia pun mencoba menerobos masuk ke dalam kotak penalti, namun, ia lebih sering melepaskan umpan silang daripada menerobos seperti Ronaldo.

Mungkin, tipikalnya lebih mirip dengan Beckham yang dikenal karena umpan silangnya yang akurat. Dengan umpan-umpan silangnya itu, Valencia membantu Rooney, dan juga pemain depan United yang lain, untuk mencetak gol. Pada musim pertamanya membela United, ia sudah mencetak 13 asis dari total 49 penampilannya bersama United.

Hanya saja, dalam musim perdananya ini, ia gagal mengantarkan United menjadi juara. Chelsea yang menjadi juara pada musim tersebut. Tapi, pada musim selanjutnya, meski bermain dalam pertandingan yang lebih sedikit, hanya 20 pertandingan sepanjang musim (ia banyak menderita cedera pada musim tersebut), namun, sumbangan lima asis dan tiga golnya membawa United meraih gelar juara Liga Primer Inggris.

Ia juga sempat menjadi pemain terbaik The Red Devils pada musim 2011/2012, dengan raihan 16 asis dan enam gol dari 38 penampilan. Cukup disayangkan, saat ia kembali tampil baik, United kembali gagal juara. Kali ini Manchester City-lah yang menjadi juaranya.

Setelah musim 2011/2012, nama Valencia sempat menguap. Meski ayunan umpan silangnya tetap ada yang berbuah menjadi asis bagi Manchester United, namun, namanya sempat terlupakan. Bahkan, rencana menjual dirinya mulai muncul ke permukaan. Perlahan, meski sempat redup, Valencia mulai merestorasi namanya kembali sebagai salah satu pemain sayap hebat United.

Pada musim 2014/2015, Valencia menandatangani perpanjangan kontrak baru bersama Setan Merah, yang membuat ia tetap berada di Old Trafford sampai 2017. Dengan kondisi yang lebih fit, tanpa cedera, ia siap bersaing dengan pemain sayap United yang lain. Itu terbukti dari apa yang sudah ia tampilkan dalam laga pramusim Manchester United.

Paling menonjol tentunya adalah saat menghadapi Galatasaray di Gotheburg, Swedia. Pemain timnas Ekuador ini memberikan tiga asis yang berbuah menjadi tiga dari lima gol yang diciptakan United dalam laga tersebut. Selain itu, ketangguhan dan kekuatan fisiknya mulai kembali tampak. Sayap kanan benar-benar berada dalam kuasanya dalam pertandingan tersebut.

Apa yang ia tampilkan dalam laga uji tanding tersebut tentunya menyenangkan sang manajer, Jose Mourinho. United, yang saat ini belum memiliki pemain sayap murni dan kuat di sektor kanan, tentunya dapat memanfaatkan kemampuan Valencia yang sudah kembali fit dan trengginas untuk mendominasi posisi sayap, khususnya sayap kanan.

Laga Community Shield melawan Leicester City pada 7 Agustus akan menjadi sebuah penentuan bagi Valencia. Dalam laga resmi pertama tersebut, ia tentunya akan diberikan sebuah panggung oleh Jose untuk mempertontonkan kembali manuver-manuver, dan tentunya umpan-umpan silangnya yang merepotkan lini pertahanan lawan.

Kalau ia dapat menunjukkan permainan yang sama ketika melawan Galatasaray di Gotheburg pada saat laga Community Shield nanti, bukan tidak mungkin satu posisi di sayap kanan sudah berhasil ia kunci. Kalau itu bisa ia lakukan, maka, ia kembali memiliki peluang untuk kembali menghidupkan sayap United, yang secara tradisi memang dikenal sebagai posisi yang menelurkan pemain-pemain berbakat.

foto: Wikipedia

Komentar