Pembuktian Superioritas Amerika Serikat di Sepakbola lewat Copa America

Cerita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Pembuktian Superioritas Amerika Serikat di Sepakbola lewat Copa America

Amerika dan Eropa memiliki rivalitas yang begitu panjang dalam banyak hal, tak terkecuali sepakbola. Dalam sepakbola, beberapa kali persaingan keduanya bahkan sudah melewati batas yang wajar. Pada 2016, persaingan sepakbola Amerika dan Eropa pun muncul dalam bentuk kompetisi antar-regional. Eropa bakal menggelar Piala Eropa, sementara benua Amerika bakal menggelar Copa America.

Eropa boleh saja menyombongkan Piala Eropa sebagai kompetisi sepakbola antar-regional terbaik, namun Piala Eropa bisa saja tidak terjadi andai tidak ada Copa America. Ya, Copa America telah lebih dulu digelar ketimbang Piala Eropa. Kompetisi ini pertama kali digelar pada 1916 untuk memeringati 100 tahun kemerdekaan Argentina. Nah, edisi kali ini dilakukan untuk membayar utang atas diselenggarakannya Copa America edisi pertama di masa lalu.

Atas beberapa faktor yang membuat menarik turnamen ini di atas, Copa America tahun ini diyakini bakal sengit. Beberapa kesebelasan nasional yang mengikuti turnamen ini diprediksi akan mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya. Sebab, mengutip pernyataan pelatih Timnas Amerika Serikat, Jurgen Klinsmann, “Turnamen kali ini adalah perayaan seratus tahun. Anda hanya akan bisa memenanginya sekali seumur hidup.”

Pernyataan Klinsmann membuktikan bahwa semua kesebelasan yang berpartisipasi dalam turnamen ini akan sekuat tenaga mendapatkan hasil terbaik, tak terkecuali Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara superior.

Amerika Serikat bukanlah negara yang memiliki sejarah panjang dalam sepakbola. Bahkan, jika dibandingkan negara tetangga mereka, Meksiko, persepakbolaan Amerika Serikat masih tertinggal. Tak heran, di tahun ini mereka mencanangkan target juara meski kemungkinannya kecil.

Beban Amerika Serikat di turnamen ini bisa dibilang ganda. Alasannya, selain target juara dari Jurgen Klinsmann, Amerika Serikat juga memiliki beban “membahagiakan” peserta dan penonton di luar lapangan.

Di dalam lapangan, Negeri Paman Sam berada di grup A bersama Kolombia, Kosta Rika, dan Paraguay. Di atas kertas, Amerika Serikat diyakini berpeluang bakal lolos ke babak knock out usai penampilan baik di laga uji tanding. Namun perjuangan Amerika Serikat tidak akan semudah di laga uji tanding. Pasalnya lawan mereka di babak grup lebih berat ketimbang di uji tanding. Salah satunya adalah Kolombia yang menjadi kuda hitam Piala Dunia 2014 lalu.

Lawan berat bakal ditemui oleh Amerika Serikat di babak knock out. Sebab, juara Copa America 15 kali, Uruguay, juara dunia terbanyak, Brasil, maupun kesebelasan nasional bertabur bintang, Argentina, dipastikan akan lolos dari grup mereka dengan mudah.

Amerika Serikat juga memiliki tugas di luar lapangan, utamanya dalam hal fasilitas dan meningkatkan gairah penonton sepakbola di Negeri Paman Sam. Amerika Serikat juga mengejar misi untuk mendapatkan “kebahagiaan” di luar lapangan. Puluhan ribu pekerja dikerahkan untuk mengejar target dua tahun pembangunan serta perbaikan fasilitas. Dari sisi keuangan, 100 juta dollar dipinjam oleh USSF untuk menutup celah di mana-mana.

Kerja keras Amerika Serikat untuk membuat Copa America Centenario berjalan baik pada akhirnya mulai mendapat pengakuan dari beberapa pihak, salah satunya adalah John Guppy, eks pekerja Piala Dunia 1994 yang kini memiliki sebuah firma pemasaran sepakbola.

“Dibandingkan dengan pembukaan Major League Soccer (pada 1995), turnamen ini lebih banyak menarik minat banyak orang untuk menonton pertandingan sepakbola pria, sejak Piala Dunia 1994,” ujarnya.

“Dalam aspek sisi penyelenggaraan event, keberhasilan pre-event turnamen ini membuktikan bahwa Amerika Serikat siap menjadi tuan rumah,” imbuhnya sambil menghubungkan keberhasilan ini dengan rencana Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.

Tidak hanya soal fasilitas, ticketing dan sponsorship, Amerika Serikat bahkan berani mengklaim event ini akan menjadi layaknya Piala Dunia yang dipenuhi dengan sponsor. Tiket yang diserahkan ke pihak kedua, StarHub, disebut penyelenggara hampir mendekati sold out.

Soal sponsor, Copa America Centenario menjadi salah satu turnamen musim panas yang paling cepat mendapatkan sponsor dan menghabiskan ruang untuk pengiklanan.

“Saya tidak tahu apakah ada negara lain seperti Amerika Serikat yang mampu mendapatkan sponsor dan menjual iklan dalam tempo waktu yang lebih cepat,” ucap Kathy Carter, Presiden Soccer United Marketing, yang merupakan bagian komersil MLS.

Well, dengan target mendapatkan hasil di dalam dan di luar lapangan, apa yang menjadi keyakinan Kevin Baxter, Presiden USSF, tampaknya bakal terjadi. Untuk diketahui, Baxter mengatakan bahwa, “Keberhasilan mendapatkan perhatian dari semua orang, baik di dalam lapangan maupun di luar lapangan, akan membuktikan bahwa Amerika Serikat adalah negara sepakbola.”

ed: fva

Komentar