Penyesuaian Saat Bertanding di Tengah Hujan

Sains

by Wimpi Pardede

Wimpi Pardede

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Penyesuaian Saat Bertanding di Tengah Hujan

Pada bulan May 2008, babak final Liga Champions 2008 antara Manchester United melawan Chelsea digelar dalam kondisi hujan lebat. Pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1 pada waktu normal dan tidak berubah pada perpanjangan waktu. Manchester United kemudian keluar sebagai juara setelah menang di babak adu penalti dengan skor 6-5.

Terdapat satu kejadian yang selalu diingat dan menjadi bahan ejekan kepada fans Chelsea saat babak adu penalti pada pertandingan ini. Saat tendangan kelima, kapten Chelsea, John Terry sebenarnya bisa menjadi penentu kemenangan Chelsea. Namun, Ia justru terpeleset saat menendang dan membuat tendangannya melebar dari gawang.

Hujan lebat dan lapangan yang basah menjadi salah satu hal yang membuat Chelsea gagal meraih gelar Liga Champions pada malam itu. Terlepas dari kemungkinan ada faktor lain seperti tekanan pertandingan yang membuat Terry gagal mengeksekusi tendangan dengan sempurna, hujan lebat yang membuat lapangan basah tentu mempunyai andil dalam kegagalan Chelsea.

VIDEO: Gelar Eropa FC Bayern



Sebagai olahraga yang dilakukan di area terbuka, cuaca buruk memang bisa mempengaruhi jalannya pertandingan sepakbola. Sedikit banyak, hujan lebat dapat mempengaruhi jalannya pertandingan atau bahkan menjadi penentu hasil pertandingan. Tidak jarang pertandingan sepakbola harus ditunda atau dihentikan sementara karena hujan lebat di area stadion tempat berlangsungnya pertandingan.

Tak hanya menyebabkan permukaan lapangan menjadi licin aliran bola yang tidak berjalan dengan semestinya, adaptasi fisiologis pemain terhadap hujan juga mengalami perubahan. Dalam International Journal of Sports Medicine pada tahun 2013 lalu, dijelaskan bahwa hujan menurunkan temperatur tubuh dan kulit. Selain itu, hujan juga meningkatkan konsumsi udara dan oksigen yang dihirup atlet saat melakukan aktivitas fisik. Artinya, hujan mengindikasikan peningkatan beban fisik terhadap pertandingan

Apa saja yang perlu diperhatikan untuk bermain di tengah hujan?

Pemanasan menjadi hal yang harus diperhatikan saat bermain dalam keadaan hujan atau dalam suhu dingin. Menurut Dr. Timothy Miller yang merupakan Spesialis Pengobatan Olahraga dan Bedah Ortopedi dikatakan bahwa waktu pemanasan harus ditambah meskipun untuk atlet yang hanya bertanding dalam hitungan detik. Dr. Miller juga menyarankan agar atlet melakukan pemesanan atau stretching di dalam ruangan. Sebab saat atlet harus melakukan stretching yang mana ada sedikit kondisi statis disana, hujan akan kembali menurunkan suhu tubuh atlet sehingga pemanasan menjadi tidak optimal

Menjaga kondisi cairan tubuh adalah hal kedua yang harus diperhatikan pemain dalam kondisi hujan atau dingin. Menurut penelitian Robert W Kenefick (dkk, 2004) lalu, dikatakan bahwa kondisi dingin menurunkan sensasi haus hingga 40%. Akibatnya pemain terkadang lupa untuk mengkonsumsi air minum di tengah pertandingan ataupun latihan. Padahal, meskipun hujan menurunkan jumlah keringat, namun atlet akan terus mengalami penurunan cairan tubuh dari pernapasan. Padahal, 2% saja tubuh kehilangan cairan akan menurunkan kemampuan performa sepak bola seperti kemampuan untuk melakukan sprint dan kemampuan dribble

Bertanding dalam kondisi hujan, pemain juga harus melakukan re-warm up di tengah jeda antar babak. Dalam Journal of Sports Medicine dijelaskan bahwa aplikasi 5 menit saja aktivitas eksplosif seperti sprint atau melompat setelah jeda babak kedua terbukti mampu meningkatkan power dibanding hanya istirahat pasif selama 15 menit (jeda babak kedua)

Pemilihan jenis sepatu juga harus menjadi perhatian. Hujan membuat permukaan lapangan menjadi lebih lembut, jika pemain menggunakan sepatu yang sama akan mengakibatkan penurunan traksi terhadap lapangan bermain dan pemain akan sering terpeleset. Saat hujan, dianjurkan memilih sepatu dengan stud yang berjumlah lebih sedikit, lebih panjang, dan dan terbuat dari metal. Dalam Journal Plos One yang meneliti kemampuan rotational traction beberapa model sepatu sepak bola, menghasilkan kesimpulan bahwa sepatu (Tiempo SG) yang memiliki stud lebih panjang, sedikit, terbuat dari bahan metal menunjukkan angka rotational traction yang lebih tinggi dibanding model sepatu lainnya.

Dalam hal pakaian yang dipakai para pemain, guyuran hujan tentu akan meningkatkan beban akibat air yang terserap oleh pakaian. Namun perkembangan teknologi sedikit banyak meminimalisir hal ini. Dengan bahan polyester yang saat ini digunakan sebagai jersey sepakbola, berat jersey hanya bertambah 0,4% dari berat aslinya saat digunakan di tengah hujan. Perubahan berat ini dianggap tidak akan mengganggu performa pemain di lapangan. Hanya saja pemain tetap harus mengganti jersey mereka dengan jersey baru yang masih kering saat halftime untuk membuat tubuh tetap hangat di tengah guyuran hujan.

Komentar