Peran Seorang Kapten Tim Sepakbola dalam Perspektif Ilmu Komunikasi

PanditSharing

by Pandit Sharing

Pandit Sharing

Ingin menulis di PanditFootball.com? Kirimkan ke sharingpandit@gmail.com

1. Lengkapi dengan biodata singkat dan akun Twitter di bawah tulisan
2. Minimal 900 kata, ditulis pada file Ms. Word
3. Tulisan belum pernah dipublikasikan di media apapun (blog, website, forum, dll)
4. Tambahkan alamat lengkap dan nomor HP (tidak dipublikasikan)

Peran Seorang Kapten Tim Sepakbola dalam Perspektif Ilmu Komunikasi

Oleh: Fajar Aprilian

Dalam olahraga sepakbola yang melibatkan 11 pemain di lapangan, diperlukan seorang pemimpin yang bisa mengatur, menenangkan, dan menjadi “kepanjangan lidah pelatih” bagi pemain lainnya, yang dalam sepakbola disebut dengan istilah “kapten”.

Seorang kapten memiliki peran sebagai pemimpin di lapangan yang juga bertugas memberikan motivasi dan memberikan instruksi kepada pemain lainnya. Kali ini penulis mencoba menganalisa peran seorang kapten jika dilihat dari perpektif ilmu komunikasi.

Menurut Berelson dan Steiner (1964), seorang pakar komunikasi, komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lainnya melalui penggunaan simbol-simbol, seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka, dan lain-lain. Dalam hal ini, peran seorang kapten jika dikaji dari perspektif ilmu komunikasi, memenuhi beberapa kajian yang dipelajari dalam ilmu komunikasi, di antaranya:

Kredibilitas

Kredibilitas adalah kualitas, kapabilitas, atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan agar seorang kapten/pemimpin dalam sebuah tim dapat dipercaya dan setiap instruksi yang ia berikan dapat diikuti oleh pemain lainnya, seorang pelatih haruslah memperhatikan beberapa aspek yang harus dimiliki seorang pemain yang akan ia jadikan sebagai kapten, yang dalam ilmu komunikasi disebut sebagai “kredibilitas”, aspek-aspek tersebut di antaranya adalah:

Wibawa, kharisma, dan menjadi panutan

Seorang kapten harus memiliki wibawa dan kharisma yang bagus, serta bisa menjadi panutan bagi pemain lainnya terutama bagi pemain muda baik dalam segi teknik, maupun sikap. Paolo Maldini (AC Milan), Javier Zanetti (Inter Milan), dan Francesco Totti (AS Roma) adalah beberapa kapten yang dianggap memiliki ketiga aspek tersebut. Wibawa dan kharisma yang mereka miliki membuat mereka dianggap menjadi “ikon” klub tersebut, bahkan dihargai bukan hanya oleh rekan setim dan suporter, tapi juga oleh lawan-lawannya.

Dewasa, tenang, dan berjiwa kepemimpinan

Seorang kapten harus memiliki sikap yang dewasa dan tenang dalam menyikapi berbagai hal di lapangan, serta berjiwa kepemimpinan. Ketika seorang kapten hendak memprotes atau berdiskusi dengan wasit, harus disikapi dengan dewasa dan tenang karena jika tidak, akan menimbulkan situasi yang justru akan merugikan dirinya bahkan timnya. Seperti halnya Roy Keane (Manchester United) yang selalu meledak-ledak ketika memprotes wasit yang tak jarang merugikan timnya.

Tingkat intelijen tinggi dan memahami taktik

Aspek penting lainnya adalah tingkat intelijen/kecerdasan dan memahami taktik dengan baik. Seorang kapten merupakan “penyambung lidah pelatih” di lapangan. Dalam hal ini, ia juga bertugas memberikan instruksi mengenai taktik yang diinginkan pelatih, baik itu taktik yang sudah direncanakan sebelum pertandingan maupun perubahan taktik saat pertandingan berlangsung. Lihatlah bagaimana Franz Beckenbauer (Jerman) yang sering memberikan instruksi berupa taktik di lapangan.

Komunikasi persuasif (motivasi)

Terakhir, seorang kapten harus memiliki kemampuan persuasif yang baik, dalam hal ini mampu memberikan motivasi bagi pemain lain. Lihatlah bagaimana Cristiano Ronaldo saat menjadi kapten Portugal di final Piala Eropa 2016 kemarin. Meskipun ia harus diganti di tengah-tengah pertandingan akibat cedera, ia tetap berdiri di pinggir lapangan dan memberikan motivasi kepada pemain lainnya, sehingga membuat mental para pemain Portugal tetap bagus meski bermain dikandang lawannya saat itu, Perancis.

Komunikasi Verbal

Menurut pakar komunikasi, Deddy Mulyana (2005), simbol atau pesan verbal adalah semua jenis simbol yang menggunakan satu kata atau lebih. Bahasa dapat juga dianggap sebagai sistem kode verbal.

Dalam kaitannya dengan peran seorang kapten di sepakbola khususnya, komunikasi verbal memiliki peranan yang sangat vital. Mengingat tugasnya sebagai pemimpin yang juga bertugas memberikan instruksi kepada pemain lain, membuat kemampuan komunikasi verbal yang baik mutlak harus dimiliki oleh seorang kapten.

Dalam penerapannya, komunikasi verbal yang lebih menekankan pada komunikasi menggunakan kata-kata, biasa dipakai oleh seorang kapten dalam memberikan instruksi, memotivasi pemain lain, menenangkan pemain lain, hingga berkomunikasi dengan wasit. Bahkan tidak hanya di dalam lapangan, tak jarang seorang kapten memakai kemampuan komunikasi verbalnya saat di ruang ganti pemain saat jeda dan di akhir pertandingan, dengan tujuan mengevaluasi permainan tim atau memberikan motivasi dan mengangkat mental tim.

Untuk dapat menyampaikan pesan yang ingin disampaikannya dengan baik, seorang kapten mutlak mempunyai kemampuan menyusun (decoding) pesan yang ingin ia sampaikan tersebut dengan baik dan efektif, sehingga pesan yang ia sampaikan berupa instruksi bisa dipahami dengan jelas oleh pemain lainnya, dan motivasi yang ia berikan benar-benar bisa menyentuh dan membangkitkan semangat pemain lainnya.

"Yang paling saya kagumi dari Gerrard adalah dia tidak banyak bicara di atas lapangan. Meski begitu, dia punya kemampuan untuk membangkitkan semangat rekan-rekannya hanya dengan beberapa patah kata," komentar Paolo Maldini saat diwawancarai LFCTV mengenai final Liga Champions 2005 antara AC Milan vs Liverpool. Adalah salah satu contoh seorang kapten yang mempunyai kemampuan komunikasi verbal yang baik.

Komunikasi Nonverbal

Menurut pakar ilmu komunikasi, Judee K. Burgoon dan Thomas J. Saine (1978) dalam bukunya The Unspoken Dialogue: An Introduction to Nonverbal Communication, mengatakan bahwa komunikasi nonverbal adalah tindakan-tindakan manusia yang secara sengaja dikirimkan dan diinterpretasikan seperti tujuannya dan memiliki potensi akan adanya umpan balik (feedback) dari yang menerimanya.

Dalam kaitannya dengan peran seorang kapten sepakbola di lapangan, seorang kapten berusaha memberikan sebuah pesan atau ide atau gagasan kepada pemain lainnya melalui tindakan-tindakan/simbol-simbol baik itu disertai dengan kata-kata (komunikasi verbal) maupun tidak.

Contohnya sering kita lihat, bagaimana seorang di lapangan memberikan beberapa tindakan/simbol dalam menyampaikan pesannya dengan berbeda-beda ketika memberikan motivasi kepada tim nya, memberikan instruksi, hingga meminta dukungan lebih dari para suporter di lapangan.

Salah satu contohnya, adalah ketika seorang kapten ingin membangkitkan semangat bagi timnya, seringkali ia akan menepukkan kedua tangannya dengan keras. Atau juga saat ia menginstruksikan kepada rekan-rekannya untuk bermain lebih tenang, atau men-delay permainan dengan cara mengayunkan beberapa kali kedua tangannya ke bawah. Dan masih banyak lagi.

Mungkin masih banyak aspek-aspek ilmu komunikasi yang berhubungan dengan peran seorang kapten di lapangan jika dikaji lebih lanjut. Namun setidaknya, dari ketiga aspek yang dikaji dalam ilmu komunikasi tersebut di atas, kita bisa mengetahui bahwa seorang kapten yang bagus, haruslah memiliki kemampuan komunikasi yang baik pula.

Penulis biasa berkicau di akun Twitter @fajar_april14


Tulisan ini merupakan hasil kiriman penulis lewat rubrik Pandit Sharing. Isi dan opini tulisan merupakan tanggung jawab penuh penulis

Komentar