Tiemoue Bakayoko Diincar Juventus dan Manchester United, Siapa Dia?

Cerita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Tiemoue Bakayoko Diincar Juventus dan Manchester United, Siapa Dia?

Gelandang AS Monaco, Tiemoue Bakayoko, dikabarkan menarik minat Manchester United, Southampton dan Stoke City. Bakayoko dianggap sebagai salah satu prospek pesepakbola Prancis sejak memperkuat Rennes. Kemudian ia pindah ke Monaco. Perjuangan adalah moto hidup bagi Tiemoue Bakayoko di AS Monaco. Sejak bergabung dengan Monaco pada dua tahun lalu, ia terus berjuang untuk menembus skuat utama.

Musim perdana Bakayoko hanya bermain 10 kali sebagai pemain inti dan dua sebagai pengganti. Statusnya itu masih berlaku untuk Ligue 1 2015/2016. Namun ia mulai berada di skuat inti menjelang musim itu berakhir. Total, Bakayoko 14 kali berlaga sejak menit pertama dan lima kali sebagai pemain pengganti. Pemain kelahiran 17 Agustus 1994 itu juga menyumbangkan satu gol di Ligue 1 2015/2016.

Kendati kariernya lebih baik di musim kedua, tapi Bakayoko sempat berkeinginan meninggalkan Monaco pada bursa transfer musim panas ini. Dikabarkan juga bahwa ia tidak masuk ke dalam rencana Leonardo Jardim, pelatih Monaco, untuk musim ini. Maka Bakayoko memiliki dua pilihan, yaitu bertahan atau mencari kesebelasan baru.

Kemudian pemain 22 tahun itu sempat mempelajari proposal dari Stoke City dan Southampton. Apalagi Claude Puel, manajer Southampton, sudah mengetahui kemampuan Bakayoko karena sudah lama melatih di Liga Prancis. Puel juga membutuhkan Bakayoko untuk menggantikan Victor Wanyama yang hengkang ke Tottenham Hotspur.

Tapi Stoke dan Southampton menghadapi persaingan yang tinggi untuk memburu Bakayoko. Pasalnya Manchester United juga tertarik kepada Bakayoko dan sedang mengawasi situasinya. Hal itu tidak lepas dari presiden Monaco yang justru ingin mempertahankan Bakayoko sebagai asetnya. Apalagi peluang Bakayoko untuk menjadi pemain inti di Ligue 2016/2017 semakin besar setelah Toulalan hengkang ke Bordeaux.

Gelandang Kuat dengan Tekel yang Lugas

Bakayoko mulai dikenal ketika promosi ke skuat senior Rennes pada 2013 lalu. Ia langsung menarik banyak perhatian ketika satu musim memperkuat skuat senior Rennes. Bakayoko adalah pemain yang kuat pada posisi gelandang bertahan maupun gelandang tengah. Tapi kemampuannya cenderung lebih baik ketika dijadikan gelandang bertahan, mengingat gaya permainannya gemar menekel bola. Kemampuan tekelnya itu pun sangat menunjang permainannya. Rataan tekel bersih perlaganya tidak pernah di bawah angka dua di setiap musimnya.

Ketika berseragam Rennes, Bakayoko memiliki rataan tekel tertinggi ketiga setelah Yassine Jebbour dan Jean Makoun. Rataan tekel bersihnya dari 24 pertandingan di Ligue 2013/2014 adalah 2,8 per laga. Alhasil pilar tim nasional Prancis junior itu langsung direkrut Monaco pada musim berikutnya. Tapi persaingan di Monaco tidak semudah sewaktu berada di Rennes. Ia harus bersaing dengan Jeremy Toulalan, Joao Moutinho dan Geoffrey Kondogbia.

Kendati demikian, rataan tekel bersih perlaganya tetap tinggi walau bermain lebih sedikit di Monaco. Rataan tekel bersih di musim perdananya bersama Monaco merupakan tertinggi ketiga setelah Toulalan dan Kondogbia. Rataan tekel bersihnya sebesar 2,9 persen pe rlaga dari 12 pertandingan Ligue 2014/2015. Begitu pun musim selanjutnya, 2,8 tekel bersih perlaganya tetap menjadikan ketiga yang terbaik di Monaco.

Maka bukan tanpa alasan jika Bakayoko dianggap sebagai pemain masa depan Monaco dan Prancis. Niatan United mengincarnya itu karena ia bagus ketika memberikan perlindungan di depan empat pemain belakang. Maka dari itu Jose Mourinho, manajer United, memperkirakan Bakayoko bisa melakukan pekerjaan yang sama dengan Nemanja Matic sewaktu melatih Chelsea.

Walau Bakayoko adalah pemain potensial, tapi pengalamannya masih minim di Monaco, ia masih belum siap untuk mengambil langkah yang lebih besar di United. Dalam situasi saat ini, United membutuhkan pemain yang lebih siap dan matang untuk memenuhi ekspetasi tinggi dari petinggi klub.

Bakat dan potensi Bakayoko masih membutuhkan pertandingan lebih banyak lagi. Pengalamannya sejauh ini tidak mungkin mendapatkan peran penting di Old Trafford saat ini. Apalagi United masih memiliki Morgan Schneiderlin yang digadang-gadang sebagai pengganti jangka panjang Michael Carrick.

Kendati demikian, Bakayoko tidak harus terpatok dengan United jika ingin berkarir di Liga Inggris. Peminatnya pun bertambah, seiring dengan ketertarikan Leicester City dan West Bromwich Albion. Bahkan Juventus dari Liga Italia pun memantau Bakayoko sebagai alternatif Nemanja Matic dan Blaise Matuidi.

"Juventus tiga kali melihatnya bermain di musim panas ini. Ketertarikan juga dari Manchester United, West Brom dan Stoke City. Leicester City menghubunginya beberapa kali. Prioritas Tiemoue adalah bertahan di Monaco,"ujar Michel Boll selaku agennya seperti dikutip dari Club Call.

Bakayoko sendiri sedang mengintip peluangnya di Monaco untuk Ligue 2016/2017. Mengingat jalannya menuju skuat utama semakin mudah. Jardim sendiri pun mau tidak mau harus menerima Bakayoko di dalam skuatnya karena strategi transfer klubnya justru melepas Toulalan. Bakayoko perlu menguji satu musim lagi bersama Monaco, sampai kemudian ia bisa dijual mahal klubnya.




Sumber lain: Express, Gazzetta, HITC, Metro, Mirror, The Sun

Komentar