Everton Gagal Memaksimalkan Potensi Sandro Ramirez

Analisis

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Everton Gagal Memaksimalkan Potensi Sandro Ramirez

Everton membuat Sandro Ramirez ketika memboyongnya dari Malaga Juli lalu. Setelah resmi dikontrak empat tahun, Sandro mengaku sangat senang karena kepindahannya ke Everton adalah langkah besar dalam kariernya.

Sandro merasa Everton adalah tempat ideal baginya. Ia juga meyakini Ronald Koeman (manajer Everton saat itu) akan memberi kepercayaan kepadanya, dan mengembangkan permainannya. Kepindahan itu juga dianggap loncatan terbesar di dalam karier Sandro karena Everton dianggap punya rencana besar dan mampu meraih sukses.

"Saya berharap bisa berteman dalam waktu dekat dan ingin beradaptasi dengan sepakbola dan jalan hidup kota ini," Ujar Sandro ketika didatangkan Everton, seperti dikutip dari Bleacher Reports.

Untuk mendapatkan Sandro, Everton harus bersaing dengan Atletico Madrid yang juga tertarik kepadanya. Real Madrid pun memantau bakatnya ketika ia memperkuat Spanyol di Piala Eropa U-21 2017. Sandro sendiri pemain kelahiran Pulau Gran Canaria, Las Palmas, dan bergabung dengan Barcelona ketika remaja.

Keberanian Mengambil Keputusan

Sandro mampu berkembang dan tampil reguler untuk Barcelona B sebelum mendapatkan debut di skuat senior, melawan Villarreal (31/08/2014) pada pertandingan La Liga 2014/2015. Sandro memanfaatkan kesempatannya itu dengan baik. Ia tampil sensasional.

Hanya 12 menit setelah masuk menggantikan Pedro Rodriguez, Sandro mencetak gol kemenangan Barcelona. Ia mengakhiri musim 2014/2015 dengan 12 penampilan di semua ajang yang diikuti Barcelona. Musim berikutnya ia dimainkan 20 kali dan mencetak tiga gol di bawah kepelatihan Luis Enrique.

Akhirnya Sandro meninggalkan Barcelona setelah mencetak tujuh gol dari 32 penampilan dari seluruh ajang pada bursa transfer musim panas 2016. Ia meninggalkan Barcelona untuk menjadi pemimpin di garis depan Malaga sepanjang musim 2016/2017. Sandro, penyerang utama Malaga, sempat mencetak gol ketika menghadapi klub lamanya.

Penyerang kelahiran 9 Juli 1995 itu bukan tipikal penyerang tradisional. Ia sering menyebabkan banyak masalah bagi pertahanan lawan ketika bergerak turun ke tengah lapangan. Sandro merupakan pelari yang cepat dan memiliki penyelesaian akhir yang mematikan. Pergerakannya juga cerdas.

Buktinya, ia menjaringkan 16 gol dari 32 penampilannya bersama Malaga di semua ajang musim lalu. Seyogyanya, Everton harus senang bisa mendapatkan Sandro . Asumsi itu juga tidak lepas dari klausul pelepasannya dari Malaga hanya seharga 5,2 juta paun sehingga bisa dikatakan, Everton bertindak cerdas dengan merekrut Sandro.

Bakat yang Tersia-sia

Musim ini seharusnya Sandro mendapat sorotan. Maka, penting baginya untuk menemukan konsistensi di Everton. Awalnya, konsistensi itu diperkikaran bakal didapatkannya di bawah Koeman. Apalagi jika mengingat ia cukup fleksibel untuk beroperasi di berbagai posisi berbeda di garis depan, sehingga peluang untuk berada di skuat utama cukup besar.

Kerja keras dan agresinya akan memungkinkan Everton untuk terus menekan di lapangan. Everton berharap Sandro menjadi salah satu kunci kesebelasannya untuk meningkatkan produktivitas gol. Musim lalu, Everton hanya mencetak 62 gol di Liga Primer Inggris. Catatan itu merupakan terburuk kedua setelah Manchester United (54) di antara klub-klub penghuni tujuh besar musim lalu.

Hanya Romelu Lukaku yang menjadi sumber gol utama Everton pada musim lalu. Penyerang yang kini memperkuat Manchester United itu mencetak 25 gol di Liga Primer Inggris. Tidak ada pemain Everton lainnya yang mencetak gol lebih dari dua digit. Ketertarikan Koeman kepada Sandro karena ia adalah pencetak gol yang masih muda dan masa depannya masih panjang.

Sandro diharapkan Everton bisa menghadirkan kualitas di lapangan karena ia adalah pencetak gol yang baik pada musim lalu. Kunci kekuatan Sandro mencetak gol karena kemampuannya berlari kencang tanpa bola dan mencoba menemukan ruang. Sesuatu yang bisa dijadikan keuntungannya dalam berkarier di Liga Primer Inggris.

Tapi nyatanya Sandro belum mampu tampil signifikan di lini depan Everton. Bahkan Sandro sempat tidak masuk ke dalam daftar pemain melawan Olympique Lyonnais pada putaran kedua Liga Eropa 2017/2018. Manajer sementara Everton setelah Koeman dipecat, David Unsworth, justru lebih memilih memainkan Gyfli Sigurdsson menadi penyerang tengah.

Unsworth sendiri menjadi pengganti sementara Koeman yang dipecat pada 23 Oktober lalu. "Saya memilih tim dengan mata yang segar dan akan selalu memilih tim dengan kejujuran yang saya yakini akan memenangkan pertandingan sepakbola," papar Unsworth ketika ditanya tentang tidak didaftarkannya Sandro saat itu, seperti dikutip dari Liverpool Echo.

Padahal ketika Everton pertama kali menandantangani Sandro, muncul spekulasi bahwa ia akan cocok dengan sistem Koeman, karena Sandro memiliki kecenderungan bergerak lebar demi mendapatkan bola, melakukan cut inside dan melepaskan tembakan.

Sandro memiliki kemampuan sepakan jarak jauh dan ekseksusi tendangan bebas langsung mematikan. Tapi kedua keahliannya itu menghilang di kesebelasan berjuluk The Toffees tersebut. Kesalahan Koeman pada waktu itu adalah Sandro sempat dipasangkan dengan Rooney yang sama-sama gemar bermain lebar.

Tipikal kedua penyerang itu membuat tidak adanya pemegang kendali di dalam kotak penalti lawan. Kemudian muncul Dominic Calvert-Lewin atau Omar Niasse di lini depan skuat utama Everton. Keduanya tampil baik di kotak penalti untuk menahan bek tengah lawan agar tetap berada di area tersebut.

Seharusnya salah satu dari Calvert-Lewin atau Niasse bisa dipasangkan dengan Sandro yang memungkinkan untuk berkeliaran menerima bola dari area lain. Jika tidak, pilihan lainnya adalah memainkan Sandro sebagai pemain sayap. Sebetulnya, penilaian untuk Sandro sangat sederhana.

Penilaiannya yaitu, jika dia terbiasa dengan cara sesuai dengan kekuatannya, dia mencetak gol. Bila tidak, dia akan tetap memiliki karir di Everton seperti sejauh musim ini. Sandro sendiri memang belum diberikan dalam peran yang sesuai dengan bakatnya. Hasilnya, kesebelasannya saat ini justru menderita sampai harus melakukan pergantian manajer dua kali.

Sejauh ini pun tiga manajer yang berbeda telah menolak memainkan Sandro di posisi yang paling cocok untuknya. Sam Allardyce yang saat ini resmi menjadi Manajer Everton pun lebih tertarik memainkan Calvert-Lewin atau Niasse di sepertiga akhir lawan. Total, Sandro baru dimainkan 13 kali dan hanya mencetak satu gol dari seluruh ajang yang diikutinya bersama Everton.

Allardyce pun memungkinkan untuk melepas Sandro sebagai pemain pinjaman maupun secara permanen bulan depan. "Sandro belum memutuskannya dengan baik sesuai dengan staf lain di klub sejak saya tiba di sini. Kami berharap dia akan membuat dampak di telepon di suatu tempat," ujar Allardyce Ninety Minutes Online.

Di sisi lain, Atletico Madrid, Malaga, Sevilla dan Valencia berminat untuk meminjamnya pada bursa transfer Januari 2018. Bahkan media Sports Illustrated mengabarkan bahwa Alvaro Morata membujuk Chelsea untuk meminjam Sandro untuk menjadi pelapis di kesebelasan tersebut.

TapiMalaga adalah kesebelasan yang paling merasa kehilangan Sandro. Sewaktu diperkuat Sandro, Malaga berada di peringkat 11 dan rata-rata mencetak 1,29 gol perlaga. Tanpanya, Malaga duduk di peringkat 19 klasemen sementara La Liga musim ini dengan mencetak 0,8 gol perlaga.

"Saya berharap lebih. Pemain bermain di mana yang dia inginkan dan saya pikir Sandro ingin datang dan bermain kembali untuk Malaga. Dari sini, semianya subjektif dan tergantung pada situasi dan negosiasinya," imbuh Michael Gonzales selaku Pelatih Malaga seperti dikutip dari Liverpool Echo.

Sandro adalah pemain muda berkualitas tinggi dan kesebelasannya saat ini justru menyia-nyiakannya. Everton membeli pemain berkualitas yang tidak bisa digunakan dengan baik. Sandro malah terjatuh lebih cepat di Everton dan itu merupakan penghinaan baginya. Di sisi lain, Sandro masih memiliki waktu sampai akhir tahun ini untuk membuktikan diri kepada Allardyce.

Komentar