Bagian Kehidupan Baru Cristiano Ronaldo dan Sepotong Ingatan Masa Kecilnya

Cerita

by Randy Aprialdi Pilihan

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Bagian Kehidupan Baru Cristiano Ronaldo dan Sepotong Ingatan Masa Kecilnya

Cristiano Ronaldo menjalani pengobatan cedera ligamen sekaligus berlibur di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), pada Oktober 2009 silam. Di sela-sela waktunya itu, niatan untuk bersantai di salah satu restoran berujung sebuah kencan bersama salah satu pelayan perempuan di sebuah hotel.

Rupanya, hasil kencan malam itu mengakibatkan hamilnya sang pelayan restoran. Sang pelayan lantas meminta pertanggungjawaban pada Ronaldo melalui agennya, Jorge Mendes. Ronaldo sendiri sempat mengelak. Tapi pada akhirnya hasil tes DNA membuktikan bahwa anak itu merupakan darah dagingnya.

Konon, begitulah cikal bakal Cristiano Ronaldo Jr bisa hadir di dunia ini walau Ronaldo masih menyangkal cerita tentang hubungannya dengan pelayan restoran itu. Tapi kejadian itu diduga menjadi penyebab penampilan buruk Ronaldo saat membela Portugal pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Setelah kompetisi internasional itu berakhir, Ronaldo resmi mengambil hak asuh Ronaldo Jr dengan uang ganti rugi 10 juta paun. Tapi sejak saat itulah pemain asal Portigal itu secara perlahan merasa kehidupannya telah berganti.

"Ketika kamu menjadi seorang ayah, tentu saja itu adalah perasaan yang berbeda. Sebuah perasan yang tidak bisa dijelaskan. Inilah mengapa waktuku di Madrid sangat spesial. Aku menjadi pesepakbola, ya, tentu saja menjadi seorang ayah juga," tulisnya dalam The Players Tribune.

Sekitar delapan tahun berlalu, Ronaldo Jr semakin besar dan mirip ayahnya. Begitu pula ketika ia bermain dalam sebuah pertandingan sepakbola anak-anak pada April lalu. Ronaldo Jr berhasil mencetak gol melalui tendangan bebas yang persis dilakukan Ronaldo di beberapa pertandingan. Hal itu terlihat ketika caranya hendak melakukan eksekusi tendangan bebas diawali dengan mundur beberapa langkah.

Lalu Ronaldo Jr melebarkan kedua kakinya sebelum menendang bola. Kemudian eksekusi tendangan bebasnya itu berhasil menjebol gawang lawannya. Keberhasilannya itu membuat Ronaldo bangga dan diunggah kepada akun Instagram miliknya. "Kebanggaan dari laki-laki kecilku. Gol yang luar biasa," tulis pemain 32 tahun tersebut.

so proud of my little man??what a goal????siii

A post shared by Cristiano Ronaldo (@cristiano) on

Ronaldo Jr jugalah yang menangis ketika Ronaldo memastikan membawa Real Madrid juara Liga Champions untuk kedua kalinya secara beruntun pada akhir musim 2016/2017. Ronaldo Jr turun ke lapangan Stadion Millennium, Cardiff, bersama anak Marcelo setelah pertandingan berakhir. Kemudian Ronaldo Jr merayakan kemenangan bersama ayahnya. Memegang piala bersama-sama dan berlari keliling lapangan sambil berpegangan tangan.

"Itu adalah momen dengan anakku dan aku selalu mengingat itu dengan jelas. Ketika aku memikirkan momen itu, aku merasakan kehangatan. Itu adalah momen di lapangan setelah kami memenangkan final Liga Champions terakhir di Cardiff," kenang pemain yang mulai dikenal sewaktu memperkuat Sporting Lisbon ini.

Bagi Ronaldo, kehangatan momen itu mengingatkan masa kecilnya saat masih berusia tujuh tahun seperti anaknya saat ini. Pada saat usia itulah ia mengakui ada momen yang bisa disamakan dengan kenangan indahnya saat merayakan juara Liga Champions musim lalu. Momen itu ketika pertandingannya disaksikan sang ibu, Maria Dolores dos Santos Aveiro, dan dua kakak perempuannya, Elma dan Liliana, untuk pertama kali di Madeira, Portugal.

Perlu diketahui, tiga anggota keluarganya itu tidak pernah peduli kepada sepakbola. Mereka cenderung cuek-cuek saja kepada pilihan Ronaldo untuk menjadi pesepakbola profesional. Bahkan pada awalnya, Dolores, Elma dan Liliana, sama sekali enggan menyaksikan Ronaldo bermain sepakbola pada awalnya.

"Ayahku selalu berada di sisi lapangan setiap pertandingan dengan janggut besar dan celana kerjanya. Dia menyukai itu. Tapi ibu dan saudara kandung perempuanku tidak tertarik pada sepakbola. Jadi setiap makan malam, ayahku selalu mencoba untuk mengajak mereka untuk datang ke lapangan melihatku bermain sepakbola," celotehnya.

Ayahnya, Jose Dinis Aveiro, itu seperti agen pemain pertama Ronaldo. Ia selalu mempromosikan Ronaldo kepada siapapun, termasuk ketika pulang ke rumah pada Dolores, Elma dan Liliana yang tidak pernah peduli kepada sepakbola. Sang ayah menceritakan aksi Ronaldo saat mencetak satu, dua bahkan tiga gol dengan antusias. Tapi responsnya tetap cuek, "Oh, itu hebat" atau "Oh, itu sangat bagus, Cris". Ronaldo pun tetap hanya melihat sang ayah di pinggir lapangan ketika pertandingan.

Lalu pada suatu hari menjadi waktu yang tidak pernah dilupakan dalam ingatan Ronaldo. Ia sedang pemanasan dan melihat ke sekitaran ternyata ada ibu dan saudara-saudara perempuannya duduk bersama. Mereka terlihat begitu santai di pinggir lapangan. Dolores, Elma dan Liliana memang tidak bertepuk tangan atau bernyanyi, tapi Ronaldo saat itu merasakan hal yang berbeda.

"Rasanya seperti terjadi sesuatu di dalam diriku. Aku sangat bangga. Di waktu itu, kami tidak memiliki banyak uang. Hidup kami penuh perjuangan di Madeira saat itu. Aku juga bermain memakai sepatu yang sudah lama, pemberian dari saudara laki-laki atau sepupuku. Tapi saat kamu masih kecil, kamu tidak peduli pada uang. Kamu hanya peduli pada perasaan tertentu. Dan pada hari itu, perasaan itu sangatlah kuat. Aku merasa dilindungi dan dicintai," ungkapnya.

Maka dari itu, Ronaldo mampu menemukan nostalgianya sendiri atas keberadaan Ronaldo Jr. Tapi yang jelas, kehadiran seorang anak telah memberi bagian baru dalam kehidupan Ronaldo. Seperti pada kehidupan pada umumnya, bahwa lahirnya seorang anak mampu menciptakan rasa cinta yang baru dan berbeda kepada seorang laki-laki. Tidak terkecuali bagi Ronaldo yang merupakan bintang lapangan, karena pada dasarnya ia juga manusia seperti kita.

Sumber: The Players Tribune.

Komentar