Pirlo Tumpul, Serangan Juve Amburadul

Analisis

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Pirlo Tumpul, Serangan Juve Amburadul

Andrea Pirlo diragukan tampil jelang Juventus menghadapi leg pertama babak perempat final Liga Champions menghadapi Monaco. Namun sang pelatih, Massimilliano Allegri, tampaknya sangat membutuhkan operan-operan terukur dari kaki pemain berusia 35 tahun tersebut.

Pirlo pun lantas dipaksakan bermain sejak menit pertama. Ia menemani Claudio Marchisio, Arturo Vidal, dan Roberto Pereyra dalam formasi berlian empat gelandang tengah yang dipasang Allegri. Pirlo pun memainkan peran yang biasa ia mainkan, yaitu sebagai deep lying playmaker.

Susunan pemain Juventus vs Monaco
Susunan pemain Juventus vs Monaco

Namun apa yang diharapkan Allegri tak sesuai dengan yang ia rencanakan. Juve justru kesulitan menembus lini pertahanan Monaco yang begitu kokoh mengunci pergerakan Carlos Tevez dan Alvaro Morata. Pirlo, dini hari tadi ia memang tak bermain sebaik biasanya.

Bermain selama 75 menit, di mana kemudian ia digantikan Andrea Barzagli, Pirlo gagal memenuhi ekspektasi Allegri. Nalurinya dalam memberikan umpan-umpan terobosan mematikan jarang terlihat pada laga ini.

Meski akurasi operannya mencapai 90%, operan yang dilakukannya hanya membagi bola di tengah lapangan. Umpan-umpan terobosan ke jantung pertahanan lawan nyaris sama sekali tak ada, khususnya pada babak pertama.

Mungkin lini pertahanan Monaco yang dibentengi sejak dari tengah oleh Geoffrey Kondogbia dan Fabinho membuatnya kesulitan mengalirkan bola pada Tevez dan Morata. Belum pulih benar dari cederanya pun mungkin mengganggu pikiran dan pergerakannya.

Tapi untungnya, Juve berhasil menciptakan gol, satu-satunya gol pada laga ini. Gol ini tercipta ketika Pirlo berhasil menemukan momentum di tengah permainannya yang agak lesu pada laga tersebut. Ya, memang, selain umpan direct-nya memaksa Ricardo Carvalho menjatuhkan Morata, tak ada lagi umpan Pirlo yang jadi peluang bagi Juventus. Setidaknya, setumpul-tumpulnya umpan Pirlo, akhirnya ada juga sebiji umpannya yang berhasil membuka kunci gembok pertahanan Monaco.

Satu-satunya umpan akurat Pirlo yang menjadi peluang bagi Juventus, berbuah tendangan penalti.
Satu-satunya umpan akurat Pirlo yang menjadi peluang bagi Juventus, berbuah tendangan penalti.

Padahal operan-operan panjang seperti inilah yang tampaknya bisa menembus pertahanan rapat Monaco. Selain momen pada menit ke-55, terjadinya penalti bagi Juve, Pirlo seolah hanya pelengkap yang hanya memberikan operan-operan pendek untuk meneruskan aliran bola dari pemain belakang ke depan atau samping.

Operan Pirlo yang jarang memberikan umpan-umpan panjang saat menghadapi Monaco
Operan Pirlo yang jarang memberikan umpan-umpan panjang saat menghadapi Monaco

Pada laga ini, meski Juve cukup mendominasi permainan, lini pertahanan Juve pun kerap kewalahan menghadapi serangan balik Monaco. Dan Pirlo, sebagai pemain tengah yang juga ditugaskan membantu lini pertahanan, gagal memutus serangan Monaco. Monaco yang hanya menguasai 35% penguasaan bola, bisa memanfaatkannya dengan melepaskan 15 tembakan ke gawang.

Memang, Monaco menyerang lewat sayap, khususnya sisi kiri, area milik Yannick Ferreira-Carrasco, namun Pirlo beberapa kali ‘membiarkan’ lini serang Monaco yang melakukan cutting inside ke tengah untuk melepaskan tembakan jarak jauh. Beruntung Gianluigi Buffon tampil perkasa melindungi gawang Juventus dari kebobolan.

Pirlo hanya mencatatkan satu tekel, satu blok dan dua intersep. Catatan ini kalah dari dari Vidal yang sangat aktif membantu serangan. Vidal mencetak lima tekel, dua intersep dan dua blok. Mungkin karena itulah kemudian Pirlo digantikan Barzagli.

Meski menang 1-0, Juve posisi Juve jelas belum aman. Apalagi melihat gol Si Nyonya Tua yang tercipta melalui titik putih, ini artinya Monaco cukup mengetahui bagaimana menghentikan serangan Juventus. Apapun masih bisa terjadi pada leg kedua nanti di kandang Monaco, Stade Luois II.

Pirlo, harus segera kembali menemukan performa terbaiknya. Karena pada leg kedua nanti, ia masih akan menjadi andalan Allegri dalam membongkar pertahanan Monaco dengan umpan-umpan akuratnya. Tak bisa lagi sekadarng mengharapkan bantuan pemain Monaco yang melakukan kesalahan defending untuk bisa mencetak gol. Itu kelewat beresiko di fase seketat perempatfinal Liga Champions.

foto: calcionews24.com

Komentar