Derbi Resmi Pertama di Dunia: Everton vs Everton

Cerita

by redaksi

Derbi Resmi Pertama di Dunia: Everton vs Everton

Sudah banyak pertandingan derbi (derby) di sepakbola. Tapi tahukah kamu jika derbi resmi pertama di dunia itu adalah pertandingan antara dua kesebelasan di satu Kota Liverpool? Jika kamu mengira dua kesebelasan itu adalah Liverpool dan Everton yang menghiasi Merseyside derby, maka kamu setengah benar (atau setengah salah). Lho, kenapa begitu?

Membicarakan rivalitas Liverpool dan Everton membuat kita mau tidak mau harus menggali sejarah dibentuknya kedua kesebelasan ini. Spoiler alert, Liverpool pada awalnya ingin didaftarkan dengan nama “Everton”.

Sejarah terbentuknya “Everton yang nantinya jadi Liverpool” ini berawal pada akhir abad ke-19 ketika John Houlding, seorang pemilik pembuatan bir (brewery) menjadi orang yang sangat berjasa kepada Everton (yang asli).

Everton lebih tua daripada Liverpool, dan berkandang di Anfield

Pada saat itu, Everton bermarkas di Stanley Park, sebuah taman publik. Namun, karena semakin banyaknya penonton, Everton pun memutuskan pindah ke Priory Road. Mereka menjuarai Liverpool Cup pada 1884.

Sayangnya, pemilik Priory Road, J. Cruitt, tak senang karena suporter Everton sangat berisik dan tidak mau diatur. Ia pun memaksa Everton untuk mencari kandang baru. Houlding kemudian mengontak rekannya sesama brewer, John Orrell, untuk membuat Everton bermain di Anfield Road.

Karena hubungan yang dekat di antara Houlding dan Orrell, Everton hanya membayar sedikit uang sewa kepada Orrell untuk bermain di Anfield Road. Lambat laun Everton semakin populer di Kota Liverpool dengan rata-rata jumlah penonton per pertandingan mencapai delapan ribu orang.

Everton juga memiliki kenangan indah di Anfield, termasuk saat mengubah klub menjadi kesebelasan profesional. Pada musim musim 1890/1891, Everton memenangi gelar liga dan bermain di hadapan 20 ribu penonton.

Terusir dari Anfield akibat kerakusan pemiliknya

Orang yang berjasa bagi Everton, Houlding, juga kemudian menjabat sebagai pemilik kesebelasan. Jasanya kepada Everton seolah tidak terbalaskan ketika ia membeli Anfield dari Orrell pada 1885.

Anehnya, setelah itu Houlding justru membebankan biaya sewa untuk Everton, meningkatkan bunga dari utang Everton kepadanya, memaksa untuk hanya menjual bir produksinya di Anfield, serta memaksa Everton untuk menggunakan Sandon Hotel (hotel miliknya) sebagai tempat berganti kostum, setelah dan sebelum pertandingan.

Hal ini dikritisi penulis dari Liverpool Echo, “Sungguh sebuah aib melihat kesebelasan sebesar Everton, para pemainnya mesti berjalan melewati segerombolan manusia (dari ruang ganti ke stadion).”

Pada 1891, Houlding memaksa Everton untuk membeli Anfield dan lahan di sekitarnya—yang dimiliki oleh Orrell. Namun, karena harga yang teramat mahal, dewan kesebelasan pun menolaknya.

Pada akhirnya, salah seorang dewan kesebelasan, George Mahon, buka suara karena muak atas permintaan Houlding tersebut. Mahon, yang juga pendiri Everton, menginginkan mereka membeli lahan di Mere Green daripada terus menerus membayar sewa yang mahal.

Sebagai perbandingan, pada 1884, Everton membayar sewa sebesar 100 paun, sementara pada 1890 mereka membayar 250 paun. Hal ini disetujui dan pada 1892, Everton resmi pindah ke Mere Green atau yang selanjutnya dikenal dengan Goodison Park.

Membentuk Everton Athletic

Kepindahan Everton ke Mere Green jelas membuat Houlding terkejut. “Investasi”-nya di Anfield akan sia-sia karena tidak akan ada lagi pemasukan. Belum lagi pihak dewan kesebelasan yang seolah-olah menyingkirkannya dengan cara pindah dari Anfield.

Houlding tak habis akal. Pada awal 1892, Houlding berusaha untuk mengambil alih Everton, termasuk nama, warna kostum, dan lisensi Everton itu sendiri. Ia pun mendaftarkannya dengan nama “Everton F.C. and Athletic Ground Ltd”. Ia beralasan, tim Everton yang lama belum berstatus perseroan terbatas.

Sial buat Houlding karena Football Council menolak ajuan tersebut. Berdasarkan rapat pada Februari 1892, Football Council beralasan tidak boleh ada kesebelasan baru dengan nama yang sama dengan anggota yang telah ada (yaitu “Everton”).

Pada 15 Maret 1892, Houlding bersama rekannya yang keluar dari Everton, William E. Barclay, mendirikan “Everton yang baru”, tentu dengan nama yang baru pula. Barclay, yang menjadi sekretaris di Everton, mengusulkan nama yang lebih kuat: Liverpool!

Pemilihan nama “Liverpool” terbilang berani. Masalahnya, ia menggunakan nama kota secara keseluruhan ketimbang sebuah nama sub-urban di tepian Merseyside. Houlding pun mengadopsi lambang dan warna kota.

Istilah “derby” pertama kali diresmikan

Ternyata dahulu Liverpool FC ingin mendaftarkan diri mereka dengan nama Everton Athletic. Everton juga sebenarnya berpengaruh banyak kepada berdirinya Liverpool, yang pada akhirnya (setidaknya sampai 2017 ini) bisa lebih sukses daripada sang pendahulunya.

Bukan kebetulan juga dari sejarah yang lain, yaitu sejarah penggunaan istilah “derby”, pertama kalinya frase “derby” ini digunakan di pertandingan sepakbola adalah pada edisi cetak Daily Express Oktober 1914: “A local Derby between Liverpool and Everton”.

Jadi, istilah derbi pertama kali diresmikan secara meluas karena Liverpool dan Everton. Sementara Liverpool dahulu ingin mendaftarkan diri dengan nama Everton Athletic. Menurut cocokologi, berarti pertandingan pertama yang secara resmi disebut derbi adalah Everton melawan Everton (Athletic).

Ngomong-ngomong Everton vs Everton sungguhan, pertandingan itu pernah terjadi pada 2010. Videonya bisa disimak di bawah ini:

Setelah terpisah sejarah panjang, Everton akan kembali ke kandang lamanya, Anfield Road, akhir pekan ini.

(fva/dex)


Tulisan ini pernah terbit dengan judul “Dulu Everton Athletic, Kini Liverpool FC” pada About the Game 30 Maret 2016, serta dilakukan perubahan seperlunya.

Komentar