Pengalaman Sepakbola yang Baru Bersama FIFA 17

Video Games

by Dex Glenniza 39307

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Pengalaman Sepakbola yang Baru Bersama FIFA 17

Dunia ini masih begitu luas untuk 265 juta orang yang bermain sepakbola. Angka tersebut adalah angka yang dihasilkan dari penelitian Matthias Kunz pada tahun 2007. Sembilan tahun telah berlalu, jumlah orang yang bermain sepakbola di dunia tentunya sudah bertambah banyak.

Tapi sepakbola yang sangat umum bagi kita sebagai penonton dan penikmat sepakbola sebenarnya jarang hadir dalam permainan itu sendiri, namun kebanyakan dalam bentuk lainnya seperti tontonan, bacaan, analisis, gambar, dan juga tentunya permainan video atau video game.

Permainan video sudah membawa kita mendapatkan pengalaman yang sangat kaya akan sepakbola. Ini juga yang dilakukan Electronic Arts sebagai publisher salah satu permainan video sepakbola paling terkenal di dunia, FIFA.

Permainan video FIFA terus mengalami perubahan dan pengalaman baru setiap tahunnya. Ini sudah seperti sekuel yang pasti, jika musim 1997/98 ada FIFA 98, musim 1998/99 ada FIFA 99, dan seterusnya, sampai yang terbaru di musim 2016/17 yang akan datang, yaitu serial FIFA 17.

FIFA 17 menjanjikan pengalaman yang benar-benar baru bagi para pemainnya, yaitu dengan jargon, “Football Has Changed”, alias “Sepakbola Telah Berubah”.

Perubahan ini bukan hanya pada tampilan luarnya saja, melainkan juga menawarkan gameplay dan visual yang berbeda. Untuk pertama kalinya, engine yang bernama Frostbite yang sebelumnya dipakai untuk game Battlefield dan Mass Effect akan diaplikasikan ke dalam game FIFA 17.

Apa dampak dari perubahan game engine ini? Kita bisa sedikit mengintipnya pada trailer di bawah ini.

Banyak dari kita, terutama saya yang terus memainkan serial FIFA sejak FIFA 98 sampai FIFA 16, yang penasaran dengan efek dari perubahan engine ini. Sebelumnya FIFA memakai engine yang bernama Ignite.

Engine ini sebenarnya baik-baik saja dan terlihat sangat cocok dengan tipikal permainan video ber-genre olahraga, sehingga sebenarnya tidak ada alasan yang memaksa EA Sports untuk memakai engine baru yang belum terbukti sukses di genre olahraga.

Jadi pertanyaanya adalah, kenapa EA Sports memilih langkah drastis yang berisiko untuk meninggalkan formula yang sudah terbukti sukses? Jawabannya bisa jadi karena kompetitor.

Alasan EA Sports memakai engine baru

Pasar permainan video sepakbola sebenarnya tidak dimonopoli oleh FIFA meskipun mereka memiliki lisensi yang cukup lengkap. Kita bisa melihat serial Pro Evolution Soccer dari pengembang game asal Jepang, Konami, yang sudah menjadi kompetitor utama FIFA setidaknya sejak peluncuran Pro Evolution Soccer (PES) pada 2001.

Sejak 2001, PES terus berlanjut ke PES 2, PES 3, sampai kemudian PES 6, sebelum akhirnya mereka mengubah penamaan mereka menjadi PES 2008 mulai pada edisi ke-7 mereka atau pada tahun 2007.

Jika kita melihat pasar dunia, FIFA bisa dibilang hampir selalu lebih unggul daripada PES. Kecuali mungkin untuk kita di Indonesia, popularitas PES atau Winning Eleven bisa melebihi FIFA terutama sejak PES 6.

Namun dalam dua tahun terakhir, FIFA yang selalu lebih unggul soal angka penjualan (bukan bajakan), jumlah pemain online, dan lisensi, bisa terus ditekan oleh PES.

Berdasarkan skor di Metacritic, situs untuk meninjau dan menilai game, PES 2015 dan FIFA 15 sama-sama memiliki skor 82 untuk console PlayStation 4. Namun pada tahun berikutnya, PES 2016 berhasil naik skornya menjadi 87 sementara FIFA 16 tetap pada skor 82 untuk PS4.

Apa yang membuat perubahan ini? Ya, jawabannya adalah engine yang dipakai oleh Konami, yang mereka namakan Fox Engine. Game engine ini menawarkan teknologi terbaru dalam hal ilmu fisika bola (ball physics), lingkungan, dan aliran aksi permainan secara umum. EA Sports berniat mengimplementasikan hal yang sama dengan engine Frostbite milik mereka.

Dampak engine baru terhadap permainan

Setelah kita memahami kenapa EA Sports mau menggunakan engine terbaru untuk FIFA 17, kemudian kita juga jadi penasaran, apa dampak engine baru tersebut kepada permainan? Dampaknya ternyata sangat banyak, bahkan semuanya akan berpengaruh karena perubahan engine ini.

EA Sports sudah lama mengerjakan konsep besar mereka yaitu Living Worlds untuk game-game yang ber-genre olahraga. Frostbite bisa membantu mereka merealisasikan konsep besar ini.

Pada game Battlefield misalnya, engine Frostbite sangat membantu respon dan interaksi para gamer online yang tersebar pada peta permainan yang luas, di mana hampir seluruh obyek bisa saling berinteraksi pada saat yang bersamaan.

Jika kita melihat sepakbola sebagai permainan 11 melawan 11 di dalam area yang lebih kecil, pastinya ini akan berdampak lebih bagus daripada Battlefield.

Satu hal yang pasti, peningkatan akan terjadi pada lingkungan di sekitar permainan, seperti detail stadion dan penonton. Hal ini akan menambah pengalaman bermain game yang serupa dengan menonton pertandingan sepakbola, bahkan mungkin bisa seperti menonton langsung di stadion.

Kekuatan utama Frostbite juga terletak pada efek cuaca, jadi akan sangat menarik melihat bagaimana hujan, salju, bahkan angin akan terlibat lebih detail pada FIFA 17 nanti. Bagaimana engine ini bisa diterima nantinya oleh para pemain adalah hal yang akan menentukan bagaimana game ini bisa dinikmati.

Jika Anda masih belum bisa membayangkan seperti apa engine Frostbite, Anda bisa melihat video di bawah ini.

Masa depan permainan video sepakbola

Frostbite akan menampilkan keaslian, aksi yang nyata, membawa para pemain kepada dunia sepakbola yang baru, dan mengenalkan fans kepada karakter yang lebih dalam dan lebih emosional,” kata David Rutter selaku produser eksekutif FIFA 17 seperti yang kami lansir dari Gamespot.

“Kami tidak pernah sesenang hari ini ketika membicarakan masa depan sepakbola dan pengalaman yang ingin kami sajikan di FIFA 17."

Informasi lebih lengkap mengenai FIFA 17 akan dirilis oleh EA pada ajang pra E3 2016 pada 12 Juni 2016. Sedangkan FIFA 17 sendiri rencananya akan dirilis pada 27 September 2016.

Sejumlah bintang sepakbola seperti James Rodriguez (Real Madrid), Anthony Martial (Manchester United), Eden Hazard (Chelsea), dan Marco Reus (Borussia Dortmund) yang sudah muncul pada trailer di atas disebut akan memberikan pengaruh inovasi yang besar pada simulasi aksi di lapangan nantinya.

Apakah langkah perubahan engine dari EA Sports ini merupakan langkah yang tepat? Kita memang masih menunggu jawabannya. Tapi sambil menunggu, sebaiknya kita mulai menabung karena dari seluruh penjelasan engine Frostbite di atas, kita membutuhkan PC yang super atau console yang canggih untuk menikmatinya.

Komentar