Harga Paul Pogba Memang Lebih dari 100 juta Euro

Taktik

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Your personal football analyst. Contributor at Pandit Football Indonesia, head of content at Box2Box Football, podcaster at Footballieur, writer at Tirto.ID, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach... Who cares anyway! @dexglenniza

Harga Paul Pogba Memang Lebih dari 100 juta Euro

Lanjutan dari halaman sebelumnya

Menilai 100 juta euro dari perspektif Pogba sebagai nyawa utama Juventus

Bagi pemain semuda Pogba, ia sudah banyak diberikan tanggung jawab dan tekanan. Kita tidak bisa menghakimi permainan Pogba hanya ketika ia berlaga di Piala Eropa 2016.

Jika kita memberi label “overrated” hanya karena penampilannya di Piala Eropa 2016, kita sesungguhnya secara tidak langsung telah melabeli diri kita sendiri dengan label “penonton baru kemarin sore” seolah kita lupa Pogba adalah pemain yang sangat cemerlang bersama Juventus dalam empat tahun terakhir.

Penampilan pemain bertinggi 191 cm ini di level kesebelasan bersama Juventus sudah menimbulkan decak kagum bagi banyak orang. Ia selalu bisa melebihi ekspekstasi banyak orang ketika di Juventus.

Pogba datang ke Juventus ketika usianya baru 18 tahun. Sejak itu ia sudah menjadi pemain utama “Si Nyonya Tua”. Dalam empat tahun, ia berhasil memenangkan delapan gelar tim (4 scudetto, 2 Coppa Italia, dan 2 Supercoppa Italiana), sekitar sembilan gelar pribadi (salah satunya adalah asis terbanyak Serie A musim lalu), termasuk mencetak gol di dua final Coppa Italia.

Tentu saja kita tidak lupa kalau Juventus memiliki pemain seperti Andrea Pirlo, Arturo Vidal, dan Carlos Tevez. Tapi ketiga pemain tersebut selanjutnya telah meninggalkan Juventus.

Tidak semua pemain bisa menjadi pemain yang berpengaruh, atau nyawa utama, bagi kesebelasan sekelas Juventus. Menjadi pemain utama di Juventus tentu berbeda dengan menjadi pemain utama di Tottenham Hotspur dahulu (mengacu pada Bale). Apalagi Pogba mewarisi nomor punggung 10 yang legendaris.

Sejauh ini di Italia, kemampuan utama Pogba adalah untuk bisa selalu menerima tekanan yang menerpanya dan menampilkan performa yang baik, bahkan cenderung melebihi ekspektasi.

Dari paragraf pertama sampai paragraf ini sesungguhnya menunjukkan bahwa Pogba adalah pemain yang ditakdirkan untuk kejayaan dan investasi jangka panjang. Talenta atau prospeknya, ditambah sikap, kepemimpinan, dan karismanya, adalah sesuatu yang wajar diberi nilai lebih dari 100 juta euro. Tapi kembali, ini hanya persepsi ditambah opini dari saya.

Menilai 100 juta euro dari perspektif Pogba sebagai salah satu gelandang terbaik dunia

Kalau dipikir-pikir, pemain yang biasa mencetak banyak gol, seperti Ronaldo atau Messi, atau Harry Kane juga bisa, lah, adalah pemain yang pantas dihargai mahal. Tapi kita juga jangan mempersempit perspektif kita untuk menghindari bahwa gelandang, bek, atau penjaga gawang juga bisa berharga mahal.

Saat ini, siapa gelandang yang bisa dikatakan complete midfielder seperti Pogba? Seorang gelandang yang bisa bertahan, menyerang, dan berkreasi, dengan kualitas fisik, teknik, dan kecepatan permainan.

Dalam sepakbola modern, berdasarkan rekap dari International Centre for Sports Studies (CIES) Football Observatory, Pogba termasuk salah satu gelandang komplet bersama dengan Moussa Dembélé, Blaise Matuidi, Ä°lkay GündoÄŸan, Bamidele Alli, Yaya Touré, Miralem Pjanić, Toni Kroos, Andrés Iniesta, dan Saúl Ñíguez.

Bahkan dibandingkan kesembilan pemain di atas pun, kita bisa sepakat (umumnya) kalau Pogba memiliki kemampuan dan potensi di atas seluruh pemain di atas. Diasah dengan berlatih dan bermain bersama Pirlo, Vidal, Tevez, Claudio Marchisio, dan para maestro lainnya, Pogba telah berada pada level yang lebih tinggi dibanding kesembilan pemain di atas. Secara kasar, bisa dibilang harganya yang naik drastis adalah "biaya sekolah" Pogba selama di Juventus.

Ini juga menjadi opini kuat kalau Pogba bisa semahal dan sehebat ini karena ia pindah ke Juventus. Pogba mungkin bisa tidak bernasib seperti ini jika ia tetap tinggal di Manchester United. Siapa yang tahu, sih, dan sejarah tidak mengenal pengandaian.

Kunci lainnya yang menjadikan Pogba sebagai gelandang terbaik dunia justru adalah karena ia bermain di Serie A Italia. Persepsi kita selama ini adalah Serie A yang tidak semenarik Liga Primer. Kita boleh percaya atau tidak dengan persepsi tersebut. Tapi menurut persepsi saya, Serie A bisa lebih kompleks daripada Liga Primer, terutama untuk pemain teknis seperti Pogba.

Jumlah ruang yang bisa didapatkan oleh seorang gelandang di Serie A sangatlah terbatas, bahkan cenderung hampir tidak ada, tapi di sini lah kita bisa melihat kemampuan utama seorang pemain. Serie A membantu mengembangkan semua aspek positif Pogba.

Ia bisa berpikir lebih cepat dalam berkreasi maupun mengantisipasi lawan. Dengan ruang yang lebih banyak dan tipikal permainan yang lebih terbuka Liga Primer, kualitas Pogba (di atas kertas) bisa lebih terlihat.

Menilai 100 juta euro dari perspektif pembeli (Manchester United)

Dari seluruh penjelasan di atas, perpindahan Pogba adalah kehilangan yang besar bagi Juventus. Manchester United juga sudah berkorban banyak untuk mendapatkan pemain yang besar pula.

Kemampuan Pogba yang sudah disebutkan di atas, ditambah kecepatannya untuk bertindak sebagai gelandang box-to-box (102 dribel sukses, lebih banyak dari pemain United manapun musim lalu), akan membuatnya sulit dihentikan. Kualitasnya bisa memecah taktik serangan lawan sekaligus menciptakan peluang mencetak gol bagi ia dan rekan-rekannya.

Di Manchester United nanti bersama José Mourinho yang sepertinya sudah ngebet mendapatkannya, ia akan cocok bermain sebagai salah satu gelandang dari dua gelandang bertahan (dalam formasi 4-2-3-1) maupun gelandang yang lebih free role (biasanya sebelah kiri di posisi gelandang tengah dalam formasi 4-3-3).

Di Juventus, terutama ketika ia berperan sebagai gelandang tengah sebelah kiri yang free role dari tiga gelandang di tengah, ia banyak terbantu oleh pergerakan Patrice Evra di sayap (wing-back) kiri. Di United nanti, ia akan mendapatkan rekan yang lebih eksplosif dan bertenaga, yaitu Luke Shaw.

Kita mungkin akan sedikit teringat dengan Angel Di Maria (bukan karena harganya yang juga tinggi maksud saya) yang juga free role di lini tengah United. Bedanya, Pogba memiliki kualitas dalam bermain defensif, sehingga membuatnya lebih komplet.

Di atas kertas dan dari apa yang sudah terjadi di tim akademi United dan Juventus, Pogba bisa menjadi playmaker, goalscoring midfielder, gelandang box-to-box, berperan lebih dalam dan lebih defensif, dan bahkan semuanya sepaket. Ini yang akan mewajarkan nilai transfernya.

Kalau soal harga, kita tidak sedang membicarakan pemain Inggris yang seperti junk food (Pogba hampir berstatus homegrown andai ia tetap di Inggris selama 3 bulan lagi). Kita sedang membicarakan harga lebih dari 100 juta euro seolah kita lupa kalau Gareth Bale memiliki harga 101 juta euro, Gonzalo Higuain 90 juta euro, James Rodriguez 75 juta euro, dan Raheem Sterling 62,5 juta euro.

Kita sedang membicarakan harga lebih dari 100 juta euro seolah kita lupa kalau Manchester United selalu berada pada tiga besar kesebelasan terkaya di dunia dalam dua dekade terakhir. Seolah kita selalu berkiblat pada Ronaldo dan Messi serta Real Madrid dan Barcelona yang agung (maksud saya tajir) itu.

Kalau Ronaldo dan Messi sudah tidak mungkin terbeli (kalaupun terbeli, pasti akan terkena Financial Fair Play), ditambah inflasi dan juga efek dari brexit (nilai mata uang paun merosot jauh setelah Inggris Raya keluar dari Uni Eropa), ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk melihat pemain dengan harga lebih dari 100 juta euro.

Menilai 100 juta euro dari perspektif kita sebagai penonton dan komentator

Yang pindah siapa, yang beli siapa, yang punya duit siapa. Kalau kita cuma bisa protes, seharusnya kita malu. Jadi daripada protes, lebih baik kita ucapkan selamat untuk Mino Raiola* Manchester United!

*Mino Raiola adalah agen yang menaungi Paul Labile Pogba.

Komentar