Mengenal Istilah-istilah Statistik di Sepakbola

Sains

by Dex Glenniza 349211 Pilihan

Dex Glenniza

Your personal football analyst. Contributor of Pandit Football Indonesia, manager of Box2Box Media Network, podcaster of Footballieur, creative writer of Tirto.ID, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach... Who cares anyway! @dexglenniza

Mengenal Istilah-istilah Statistik di Sepakbola

Istilah statistik pada duel

Usaha memperebutkan dan mempertahankan bola disebut juga sebagai duel (memiliki Bahasa Inggris yang juga duel), yang di dalamnya terdapat statistik dari jumlah seluruh tekel, dribel, dan duel bola udara.

Pertama, tekel atau tackle yang bisa didefinisikan ketika pemain berusaha merebut penguasaan bola lawan di atas lapangan (bukan di udara) dengan usaha menjulurkan kaki. Tekel ini kemudian akan memiliki dua jenis, yaitu tekel meluncur atau sliding tackle dan tekel berdiri atau stand tackle.

Tekel akan dianggap berhasil atau tackle won atau successful tackle, jika bola berhasil direbut baik oleh dirinya sendiri (si palaku tekel) maupun rekannya, atau bola tersebut keluar dari lapangan. Sementara tekel gagal atau tackle lost atau failed tackle adalah tekel yang membuat bola tetap dikuasai oleh lawan, baik oleh pemain yang ditekel maupun oleh rekannya, atau juga menghasilkan pelanggaran.

Ada pula istilah tekel melenceng atau missed tackle yang memiliki arti tekel yang tidak mengenai lawan maupun bola, biasanya dapat dilihat secara jelas pada sliding tackle. Kemudian untuk pelanggaran atau foul, memiliki dua kemungkinan, yaitu pemain yang melanggar atau fouls committed atau foul conceded; serta pemain yang dilanggar atau fouls suffered atau foul won.

Dari statistik tekel ini kita bisa mendapatkan tingkat rata-rata kesuksesan tekel atau tackle success rate dengan menghitung tekel sukses dibagi total tekel. Bisa dikalikan 100 persen untuk kita mendapatkan persentasenya.

Biasanya tekel dilakukan kepada pemain yang melakukan dribel atau menggiring bola atau take on, yang bisa diartikan sebagai upaya pemain melewati lawan dengan menggiring bola. Jika dribelnya sukses (successful take on), maka pemain tersebut akan berhasil melewati lawan. Sebaliknya, akan menghasilkan dribel yang gagal (failed take on).

Dari statistik dribel, kita bisa mendapatkan rata-rata kesuksesan dribel atau take-on success rate dengan menghitung dribel sukses dibagi total usaha dribel. Bisa dikalikan 100 persen untuk kita mendapatkan persentasenya.

Selanjutnya, duel udara atau aerial duel adalah ketika mendapatkan situasi 50/50 saat bola di udara. Tidak semua bola udara atau umpan silang menghasilkan duel udara jika hanya ada satu pemain yang menyambut. Duel udara bisa terjadi jika ada minimal dua pemain yang berlawanan (bukan rekan satu tim) yang memperebutkan bola udara.

Menang duel udara atau aerial duel won adalah duel udara yang dimenangkan, sedangkan sebaliknya disebut kalah duel udara atau aerial duel lost, yang bisa jadi menghasilkan pelanggaran juga. Dari statistik duel udara, kita bisa mendapatkan rata-rata duel udara sukses atau headed/aerial duels win rate dengan menghitung duel udara berhasil dibagi total usaha duel udara. Bisa dikalikan 100 persen untuk kita mendapatkan persentasenya.

Untuk rata-rata keberhasilan duel atau average duels won bisa didapatkan dengan menjumlahkan seluruh tekel sukses, dribel sukses, duel udara sukses, dan dilanggar, dibagi dengan total duel. Bisa dikalikan 100 persen untuk kita mendapatkan persentasenya.

Hal lainnya yang umum yang ditunjukkan dengan persentase adalah statistik penguasaan bola atau ball possession yang biasanya dihitung dari aksi pertama dari minimal dua aksi di lapangan. Misalnya pemain melakukan intersep (perebutan penguasaan bola), maka akan dihitung sebagai aksi pertama. Pemain tersebut mengoper atau melakukan dribel, itu adalah aksi kedua. Statistik ini adalah formula yang umumnya dipakai untuk menghitung berapa lama atau berapa persen sebuah kesebelasan menguasai bola dalam satu pertandingan dibandingkan dengan lawannya.

Perhitungan waktu penguasaan akan dihentikan jika bola keluar lapangan atau terebut oleh lawan. Cara menghitungnya adalah dengan membagikan waktu penguasaan bola sebuah kesebelasan (atau seorang pemain, jika ingin mengetahui penguasaan pemain tersebut atau player`s ball possession atau player`s influence) dibagi dengan waktu penguasaan total kedua kesebelasan, kemudian dikalikan 100 persen. Jadi seluruh waktu yang dihabiskan dengan bola yang tidak dikuasai siapapun (misalnya bola keluar lapangan, bola di luar lapangan, pemain yang pada aksi pertamanya mengulur waktu, dll) tidak masuk ke dalam hitungan.


Indeks:

1. Istilah statistik pada operan
2. Istilah statistik pada tembakan
3. Istilah statistik pada peluang
4. Istilah statistik area lapangan
5. Istilah statistik pada aksi bertahan
6. Istilah statistik pada duel
7. Istilah statistik pada kiper

Komentar