Tiga Hal yang Membuat Real Madrid Kalah Telak dari Barcelona

Analisis

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Tiga Hal yang Membuat Real Madrid Kalah Telak dari Barcelona

Jika bertanya apa yang salah dari Real Madrid sehingga begitu mudahnya dibobol Barca sebanyak empat kali jawabannya adalah bagaimana cara mereka melakukan pressing. Para pemain Madrid tampaknya tak terbiasa untuk merebut bola sejak di lini pertahanan lawan.

Madrid yang saya tahu, biasanya cukup bersabar dalam membentuk pertahanan. Serangan balik cepat dengan memberikan bola ke area flank merupakan senjatan mematikan karena di kedua sayap memiliki pemain dengan dribble dan pelari cepat, Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale.

Namun pada EL Clasico ke-230 semalam, Madrid mencoba untuk merebut bola sedini mungkin di area pertahanan Barca. Hanya saja  (1) pressing agresif yang mereka lakukan begitu kacau sehingga Barca masih nyaman memainkan sepakbola umpan-umpan pendek yang menjadi ciri khas permainan mereka selama ini.

pressmadrid
Dua situasi berbeda ketika Madrid melakukan pressing

Pada dua gambar di atas, terlihat bagaimana pressing Madrid masih menyisakan pemain lawan yang tak terkawal (pemain yang diberi tanda lingkaran). Selain itu, ketika seorang pemain coba merebut bola atau mendekati pemain lawan, pemain lainnya kerap terlambat untuk menjaga pemain lawan yang tidak menguasai bola (gambar kanan).

Bukti Barca tetap mampu membangun serangan seperti biasanya bisa dilihat dari jumlah operan yang mereka lepaskan. Pada laga ini, 648 kali (546 berhasil) operan dilakukan Barca. Sementara pada musim ini, rataan operan yang dilepaskan Barca setiap pertandingannya mencapai 610 kali.

Pressing yang tak berjalan sesuai rencana ini pun dibarengi dengan (2) kewalahannya lini tengah Madrid ketika bola masuk ke area tengah. Dengan gelandang-gelandang seperti James Rodriguez, Toni Kroos, dan Luka Modric, Madrid kesulitan menahan gempuran di lini tengah Barca yang dihuni Sergio Busquets, Ivan Rakitic.

Lini tengah Madrid ini kerap lengah mengantisipasi bola-bola yang bergulir di/ke area tengah. Bahkan ketika bola berhasil melewati gelandang-gelandang Barca ini, hampir tidak ada satu pun gelandang yang mampu merebut bola di depan kotak penalti.

Proses terjadinya gol pertama Barca
Proses terjadinya gol pertama Barca

Gambar di atas adalah proses gol pertama Barcelona yang diciptakan Luis Suarez. Pada gambar tiga, Busquets berhasil memberikan bola pada Sergi Roberto yang berada di area tak terlihat lini tengah Madrid. Setelah itu, gambar 4, lini tengah Madrid tertinggal yang menyebabkan Ramos harus naik untuk menghentikan pergerakan Sergi. Dari situlah celah itu lahir dan dimanfaatkan oleh Suarez.

Pelatih Barca, Luis Enrique, seolah sudah mengira bahwa akan ada celah di belakang gelandang Madrid tersebut. Skema serangan pun dirancang dengan selalu berupaya memberikan bola ke sayap sebelum masuk ke sepertiga akhir. Dari situ, bola digulirkan ke depan kotak penalti, entah itu melalui gerakan individu ataupun operan.

Grafis operan Barca pada 15 menit pertama yang mengincar sisi sayap sebelum memasuki area sepertiga akhir
Grafis operan Barca pada 15 menit pertama yang mengincar sisi sayap sebelum memasuki area sepertiga akhir. Squawka

Dari skema yang tak jauh berbeda pula Barca mencetak ketiga gol lainnya. Mayoritas assist yang dilakukan pemain Barca, tak jauh di sekitar penalty arc.  Hal ini menunjukkan bahwa area inilah yang memang menjadi kelemahan Madrid dan benar-benar berhasil dimanfaatkan Barcelona.

Empat gol Barca diciptakan dari empat assist di sekitar lengkungan penalti (penalty arc)
Empat gol Barca diciptakan dari empat assist di sekitar lengkungan penalti (penalty arc). Squawka

Untuk skema menyerang Madrid, Los Galacticos lebih mengandalkan area sayap dengan tujuan sesering mungkin memberikan umpan silang ke kotak penalti. Namun skema ini terbukti gagal karena dari 27 operan, hanya empat umpan silang yang menemui sasaran.

Sebenarnya empat silang yang berhasil itu pun menghasilkan peluang yang nyaris menjadi gol. Namun ketangguhan kiper Barcelona di bawah mistar, Claudio Bravo, menjadi persoalan lain. Peluang Benzema dan Ronaldo melalui tandukannya berhasil dipatahkan.

Pun begitu dengan tendangan jarak jauh yang dilepaskan oleh James Rodriguez dan Gareth Bale. (3) Bravo tampil tanpa cela, tak seperti Keylor Navas yang begitu mudah ditaklukkan (karena minimnya kontribusi pertahanan tentunya). Kiper asal Cile tersebut mencatatkan tujuh penyelamatan penting pada laga ini.

Maka jika disimpulkan, kekalahan telak Madrid dengan skor 0-4 ini merupakan buah dari ketidakmahiran Madrid melakukan pressing, kelengahan lini tengah Madrid ketika bertahan, serta ketangguhan Bravo di bawah mistar Barcelona. Karenanya secara garis besar, Barca memang layak meraih poin penuh sehingga kini mereka unggul enam poin dari Madrid di klasemen sementara La Liga.

Baca juga:

Kekalahan-kekalahan Besar Real Madrid di El Clásico

Sang Kapten yang Mengakhiri Kran Gol Neymar – Suarez


foto: youstown.com

Komentar