Batshuayi untuk Pochettino

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Batshuayi untuk Pochettino

Tottenham Hotspur, atau lebih tepatnya Mauricio Pochettino, membutuhkan penyerang baru. Sebagai antisipasi jika Harry Kane cedera, katanya. Sebuah penghalusan untuk “Kane tidak cukup baik” atau bukan, entahlah. Yang jelas Pochettino menginginkan seorang penyerang tengah baru karena Son Heung-min, Clinton N’Jie, dan Nacer Chadli (yaiyalah, Poch; Chadli? Yakali!) dinilainya tidak cocok bermain di posisi Kane.

“Kami memiliki penyerang-penyerang yang dapat bermain seperti Harry,” ujar Pochettino sebagaimana dikutip dari Guardian. “Ada Sonny (Son Heung-min) atau Chadli atau Clinton – mereka dapat bermain seperti seorang penyerang (tengah). Namun saya perhatikan mereka bukan penyerang spesifik, jadi barangkali kami akan mencoba mencari pemain seperti itu yang dapat kami datangkan di bursa transfer berikutnya atau pada musim panas. Kami sedang memperhatikan beberapa pemain saat ini namun pencarian ini sangat tidak mudah.”

Pochettino menginginkan penyerang yang spesifik, dan ia menjelaskan secara spesifik seperti apa penyerang yang ia inginkan: “Yang paling penting adalah kami tidak mengganggu keseimbangan kesebelasan. Penting bagi kami untuk menemukan seseorang yang sangat spesifik. Bagi saya, selalu, kita semua ingin menemukan seorang penyerang yang mencetak banyak gol dan memiliki kondisi fisik yang baik, karakteristik yang baik, yang dapat menekan, dan juga seseorang yang baik.”

Dari apa yang ia katakan, Pochettino: 1) benar; di Tottenham memang tidak ada pemain yang dapat bermain di posisi Kane, atau 2) tidak mengenal Son cukup baik.

Ketika bermain di Bayer 04 Leverkusen, Son memang sering dimainkan sebagai penyerang sayap. Namun itu bukan posisi tetapnya. Tidak ada posisi tetap untuknya. Son, yang memiliki kaki kanan dan kiri sama baiknya, dapat bermain di mana pun di lini depan. Ia tidak mengecewakan sebagai penyerang lubang di Tottenham. Soal bermain menekan janganlah diragukan; Roger Schmidt, pelatih kepala Son semasa di Leverkusen, juga memainkan taktik menekan.

Dapat dimengerti jika Pochettino tidak mau menempatkan Son di posisi Kane. Memainkan Son sebagai penyerang tengah berarti menggeser Christian Eriksen ke tengah dan membiarkan sayap kiri serangan Tottenham tak terisi. Solusinya adalah memainkan Érik Lamela dan dari apa yang saya lihat saya berani menyimpulkan bahwa Pochettino sangat mempercayai komposisi Eriksen-Son-Chadli di belakang penyerang tengah.

Lagipula jika diperhatikan secara seksama, sebenarnya memang Pochettino jarang memainkan pemain sayap yang difungsikan bermain melebar. Itu lah kenapa mungkin Aaron Lennon dipersilakan pergi sementara Andros Townsend hanya baru bermain 70 menit di Liga Primer musim ini.

Jadi, kembali kepada topik pembicaraan, anggaplah memainkan Son di posisi Kane bukan juga merupakan pilihan bagi Pochettino. Susunan pemain di belakang penyerang tengah tidak boleh diubah dan pengganti Kane harus seorang penyerang tengah yang memenuhi kriterianya dan penyerang tersebut harus bukan Clinton N’Jie. Saya terbayang satu nama: Michy Batshuayi.  Pertanyaannya kemudian: Apakah Batshuayi memenuhi semua karakteristik Pochettino?

Mencetak banyak gol ... check! Penyerang tengah Olympique de Marseille ini sudah mencetak sepuluh gol di Ligue 1 musim ini, sama banyak dengan Zlatan Ibrahimovic dan hanya satu gol lebih sedikit dari Benjamin Moukandjo (FC Lorient). Produktivias Batshuayi musim ini terbantu oleh perginya Andre-Pierre Gignac, namun musim lalu saat statusnya masih pelapis Gignac dan sering bermain dari bangku cadangan pun Batshuayi tetap berhasil menemukan cara untuk mencetak sembilan gol dalam 26 pertandingan Ligue 1 Prancis.

Memiliki kondisi fisik yang baik ... check! Sejak bergabung dengan Marseille dari Standard Liège pada 2014, Batshuayi belum pernah sekali pun menderita cedera. Ia bukan pemain dengan kaki kaca dan dalam tubuh mudanya masih tersimpan banyak tenaga.

Soal karakteristik yang baik, Pochettino tidak menjelaskan secara spesifik karakteristik yang ia maksud. Namun cara bermain Batshuayi, yang memiliki kuda-kuda kuat ketika melindungi atau menahan bola, akan sangat berguna di dalam pertandingan Liga Primer yang bertipikal fisik. Gaya main yang berbeda dengan Kane juga akan membuat Pochettino lebih kaya akan pilihan.

Tak usahlah ditanya apakah Batshuayi dapat bermain menekan atau tidak. Pochettino bermain menekan, tidak lain dan tidak bukan, karena ia murid langsung Marcelo Bielsa. Dan Batshuayi, sepanjang musim lalu, dilatih oleh dan bermain di bawah arahan Bielsa.

Kriteria terakhir, orang yang baik, juga dipenuhi Batshuayi. Harus saya akui bahwa saya sebenarnya tidak banyak mengetahui kehidupan Batshuayi di luar lapangan, namun belum pernah hingga saat ini saya mendengar pemberitaan negatif mengenai dirinya.

Semua kriteria terpenuhi Batshuayi. Namun, tentu saja pemain yang memenuhi kriteria-kriteria Pochettino jelas bukan hanya dirinya. Robert Lewandowski dan Pierre-Emerick Aubameyang juga bisa bermain menekan karena keduanya pernah bermain di bawah arahan Jürgen Klopp. Dan secara kualitas keduanya tak perlu diragukan. Tapi ya ... realistis sajalah.

Komentar