Bisakah Spasojevi? Menyempurnakan Lini Serang Persib?

PanditSharing

by Pandit Sharing

Pandit Sharing

Ingin menulis di PanditFootball.com? Kirimkan ke sharingpandit@gmail.com

1. Lengkapi dengan biodata singkat dan akun Twitter di bawah tulisan
2. Minimal 900 kata, ditulis pada file Ms. Word
3. Tulisan belum pernah dipublikasikan di media apapun (blog, website, forum, dll)
4. Tambahkan alamat lengkap dan nomor HP (tidak dipublikasikan)

Bisakah Spasojevi? Menyempurnakan Lini Serang Persib?

Sebanyak lima belas(!) penyerang asing telah menjalani seleksi di Persib Bandung. Namun tak satupun dari mereka yang berhasil membuat sang pelatih, Djajang Nurjaman, terpikat.

Daftarnya sangat panjang: Michel Di Piedi (Italia), Eduardo Sosa (Argentina), Nicolas Vigneri (Uruguay), Maycon Calijuri (Brasil), Koh Traore (Burkina Faso), Robson Da Silva (Brasil), Carlos Raul Sciucatti (Argentina), Kim Shin-young (Korea Selatan), Charles Parker (Nigeria), Silvio Escobar (Paraguay), Ousmane Ben Goita (Mali), George Menougong (Kamerun), Niklas Tarvajarvi (Finlandia), Apollon Lemondzhava (Georgia), sampai Darko Lukanovic (Bosnia-Herzegovina) dianggap belum bisa memenuhi ekspektasi.

Rangkaian seleksi striker impor untuk mengarungi ketatnya kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 seakan menjustifikasi realitas di lapangan di mana Persib memang belum memiliki predator mematikan di mulut gawang lawan. Jika anda adalah seorang Bobotoh, anda pasti muak dengan rumor sampai isu-isu ga jelas soal siapa striker asing yang berhak mengisi satu slot di Lini depan klub berjuluk Maung Bandung tersebut.

Saat melakoni berbagai laga uji coba pun, finishing touch menjadi dua kata yang paling sering dilontarkan Djajang Nurjaman sebagai elemen kelemahan utama tim.

Dalam beberapa kesempatan, @panditfootball sudah berulang kali menegaskan jika Persib membutuhkan penyerang haus gol yang mampu menahan dan membagi bola. Praktis Persib hanya mengandalkan penetrasi dan kreativitas barisan gelandang serang di beberapa laga yang telah dijalani karena belum memiliki juru gedor mematikan di mulut gawang lawan.

Setelah sekian lama menunggu dan kerap kali dijadikan bahan pergunjingan para pengkritik, Persib akhirnya resmi merekrut mantan punggawa Timnas Montenegro U-21, Ilija Spasojevic, yang "dibajak" dari klub rival sekota mereka, Pelita Bandung Raya.

Spasojevic Pemain Berkualitas

Tidak mengherankan jika kualitas para pemain pelamar jauh di bawah harapan. Pemain berkualitas itu layaknya wanita berkelas dan high demand. Para wanita tersebut tidak perlu repot-repot mencari pria untuk dijadikan pasangan. Mereka hanya tinggal duduk cantik, maka para pria akan datang dengan sendirinya.
?
Ya, seorang pemain asing berkualitas tentunya akan sedikit jual mahal dan menunggu tawaran terbaik yang datang sebelum memutuskan untuk memilih ke klub mana ia akan berlabuh. Pemain berkualitas percaya bahwa kemampuan dan prestasi yang dimilikinya, akan membuat sejumlah kesebelasan mencoba untuk mendatangkan dirinya. Dan itulah yang dilakukan Spasojevic.

Mulai berkarir di Indonesia pada musim 2010/2011, penyerang berusia 27 tahun ini langsung menjadi bomber andalan Bali Devata di Indonesia Primer League (IPL). Bermain sebanyak 14 kali, Spaso sukses mencetak delapan gol.

Pun begitu ketika ia membela PSM Makassar, Mitra Kukar, dan Putra Samarinda. Bersama tim asal Makassar, 15 gol ditorehkannya dari 27 penampilan. Sementara bersama Naga Mekes, torehan golnya mencapai 10 gol dari 16 penampilan. Bersama Pusam, 10 gol dicetaknya dari 20 penampilan.

Setelah melihat rekam jejak berikut data dan rekaman permainan Spaso yang cukup komprehensif di internet, saya berkesimpulan bahwa kendati memiliki postur menjulang dan cenderung stylish, pemain kelahiran Bar, Yugoslavia, ini merupakan seorang defensive forward yang memiliki insting gol cukup bagus.

Apa itu defensive forward? Defensive forward secara sederhana bisa diartikan sebagai penyerang yang tidak hanya menjalankan peran sebagai ujung tombak tim, melainkan juga mempunyai kemampuan bertahan cukup baik.

Jenis pemain seperti ini biasanya akan rajin melakukan pressing dan ‘berpatroli’ turun sampai ke lini tengah. Ia akan terus berusaha membuat timnya menguasai bola, dengan tidak hanya pasif menunggu aliran bola di lini depan.

Silahkan lihat referensi video berikut untuk memberikan anda gambaran lebih jauh tentang kualitas permainan dan kemampuan yang dimiliki Ilija Spasojevic :



Dengan melihat rekaman permainan di atas, kita bisa melihat agresivitas dan semangat juang tinggi pria berusia 27 tahun tersebut. Spasojevic yang dikenal memiliki tampang mirip Adam Levine itu juga memiliki postur ideal untuk menjadi seorang target man. Tak jarang Spasojevic berhasil membuka ruang dan mengecoh barisan lini pertahanan lawan berkat kepiawaiannya.

Bahkan kelebihan Spasojevic ini disinyalir menjadi penyebab utama Dejan Antonic, pelatih Pelita Bandung Raya, mendatangkannya dari klub Putra Samarinda. Tipikal Spasojevic memang berbeda dengan Gaston Castano dan barisan striker lainnya di PBR musim lalu.

Mario Mandzukic (Atletico Madrid), Diego Costa (Chelsea), dan Wayne Rooney (Manchester United) adalah sedikit contoh striker yang bisa dikategorikan sebagai seorang defensive forward. Para pemain ini tak jarang memberikan kontribusi defensif pada kesebelasan yang ia bela.

Tipikal pemain seperti ini tampaknya sangatlah dibutuhkan di era sepakbola modern saat ini. Berdasarkan pemaparan dari Claudio Borghi yang notabene adalah mantan pelatih timnas Chile, penyerang nomor 9 klasik yang hanya menunggu datangnya peluang sudah tidak terpakai di sistem permainan sepakbola modern.

Menurut Borghi, striker di era modern tidak hanya harus memiliki naluri gol yang tinggi, melainkan harus sering berlari, menekan, membuka ruang, menahan bek sayap, mundur ke tengah untuk membantu lini tengah dan bahkan mengambil sepak bebas ataupun membuat operan diagonal lapangan.

Meskipun demikian, sudah seharusnya untuk pemain depan agar tidak melupakan tugas utama mereka: mencetak gol. Borghi juga mengatakan jika penyerang sebuah kesebelasan terlalu modern dan melupakan misi utama seorang penyerang, yakni untuk menjebol gawang lawan, kesebelasan yang dibelanya tersebut akan termasuk dalam katergori bermasalah.

Baca juga artikel Persib lainnya

Penyelesai Akhir Buruk Penyebab Persib Hanya Menang Tipis Atas Lao FC

Saga Mencari Penyerang untuk Persib

Lima Hal yang Masih Dibutuhkan Persib Bandung


Bagaimana prospek Spasojevic bersama Persib?

Kehadiran Spasojevic di lini depan Persib tentu akan memperkaya opsi taktik dan pola permainan yang dimiliki Konate Makan dan kawan-kawan. Di samping kegigihan dan daya jelajahnya yang cukup tinggi, pemain berpaspor Montenegro ini pun memiliki penempatan posisi yang baik dan penyelesaian akhir yang apik.

Hal ini tampaknya akan melegakan Bobotoh karena akhirnya klub berjuluk Pangeran Biru itu telah mendapatkan seorang penyelesai akhir andal untuk menyelesaikan setiap peluang menjadi gol.

persibspaso

Dalam formasi 4-2-3-1 yang kerap kali ditampilkan oleh Persib, peran eks striker Dinamo Tbilisi tersebut sebagai ujung tombak tim akan semakin optimal karena akan mendapatkan banyak dukungan dari barisan lini tengah yang bisa dibilang cukup mumpuni.

Dengan hadirnya Spaso yang dapat menahan dan membagi bola, tentu skuat Persib akan jauh lebih komplit lagi. Kali ini pekerjaan para gelandang tengah Persib akan lebih mudah. Mereka sudah memiliki seorang penyerang yang cukup berbahaya di kotak penalti lawan.
Hariono dan Dedi Kusnandar akan berbagi peran sebagai double pivot yang bertugas mendominasi lini tengah dan mendistribusikan bola. Penetrasi Muhammad Ridwan dan Tantan di sektor sayap juga dapat merepotkan barisan pertahanan lawan. Kedua pemain tersebut dapat menyisir dari kedua sisi sambil terus berlari dan mencari celah, memberikan umpan-umpan matang ataupun wall pass terukur pada bek sayap yang melakukan overlap.

Ditambah peran Konate Makan, sang Jenius yang diberikan wewenang untuk bergerak sesuka hati dan menjalankan peran sebagai seorang nomor 10: mulai dari menentukan ritme permainan tim, memberikan assist sampai menyelesaikan peluang matang menjadi gol, tak mengherankan jika komposisi skuat Persib akan semakin mengerikan.

Kendati demikian, sektor sayap kanan jawara ISL musim lalu yang hanya di isi oleh Muhammad Ridwan sebagai satu-satunya pemain sayap murni di sektor tersebut, bukan tidak mungkin akan mendatangkan bencana jika sang pemain cedera atau berhalangan tampil. Di usia nya yang semakin senja, faktor stamina dan kondisi kebugaran fisik yang semakin menurun mungkin saja dapat mengurangi minutes play pemain kelahiran Semarang, 8 Juli 1980 tersebut

Akan berbeda ceritanya jika dalam saga bursa perpindahan pemain lokal nyaris mencapai puncaknya ini, Persib yang dikenal memiliki keadaan finansial yang baik iberhasil mendatangkan pemain-pemain seperti David Laly ataupun Bayu Gatra Sanggiawan. Kedua pemain ini akan menambah kedalaman skuat Persib untuk sektor sayap.

Sudah tugas Djajang Nurjaman maupun Emral Abus untuk memutar otak dan menyusun strategi terbaik jika keadaan yang tidak diinginkan di atas terjadi. Tantan dan Atep harus bisa dimaksimalkan agar ketika M. Ridwan tak bisa tampil keduanya bisa menggantikan peran Ridwan.

Tak ada salahnya pula jika Makan Konate sering dicoba pada posisi sayap. Musim lalu, pemain asal Mali ini beberapa kali dipasang sebagai pemain sayap. Bahkan eks pemain Barito Putera itu berhasil tampil apik dan menyumbang  satu gol kala Persib menghadapi Ajax Amsterdam saat bermain sebagai pemain sayap. Opsi ini bisa dimanfaatkan Djanur untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kembali pada Spasojevic, jika melihat komposisi skuat dan prospek Spasojevic dalam pola 4-2-3-1 yang sudah dijabarkan tadi, mencetak 20 gol atau lebih seharusnya bukanlah perkara sulit bagi pemain berpostur 187 cm tersebut. Apalagi di Persib akan menjadi keuntungan tersendiri karena Spaso akan bahu-membahu bersama kompatriot senegaranya, Vladimir Vujovic.

Spasojevic nantinya akan bersaing dengan para kompetitor striker impor lainnya untuk memperebutkan gelar sebagai juru gedor terbaik di Indonesia. Ia akan bersaing dengan nama-nama seperti Goran Ljubojevic (Sriwijaya FC), Evgeny Kabayev (Persija Jakarta), Nemanja Vucicevic (PSM Makassar), Lancine Kone (Persipura), Marjan Jugovic (Barito Putra) sampai Ray O'Donovan (Mitra Kukar).

Belum lagi dengan deretan striker lokal berkualitas seperti Ferdinand Sinaga (Sriwijaya FC), Boaz Solossa (Persipura) ataupun striker gaek milik Arema, Chrstian Gonzales.

Sebagai tambahan, Kemampuan Spasojevic sudah dirasa cukup oleh sang gaffer, Djajang Nurjaman, yang dikenal sangat selektif dalam memilih pemain asing. Coach Djanur sendiri memutuskan untuk merekrut Spaso tanpa proses seleksi terlebih dahulu .

Saya yakin mayoritas Bobotoh juga mengapresiasi secara positif perekrutan pemain yang sudah menyatakan hasratnya untuk membela tim nasional Indonesia ini.

Rekam jejak, jumlah gol dan jam terbang tinggi Spaso di kancah Liga Indonesia akan banyak membantu perjalanan Persib yang harus bertarung di tiga kompetisi sekaligus.

Dukungan positif dari Bobotoh juga akan berperan penting untuk menjaga ketajaman dan performa Spaso. Pemain yang sempat memperkuat PSM Makassar beberapa tahun yang lalu ini sangat menyukai perlakuan dari supporter ataupun atmosfer pertandingan yang ada di Liga Indonesia.

Seperti yang pernah diutarakan Spaso pada Mahir Pradana dalam suatu wawancara.

"Hal pertama yang membuat saya terkesan adalah bagaimana masyarakat Indonesia selalu menyambut saya dengan tangan terbuka. Orang-orang selalu tersenyum dan ramah. Saya langsung merasa bahwa Indonesia adalah rumah ke-dua saya. Di beberapa negara, ada yang kultur maupun bahasanya sama, not to say warna kulit orang-orangnya sama dengan saya. Namun, selalu ada yang kurang. In the end, saya tetaplah orang asing bagi mereka."

"Di Liga Indonesia, bahkan latihan rutin pun selalu dipenuhi penonton yang jumlahnya bahkan lebih dari penonton di Liga Montenegro. Di setiap pertandingan Liga Indonesia, minimal sepuluh ribu orang datang ke stadion. Nyanyian dan sorak-sorai supporter, atau bahkan nyala kembang api, itulah kenikmatan tiada tara yang dicari oleh seorang pemain sepakbola. Hal itu tidak bisa dibeli dengan uang. Itulah sebabnya saya bertahan di Indonesia."

"Saya ingin berkontribusi untuk sepakbola Indonesia. Saya mencintai atmosfer Liga Indonesia. Saya bersedia menunggu, semoga PSSI kelak membutuhkan saya untuk timnas. I want to make Indonesian supporters happy."

Ya, sepakbola Indonesia yang memiliki banyak prahara itu masih memiliki kelebihan tersendiri dimata seorang Ilija Spasojevic. Mungkin kecintaan Spaso adalah faktor utama yang menyebabkan ia pernah menolak pinangan salah satu klub asal Italia, Brescia, hanya demi melanjutkan karir di Indonesia.

Spasojevic telah begitu mencintai Indonesia. Bahkan hasratnya untuk mengenakan kostum timnas Garuda juga bukan tidak mungkin akan terealisasi suatu saat nanti.

Ada segelintir pemain 'sampah' yang beberapa waktu lalu sempat diambil sumpahnya sebagai warga negara, sekarang entah kemana mereka. Rasanya mengambil sumpah striker petarung dengan reputasi plus kecintaan terhadap tanah air sebagai warga negara masih lebih berguna. He want to make us happy! Why not?

Jika beberapa waktu yang lalu media-media di Montenegro sempat heboh membahas Spasojevic karena pernah bermain dengan Cesc Fabregas di sebuah pertandingan hiburan, tentu sah-sah saja jika saya berharap media-media dari Montenegro akan kembali heboh untuk kedua kalinya karena eks penyerang Bali Devata itu berhasil mengantarkan klub Indonesia menjadi juara liga untuk pertama kali dalam karirnya di sini, sekaligus meraih gelar top skorer bersama Persib.

Ayo, Spasogol! Buktikan bahwa dengan kaus Persib yang memiliki banyak sponsor itu kamu bisa!

foto: ligaindonesia.co.id

Penulis adalah Bobotoh yang menganggap Manchester United sebagai hiburan. Masih bersekolah di SMA BPI 1 Bandung. Kadang ngetweet di: http://twitter.com/HafizAdiNgrh
" target="_blank">@HafizAdiNgrh

Komentar