Preview Juventus vs Dortmund: Duel Serangan Balik

Taktik

by Randy Prasatya

Randy Prasatya

Everything you can imagine is real.

Preview Juventus vs Dortmund: Duel Serangan Balik

Dalam lanjutan 16 besar UEFA Champions League (UCL), Borussia Dortmund akan bertandang ke Juventus Stadium dalam leg pertama babak perdelapanfinal. Di pertandingan yang akan berlangsung malam nanti, ingatan kita akan dibawa kepada laga final Champions tahun 1997. Kala itu Dortmund membawa piala UCL untuk pertama kali dan terakhir kalinya saat menumbangkan Juventus dengan skor 3-1.

Duel kedua kesebelasan ini merupakan salah satu pertandingan yang paling menarik di putaran 16 besar. Dortmund yang kini sedang berjuang untuk terus menjauh dari zona degradasi di Bundesliga, secara mengejutkan tampil superior ketika di UCL dan keluar sebagai juara grup. Catatan seperti itulah yang harus diantisipasi oleh Massimiliano Allegri.

Sedangkan Juventus, mereka sangat superior di liga domestik, namun memiliki kendala ketika tampil di UCL. Untuk lolos dari fase grup pun, Juve harus melakoni laga penentuan di pertandingan terakhir. Meskipun tampil kurang memuaskan seperti dalam hal penyelesaian akhir, Si Nyonya Tua menjadi kontestan penghasil penguasaan bola terbanyak dengan catatan 64,3% di bawah Bayern yang mencatatkan 66,1% dan Barcelona 65,9%.

Jika Juventus lebih unggul dalam hal penguasaan bola, lain halnya dengan Dortmund yang sangat berbahaya ketika di area sepertiga lawan. Tim asal Jerman ini menghasilkan rataan 16 tendangan ke gawang dengan akurasi 7,3, menjadikan catatan akurasi terbaik di bawah Real Madrid. Berbeda dengan Juventus yang hanya 15,5 per pertandingan serta akurasi yang rendah 5,7.

Antisipasi Serangan Balik

Juventus memilik keunggulan penguasaan bola yang terkadang cenderung berimbas kepada garis pertahanan yang tinggi. Hal ini bisa menjadi senjata mematikan yang dapat di manfaatkan Dortmund. Dengan mengandalkan kecepatan Reus dan Mkhitaryan yang dominan bergerak melalui kedua sisi, akan menjadi tugas berat bagi Lichtsteiner dan Evra/Padoin untuk beradu kecepatan.

Dan sebaliknya bagi Dortmund. Meski memiliki kekuatan dalam hal melakukan serangan balik, justru anak asuh Jurgen Klopp memiliki kelemahan dalam antisipasi serangan balik. Antisipasi serangan balik menjadi keluhan yang belum terselesaikan oleh Klopp. Bahkan pada pertandingan terakhir mereka di Bundesliga, Dortmund kecolongan 2 gol setelah pemain belakang sering melakukan kecerobohan dalam mengantisipasi serangan lawan. Hal itulah yang diungkapkan ?lkay Gündo?an setelah menekuk Stuttgart dengan skor 3-2.

Juve Dortmund (1)

Konsistensi Juventus di liga domestik akan menghadapi ujian yang teramat berat. Bianconeri harus dapat bermain seefektif mungkin  di depan kotak penalti Dortmund. Begitu pun dengan Dortmund. Jika mereka tidak mampu membenahi permasalahan di lini belakang, anak-anak asuh Allegri akan sangat nyaman memainkan umpan-umpan pendek di depan kotak penalti Dortmund. Dan dendam final UCL 1997 mungkin saja bisa terbayar.

Infografis oleh: 

Komentar