Bobotoh dan Pemain Persib Siap Patungan Jika Persib Didenda Karena Koreo Rohingya

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Bobotoh dan Pemain Persib Siap Patungan Jika Persib Didenda Karena Koreo Rohingya

Dalam beberapa hari terakhir ini, sepakbola Indonesia tengah diliputi kisruh soal isu hukuman dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang dialamatkan kepada pendukung Persib Bandung. Isu tersebut mencuat setelah dalam pertandingan lanjutan Liga 1 Indonesia 2017 pekan ke-23 antara Persib melawan Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat akhir pekan lalu, koreografi bertuliskan “Save Rohingya” dipertunjukkan di tribun timur stadion tersebut.

Koreo tersebut dipertontonkan sebagai aksi simpatik yang dilakukan Bobotoh atas apa yang terjadi pada masyarakat muslim etnis Rohingya di Myanmar. Namun ada aturan dalam sepakbola yang menyebut bahwa tidak boleh ada pesan atau atribut apapun di luar sepakbola dan olahraga yang dibawa atau disampaikan di dalam stadion.

Sebelumnya Persija Jakarta dan Sriwijaya FC juga pernah mendapat sanksi dari PSSI karena suporternya kedapatan membentangkan bendera Palestina di dalam Stadion. Sanksi yang diterima oleh Persija dan Sriwijaya tersebut mencuatkan isu bahwa PSSI mengancam Persib dengan sanksi denda sebesar Rp 30 juta karena koreo yang dilakukan oleh Bobotoh di laga melawan Semen Padang.

Namun isu ancaman sanksi itu ternyata tidak benar. Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, mengonfirmasi bahwa sampai dengan saat ini Komite Disiplin PSSI belum melakukan pembahasan terhadap aksi simpatik Bobotoh tersebut. Menurutnya, PSSI tidak akan bersikap gegabah dalam memutuskan sanksi kepada klub. Harus ada proses dan prosedur yang musti ditempuh sebelum sanksi dikeluarkan.

“Ini berita hoax karena masalah ini belum dibahas oleh Komite Disiplin. Jadi ini wilayahnya Komite Disiplin. Mereka nanti yang akan menilai, termasuk sanksi yang akan diputuskan. PSSI tidak mungkin langsung mengancam sanksi denda. Jadi, kita tunggu saja apa yang akan diputuskan Komite Disiplin,” jelas Tisha seperti dilansir dari halaman resmi PSSI.

Kendati demikian, Tisha mengungkapkan bahwa bukan tidak mungkin bahwa apa yang dilakukan Bobotoh berdampak saksi bagi Maung Bandung. Meski begitu ia enggan terlalu dalam menyikapi permasalahan tersebut, karena itu adalah ranah dari Komite Disiplin PSSI. Tisha hanya mengimbau agar semua suporter di Indonesia untuk tidak membawa atribut atau menyampaikan pesan di luar sepakbola ke stadion.

“Semua sudah diatur dalam kode disiplin. Penyampaian pesan atau atribut di luar sepak bola juga akan ada sanksinya,” terangnya.

“Untuk menjaga marwah sepak bola memang bukan pekerjaan yang ringan. PSSI yang sudah diberi mandat oleh masyarakat pun tidak bisa jalan sendirian. Harus ada dukungan dan kesadaran semua pihak. Sepakbola Indonesia bukan hanya milik PSSI. Sepakbola Indonesia milik masyarakat Indonesia. Karena itu harus kita jaga bersama-sama,” sambungnya.

Kasus seperti ini sebenarnya bukan hal aneh dalam sepakbola. Sebelumnya, Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) menjatuhkan denda sebesar 10.000 euro (sekitar Rp 145 juta) kepada Celtic FC. Ini karena tindakan suporter mereka mengibarkan bendera Palestina dalam pertandingan kualifikasi Liga Champions melawan tim Israel, Hapoel Beer-Sheva, pada 18 Agustus 2016. UEFA menganggap bendera tersebut sebagai spanduk terlarang dan dianggap melanggar Aturan Disiplin UEFA artikel 16 ayat 2.

Bobotoh Siap Patungan

Di sisi lain, adanya isu ancaman denda sebesar Rp 30 juta yang akan diberikan PSSI kepada Persib, Bobotoh sudah bersiap patungan atau mengumpulkan uang bersama-sama untuk meringankan beban klub saat dijatuhi sanksi denda itu. Namun Dirijen Viking Persib Club (salah satu organisasi Bobotoh), Yana Umar, mengungkapkan bahwa itu masih sebatas rencana.

Pihak Viking masih akan menunggu keputusan resmi dari PSSI terkait sikap yang akan mereka ambil nanti. Ia tidak menampik bahwa aksi patungan tersebut sudah dilakukan secara inisiatif oleh beberapa kelompok Bobotoh. Namun ia mengungkapkan bahwa akan lebih baiknya bila aksi tersebut dilakukan setelah adanya keputusan yang jelas mengenai sanksi tersebut.

"Sekarang, pokoknya lihat dulu keputusan apa yang akan diambil oleh PSSI. Intinya, kami akan berusaha sebisa mungkin untuk bisa membantu Persib. Kalau benar-benar disanksi silahkan yang mau udunan," kata Yana.

Yana berharap bahwa bila sanksi sudah ditetapkan dan aksi patungan dilakukan, uang hasil patungan tersebut bisa dikumpulkan. Artinya jangan sampai terpisah-pisah agar lebih mudah mengontrolnya. Selain itu bila ada dana lebih, maka uang lebih itu akan disumbangkan langsung kepada masyarakat Rohingya. "Kalau nanti banyak yang menyumbang dan hasilnya bisa lebih, kami akan alokasikan kelebihan dana tersebut untuk disumbangkan langsung ke Rohingya melalui Rumah Zakat,” tukasnya.

Dukungan kepada Bobotoh digelorakan pula oleh para penggawa Persib, salah satunya Achmad Jufriyanto. Pemain yang akrab disapa Jupe itu mengungkapkan bila Bobotoh mendapat sanksi denda karena pesan kemanusiaan yang mereka sampaikan, maka ia siap untuk ikut patungan. Bahkan mengajak juga pemain lain untuk menyisihkan sebagian pendapatannya untuk ikut dalam pengumpulan uang tersebut.

“Saya siap kalau disanksi untuk patungan, mungkin saya juga akan mengajak pemain lain. Saya rasa pemain juga menyayangkan kalau memang harus disanksi karena aksi kemanusiaan itu,” kata pemain yang akrab disapa Jupe tersebut.

Komentar