Rolando Mandragora Bukan untuk Saat Ini

Taktik

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Rolando Mandragora Bukan untuk Saat Ini

Menang melawan Chievo, Udinese, AC Milan, Cesena, Atalanta, dan AS Roma adalah hasil dari enam pertandingan Serie A pertama Massimiliano Allegri bersama Juventus. Hasil imbang di kandang Sassuolo dan kemenangan kandang atas Palermo ia raih dalam dua pertandingan setelahnya. Hanya satu kali bermain imbang dan tujuh kali menang – enam di antaranya beruntun – dalam delapan pertandingan pertama; kurang impresif apa?

Pekan kesembilan mengharuskan Juventus bertandang Stadio Luigi Ferraris. Juventus, penghuni peringkat kedua, berhadapan dengan Genoa yang, setelah delapan pertandingan, hanya mampu menempatkan diri di peringkat kesembilan. Kekalahan belum terlihat berani menyentuh Allegri dan Juventus-nya. Apa yang terlihat di lapangan mendukung anggapan tersebut; anggapan yang pada akhirnya terbukti salah.

Kedudukan tetap sama kuat hingga di menit ke-94 –iya, di menit keempat setelah waktu normal– Luca Antonini mencetak gol ke gawang Gianluigi Buffon. Sang pencetak assist adalah Alessandro Matri, eks pemain Juventus yang pindah ke Milan pada 2013. Matri bermain untuk Genoa karena sedang menjalani masa pinjaman dari Milan.

Begitulah. Gol tunggal Antonini mengantar Allegri merasakan kekalahan Serie A pertamanya bersama Juventus. Sedikit sandungan di tengah jalan. Kecil, namun menonjol karena itulah kekalahan pertama dan terakhir Allegri bersama Juventus di Serie A sepanjang tahun 2014. Sebagai catatan, Juventus-nya Allegri baru kalah lagi pada 11 April 2015, di pekan ke-30 Serie A, melawan Parma.

Tiga sandungan kecil (satu kekalahan lain adalah ketika melawan Torino pada pekan ke-32) tidak mengganggu perjalanan Juventus. Mereka tetap berhasil menjuarai Serie A musim 2014/15. Namun sebagai kekalahan Serie A pertama Allegri bersama Juventus, kekalahan dari Genoa pantas mendapat lebih banyak perhatian ketimbang kekalahan melawan Parma atau Torino. Terlebih lagi karena dalam pertandingan tersebut seorang pemuda menjalani debutnya di level senior dan pemuda tersebut, kabarnya, saat ini sedang menuju Juventus.

Rolando Mandragora namanya. Lahir pada 29 Juni 1997, Mandragora menjalani debutnya tepat ketika ia berusia 17 tahun 4 bulan. Ia bermain sebagai gelandang, di posisi paling tengah dalam formasi 3-5-2 yang Gian Piero Gasperini mainkan saat itu. Mandragora bermain selama 69 menit sebelum akhirnya ditarik keluar di hadapan 21.649 pasang mata untuk memberi tempat kepada Juraj Kucka.

Menjalani debut dalam pertandingan melawan Juventus bukan undangan pesta bersama kesebelasan utama. Setelah pertandingan tersebut Mandragora harus menunggu selama 13 pertandingan untuk bermain kembali. Itu pun hanya dua menit. Sepanjang musim Mandragora bermain dalam tiga pertandingan Serie A lain, namun total jumlah menit bermainnya dalam lima pertandingan sepanjang musim 2014/15 hanya 131 menit. Satu pertandingan plus satu babak pun tidak.

Genoa belum melihatnya sebagai pemain utama. Musim ini Mandragora dipinjamkan ke Pescara. Sementara pintu Genoa belum sepenuhnya terbuka, pintu Juventus terbuka untuknya.

Per Gianluca Di Marzio: agen Mandragora, Vincenzo Pisacane, terlihat di Turin pada Selasa (12/1) untuk menyelesaikan negosiasi transfer Mandragora senilai 14 juta euro, separuhnya dibayar di muka sementara sisanya dibayar setiap Mandragora memenuhi klausul yang tertera dalam kesepatakan antara Juventus dan Genoa. Sang pemain sendiri kabarnya akan menandatangani kontrak berdurasi lima tahun.

Lima tahun untuk seorang pemain berusia 18 tahun seharga 14 juta euro adalah langkah yang jelas: Juventus ingin mengamankan aset masa depan. Maka pertanyaan yang tepat bukan “akankah Mandragora menjadi pemain utama Juventus?” melainkan “kapan Mandragora menjadi pemain utama Juventus?”

Jawabannya: tidak dalam waktu dekat.

Pertama, karena Mandragora masih akan bertahan di Pescara hingga musim ini selesai andai kesepakatan antara Genoa dan Juventus terjalin di bursa transfer kali ini pun. Kedua, masih ada Claudio Marchisio dan Allegri tidak memiliki kebiasaan langsung mengangkat pemain muda menjadi pemain utama.

Mandragora kemungkinan besar akan menghabiskan musim pertamanya di Juventus dengan sesekali bermain, namun akan lebih banyak duduk dan belajar. Lain hal, gaya main Mandragora berbeda dengan Marchisio. Allegri tentu tahu bahwa langsung menempatkan pemain baru di kesebelasan utama, terutama pemain yang memiliki gaya berbeda, bukan langkah bijak. Semua butuh proses.

Mandragora, seringnya, bermain sebagai gelandang bertahan. Ia melindungi lini belakang dari serangan lawan dengan menutup ruang dan megarahkan lawan, bukan dengan terjangan-terjangan tackle. Keterlibatannya dalam permainan tidak terbatas di situ saja. Mandragora bukan Andrea Pirlo yang elegan dan mampu mengatur serangan dari kedalaman, namun Mandragora tak canggung terlibat dalam serangan jika ia berhasil merebut penguasaan bola dan melihat ada peluang untuk memulai serangan; entah dengan umpan-umpan panjang atau dengan berlari dan melibatkan diri di sepertiga akhir.

Menempatkan seorang pemain seharga 14 juta euro di bangku cadangan memang pemborosan, namun tidak berarti itu langkah yang salah. Mandragora memiliki modal untuk menjadi pemain utama, namun ia masih sangat hijau dan membutuhkan banyak bimbingan. Lagipula ia masih remaja dan kontraknya berdurasi lima tahun. Menghabiskan satu di antaranya untuk duduk dan memperhatikan jelas tidak merugikan.

Komentar