Villarreal vs Liverpool dan Shakthar Donetsk vs Sevilla, Menuju Liga Champions Eropa Musim Depan

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Villarreal vs Liverpool dan Shakthar Donetsk vs Sevilla, Menuju Liga Champions Eropa Musim Depan

Europa League 2015/2016 telah memasuki babak semifinal. Hari ini, tepat pukul 17.30 WIB, drawing untuk menentukan siapa lawan siapa di semifinal pun sudah dilangsungkan di Nyon, Swiss. Empat tim dari tiga negara yang berbeda akan saling beradu untuk memperebutkan tiket babak final yang akan diselenggarakan di Stadion St. Jakob Park, Basel, Swiss, pada tanggal 18 Mei 2016. Menjadi semakin menarik, ketika juara Europa League ini minimal sudah bisa mengikuti babak playoff Liga Champions Eropa musim 2016/2017.

Villarreal vs Liverpool

Laga antara Villarreal melawan Liverpool akan menjadi duel antara tim agresif di Europa League musim ini. Liverpool menjadi tim yang mampu mencetak banyak gol di ajang Europa League musim 2015/2016 ini dengan torehan 15 gol.

Selain itu, nilai plus dari Liverpool di ajang ini adalah pencetak gol yang rata dan tidak ada pemain yang menonjol dalam hal produksi gol. Adam Lallana, Phillipe Coutinho, Divock Origi, dan James Milner masing-masing sudah membukukan dua gol dan menjadi topskor bagi Liverpool di ajang Europa League musim ini.

Dengan meratanya pemain yang bisa mencetak gol, hal ini memungkinkan Liverpool untuk mengkonversi sebuah peluang menjadi gol dari berbagai posisi, tidak melulu mengandalkan seorang striker.

Tapi, yang menjadi nilai minus bagi Liverpool adalah rekor kemasukannya pun cukup mengkhawatirkan. Mereka sampai sekarang sudah kebobolan sembilan gol. Tiga diantaranya hadir dari tim yang memiliki transisi penyerangan dan pertahanan yang cepat, Borussia Dortmund di babak delapan besar.

Sementara itu, Villarreal pun tidak boleh dianggap sebagai lawan yang remeh. Klub yang bermarkas di El Madrigal ini adalah tim yang tidak kalah agresifnya dengan Liverpool. Mereka sudah mencetak 22 gol selama perhelatan Europa League dan hanya kemasukan 10 gol, dengan Cedric Bakambu yang menjadi topskor dengan torehan sembilan gol.

Villarreal dan Liverpool sendiri belum pernah bertemu di Eropa sebelumnya. Ini adalah pertemuan pertama mereka dengan Villarreal yang bertindak sebagai tuan rumah terlebih dahulu. Untuk peluang, Liverpool tampaknya akan cukup sulit bagi The Reds untuk melewati hadangan Villarreal apabila mereka bermain sama seperti ketika leg kedua melawan Borussia Dortmund di babak delapan besar. Apalagi The Yellow Submarine memiliki Cedric Bakambu yang pandai mencari ruang untuk mencetak gol.

Tapi, jika Liverpool berhasil mengatasi itu, mereka punya kesempatan untuk melaju sampai ke partai final, dan mengulang apa yang pernah mereka lakukan di tahun 2001 lalu saat mengalahkan Deportivo Alaves dengan skor 5-4 di babak final UEFA Cup dan menjadi juara.

Shakhtar Donetsk vs Sevilla

Sevilla adalah juara bertahan Europa League dan juga juara Europa League dua musim berturut-turut (2013/2014 dan 2014/2015). Melihat rekor tersebut, dapat dilihat bahwa tim asal Andalusia ini sudah terbiasa dengan atmosfer Europa League.

Shakhtar Donetsk juga bukanlah tim yang bisa dipandang sebelah mata. Meskipun ditinggal oleh para pemain kuncinya yang hijrah ke liga lain (Alex Teixeira ke Chinese Super League, Douglas Costa ke Bayern Muenchen, Luiz Adriano ke AC Milan), kekuatan Shakhtar ini sama sekali tidak berkurang.

Keunggulan Shakhtar sekarang, sama seperti Liverpool, adalah pencetak gol yang rata dari segala posisi (Darijo Srna, Viktor Kovalenko, Eduardo da Silva, dan Facundo Ferreyra masing-masing dua gol). Hal ini tentunya berbeda dengan Sevilla yang hanya mengandalkan striker asal Prancis, Kevin Gameiro yang total sudah mengoleksi empat gol di Europa League musim ini.

Shakhtar Donetsk dan Sevilla sendiri pernah bertemu di ajang kompetisi Eropa sebelumnya, yaitu Liga Champions musim 2006/2007. Saat itu, Rojiblancos mampu mengalahkan Shakhtar dengan total agregat 5-4, dengan gol sundulan kepala dari Andres Palop di menit ke-94 dalam kemenangan 3-2.

Uniknya, di musim 2015/2016 ini Sevilla dan Shakhtar Donetsk sama-sama masuk ke ajang Europa League dari babak 32 besar setelah hanya menduduki peringkat ke-3 klasemen grup Liga Champions Eropa. Sevilla berada di urutan ke-3 grup D di bawah Manchester City dan Juventus. Sedangkan, Shakhtar Donetsk berada di peringkat ke-3 grup A di bawah Real Madrid dan Paris Saint-Germain.

Untuk peluang kedua tim, Sevilla tampaknya lebih diunggulkan untuk maju ke babak final. Dengan pengalaman yang mereka miliki, apalagi di musim lalu juga klub asal Andalusia ini mampu mengalahkan tim yang sama-sama berasal dari Ukraina, Dnipro Dnipropetrovsk di babak final Europa League, Rojiblancos bisa mengulangi prestasi musim 2014/2015 saat mereka menjadi juara.

Tapi, Shakhtar berbeda dengan Dnipro. Dihuni oleh pemain berpengalaman macam Srna dan Eduardo, mereka bisa saja menjadi batu sandungan Sevilla untuk meraih juara Europa League untuk ketiga kalinya.

Prediksi anda?

Komentar