Pahlawan Tak Terduga Redakan Ketakutan Allardyce

Taktik

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Penanggung jawab rubrik PanditSharing dan Backpass. Penyunting naskah Cerita.

Pahlawan Tak Terduga Redakan Ketakutan Allardyce

Ketakutan Sam Allardyce terhadap Wilfried Bony benar-benar terbukti. Sembilan belas menit pertandingan berjalan, sang pemain berhasil mencetak gol. Swansea City, tim tamu, dibawanya meraih keunggulan atas tim penjamu; West Ham United. Kemenangan pada akhirnya tetap menjadi milik tuan rumah, karena mereka diselamatkan oleh seorang pahlawan tak terduga.

Kemenangan West Ham ditutup oleh gol yang dicetak oleh Diafra Sakho pada menit ke-86. Posisinya di daftar pencetak gol terbanyak West Ham musim ini pun semakin kuat. Tidak ada pemain West Ham lain yang berhasil mencetak gol lebih banyak ketimbang Sakho – pemain yang baru bergabung dari klub Ligue 1, FC Metz, pada musim panas lalu – di musim ini.

Namun bukan Sakho pahlawannya. Pemain yang dimaksud adalah sosok yang membantu Sakho, lewat sebuah umpan terobosan, untuk mencetak gol. Pemain yang dimaksud adalah sang pemain terbaik di pertandingan ini, peraih penghargaan Man of the Match, Andrew Thomas Carroll. Andy Carroll.

Stadium of Light, 31 Maret 2014. Pada hari itu, tuan rumah Sunderland menderita kekalahan ketika menjamu West Ham. Hari itu, Carroll memanfaatkan sepak pojok Mark Noble untuk membuka keunggulan pada menit kesembilan. Tak selesai sampai di situ, Carroll membawa timnya unggul lebih jauh lewat assist untuk Mohamed Diamé di menit ke-50.

Selepas hari itu, tidak ada gol atau assist yang berhasil dipersembahkan oleh Carroll (selain aksinya di pekan ke-37 Premier League musim 2013/14, yang membuat Harry Kane mencetak gol bunuh diri dalam kemenangan 2-0 yang diraih oleh West Ham di pertandingan melawan Tottenham Hotspur).

Tidak termasuk pertandingan semalam, musim ini Carroll baru ambil bagian di empat pertandingan. Salah satu diantaranya adalah satu menit di laga kandang melawan Aston Villa (pertandingan hari Sabtu tanpa gol di pekan ke-11, 8 November 2014). Sebelum menjamu Swansea, Carroll juga hanya bermain selama 65 menit dalam kemenangan tandang melawan West Bromwich Albion.

Namun di pertandingan melawan Swansea ia benar-benar tampil sebagai penyelamat. Dua kali ia membobol gawang Swansea dengan keahlian yang ia miliki. Gol pertama, gol penyeimbang kedudukan, tercipta pada menit ke-40. Gol kedua, gol yang membawa West Ham berbalik unggul, ia ciptakan di menit ke-65. Assist untuk Sakho menjadi bonus tersendiri.

“Pergerakan di dalam kotak penalti adalah kunci. Sundulan dalam kotak penalti hanya dapat terjadi setelah pergerakan yang tepat dan ia berhasil mencetak gol dengan cara itu. Ketika Carroll mendapatkan ruang yang ia butuhkan, ia tak dapat dihentikan,” puji Allardyce selepas pertandingan.

CARROLLLLLLLL

Statistik pertandingan menegaskan arti penting Carroll dalam kemenangan ini. Keunggulan yang ia miliki tak hanya membawa Carroll mencetak dua gol dan memenangi 13 dari 17 duel udara yang ia hadapi, namun juga mengamankan gawang West Ham sebanyak tiga kali. Dan bolehlah umpannya tidak tepat sasaran sebanyak delapan kali. Namun ia juga membayarnya dengan dua buah peluang dan (tentunya) sebuah assist.

Bisa jadi penampilan gemilang tersebut ada hubungannya dengan komentar Allardyce mengenai penyesalan yang ia miliki karena lebih memilih Carroll ketimbang Bony (yang dalam dua musim terakhir lebih tajam dari Carroll). Bisa jadi, tidak ada sama sekali.

Terlepas dari ada atau tidaknya motivasi dari komentar Allardyce mengenai Bony dalam penampilan gemilang Carroll, West Ham tetap diuntungkan: West Ham naik posisi ke peringkat ketiga (walaupun hanya sementara, mengingat salah satu dari Southampton dan Manchester United akan menduduki posisi tersebut apapun yang terjadi malam nanti) dan Allardyce memiliki banyak opsi di lini depan.

Komentar