Jumpa Pers yang Sepi di Kepindahan Campbell ke Arsenal

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Tidak bisa berbahasa Finlandia.

Jumpa Pers yang Sepi di Kepindahan Campbell ke Arsenal

Sol Campbell lahir dan tumbuh di London timur. Namun ia menjadi dewasa, dan menjadi legenda, di London utara.

Campbell muda bermain untuk West Ham United. Di level profesional, walau demikian, Campbell tidak sekali pun pernah bermain untuk West Ham. Campbell menjalani debut seniornya sebagai pemain Tottenham Hotspur.

Di Tottenham Campbell tak hanya menjadi pemain utama. Ia adalah kapten klub. Ia dicintai. Penghargaan besar dari para pendukung, walau demikian, tak cukup untuk membuat Campbell bertahan.

Mei 2000. Satu tahun tersisa hingga kontrak Campbell selesai. Memasuki tahun baru, Campbell sudah boleh menjalin kesepakatan dengan klub mana pun dan jika itu terjadi, Tottenham akan kehilangan pemain pentingnya tanpa sepeser pun imbalan.

David Pleat, director of football Tottenham saat itu, berkata kepada BBC bahwa Campbell akan menyelesaikan kontraknya. Campbell masih akan membela Tottenham hingga akhir musim 2000/01. Pernyataan Pleat, selain untuk menenangkan para pendukung klubnya, juga dikeluarkan untuk memberi isyarat mundur kepada klub peminat Campbell. Manchester United, menurut BBC, adalah salah satunya.

“Sol telah menyatakan dengan cukup jelas bahwa ia hanya membicarakan kontrak di musim panas,” ujar Pleat. “Sekarang musim panas dan kami sedang berbicara dengannya saat ini. Sol mengatakan bahwa ia tidak akan pergi ke mana pun, apa pun yang terjadi. Ia akan bertahan dan menyelesaikan kontraknya. Ia akan menjadi bagian dari tim musim depan.”

Tidak ada kesepakatan dengan klub mana pun di tahun baru. Tottenham masih perlu memperbarui kontrak Campbell. Namun aturan sang pemain tetap berlaku: hanya membicarakan kontrak di musim panas. Mei 2001, kontrak baru kembali ditawarkan. Campbell menolak.

Menurut pemberitaan Telegraph, Campbell meminta gaji nyaris tujuh juta pound sterling per tahun, dalam kontrak berdurasi tiga tahun yang total nilainya adalah 20 juta pound sterling. Campbell juga, masih menurut Telegraph, meminta klausul khusus: boleh meninggalkan Tottenham secara bebas kontrak di akhir musim 2001/02 jika Tottenham tidak lolos ke Champions League.

Tottenham tidak memiliki kekuatan finansial untuk memenuhi permintaan Campbell. Mereka juga tidak memiliki cukup mutu untuk mengakhiri musim di empat besar (di akhir musim 2001/02, Tottenham menempati peringkat kesembilan). Kesepakatan tidak terjalin. Pihak klub marah.

“Permintaan seperti ini, jujur saja, konyol,” ujar David Buchler, wakil presiden Tottenham saat itu, sebagaimana dikutip dari Telegraph. “Kami perlu membangun tim yang sepenuhnya berkomitmen terhadap masa depan, bukannya alasan keuangan.”

Campbell, sebagaimana dikutip dari sumber yang sama, berkata: “Keputusan saya sepenuhnya berdasar pertimbangan sepakbola. Saya sudah berada di Tottenham selama sepuluh tahun dan komitmen saya terhadap klub dapat dilihat dengan jelas. Pada September usia saya akan 27 dan saya perlu bermain di kejuaraan besar antarklub Eropa segera.”

Kali ini, Barcelona dan Real Madrid disebut-sebut berminat terhadap Campbell. Dengan prioritas untuk tetap di London dan terutama London utara (Campbell, menjelang tahun terakhir kontraknya, menenangkan para pendukung dengan berulang kali berkata ia akan tetap di London utara), Chelsea dan Arsenal ikut-ikutan diisukan ikut meramaikan perburuan. Tidak ada tawaran resmi dari keempat klub yang disebutkan. Semuanya sebatas spekulasi.

Pada akhirnya Arsenal menjadi pilihan Campbell. Dengan sejarah perseteruan antar kedua klub, para pendukung Tottenham sewajarnya murka dan menuding Campbell pengkhianat. Namun itu semua tidak terjadi hingga Arsene Wenger memperkenalkan pemain barunya di London Colney, markas latihan Arsenal, dalam sesi jumpa pers yang sepi.

Kepindahan Campbell ke Arsenal tidak terendus media. Saat Arsenal menjadwalkan jumpa pers pada 3 Juli 2001 pukul 12 siang waktu setempat untuk perkenalan pemain baru, per ingatan Wenger, hanya dua orang yang datang. Dan keduanya mengira Arsenal akan memperkenalkan Richard Wright, penjaga gawang Ipswich Town yang digadang-gadang menjadi pengganti David Seaman, di Arsenal dan di timnas Inggris.

“Kami menjalin kesepakatan yang tidak pernah tersebar,” ujar Wenger sebagaimana dikutip dari situs resmi Arsenal. “Saya ingat jumpa persnya, ketika saya bilang kami akan memperkenalkan seorang pemain. Tidak ada yang datang. Lokasinya di sini, di tempat latihan. Hanya dua wartawan yang hadir. Saya tidak akan pernah melupakan wajah wartawan-wartawan itu ketika Sol masuk. ‘Sol Campbell dari Tottenham’, mereka tidak percaya!”

Hubungan Campbell dengan para pendukung Tottenham langsung memburuk seketika, dan tak pernah sama lagi bahkan setelah Campbell tidak lagi membela Arsenal. Hubungan tersebut begitu buruk sampai pihak klub, yang tetap profesional dalam hal ini, tidak mengudang Campbell ke acara perpisahan White Hart Lane, Mei lalu.

ESPN FC bertanya kepada Campbell, adakah penyesalan seputar kepindahan ini? “Tidak, saya perlu kepindahan ini,” jawabnya. “Pindah ke Arsenal adalah kemajuan besar untuk saya. Arsenal unggul dari Spurs pada waktu itu, baik pemainnya, manajemennya, maupun mentalitas klub dan dan fasilitasnya. Saya ingin berkembang sebagai seorang pribadi dan pemain sepakbola. Kepindahan ini sangat kontroversial dan para pendukung Spurs belum melupakannya, namun ini adalah hal terbaik yang pernah saya lakukan untuk diri sendiri.”

Bersama Arsenal, Campbell meraih dua gelar juara Premier League – salah satunya tanpa sekali pun kalah dalam semusim – dan tiga gelar FA Cup. Keinginannya tampil di kejuaran besar antarklub Eropa? Terpenuhi. Sangat terpenuhi, malah. Campbel mencetak satu-satunya gol dalam satu-satunya final Champions League yang pernah Arsenal jalani. (Arsenal, walau demikian, kalah dari Barcelona.)

Komentar