Penjelasan dari Fisioterapis Persib Terkait Cedera Zulham Zamrun

Sains

by Sigit Pramudya

Sigit Pramudya

Fisioterapis profesional. Anda bisa berkonsultasi dengan Sigit, terkait aspek kebugaran dan hal-hal terkait fisioterapi lainnya, melalui akun twitter: @sigitpramudya1.

Penjelasan dari Fisioterapis Persib Terkait Cedera Zulham Zamrun

Kang, Zulham bisa dipercepat ga penyembuhannya? Beberapa bobotoh menanyakan hal itu pada saya. Padahal saya sendiri belum pernah bertemu langsung dengan sosok Zulham Zamrun, karena saat Zulham bergabung dengan Persib untuk Piala Presiden, saya absen dari tim Persib. Saat ini pun saya belum bisa secara langsung memastikan cedera yang ia derita.

Namun dari keterangan dokter tim, ZZ54, begitu sapaan akrabnya, mengalami cedera ligamen bagian depan pada lutut. Dan dokter tim pun menyatakan proses penyembuhan seperti ini sekitar 6-8 bln, waktu yang cukup lama untuk suatu penyembuhan cedera. Zulham memang mengalami cedera serius.

Zulham mengalami cedera saat membela Persipare Parepare di Habibie Cup.

Ligamen sendiri menurut bahasa medis adalah suatau jaringan ikat yang menghubungkan antara tulang yang satu dengan tulang yang lainnya sehingga membentuk suatu persendian. Jaringan ikat ini tentunya sangat kuat, apalagi letaknya di sendi lutut: sendi yang terbentuk oleh tulang kering dan tulang paha yang memiliki ukuran besar dibanding tulang alat gerak lainnya pada tubuh manusia. Suatu persendian tentunya harus mempunyai stabilitas yang kuat, ini karena persendian memiliki fungsi sebagai penopang tubuh manusia.

Stabilitas dalam persendian dibagi menjadi dua, yaitu stabilitas aktif dan stabilitas pasif. Yang dimaksud stabilitas aktif yaitu otot sedangkan stabilitas pasif yaitu ligamen dan meniscus (bantalan sendi). Ketika salah satu dari jenis stabilitas ini tidak terbentuk, tentunya akan ada gangguan dari stabilitas sendi, dalam hal ini sendi lutut.

Bagaimana lutut dapat bergerak? Semua diawali dari saraf pusat, ketika kita ingin menggerakan lutut maka otak akan mengirim perintah pada otot, dan otot merespon dengan menggerakkan tulang.

Ketika tulang bergerak pada area sendi maka ligamen harus bertaggungjawab agar gerakan yang terjadi menjadi baik tanpa ada goyangan pada sendi. Ketika ligamen tidak bekerja, sendi lutut kita masih dapat bergerak atau menumpu berat badan tetapi ada goyangan ketidakseimbangan pada lutut karna hilanganya stabilitas.

Sendi lutut sendiri terdiri dari beberapa ligamen, yaitu anterior cruciatum ligament (ligamen depan), posterior cruciatum ligament (ligamen belakang), Lateral collateral ligament (ligamen samping luar), medial collateral ligament (ligamen samping dalam), serta oblique popliteal ligament dan coronaria ligament.

kneejointligament

Cedera yang dialami Zulham sendiri, berdasarkan dari pernyataan dokter tentang waktu penyembuhan selama 8 bulan, terjadi pada anterior cruciatum ligament (ligamen depan) atau yang biasa disingkat ACL. Cedera ini memerlukan waktu 8-9 bulan untuk penyembuhan.

Cedera ACL memang terbilang paling lama. Cedera pada ligamen belakang, waktu penyembuhannya sekitar 6 bulan. Untuk cedera pada ligamen samping luar/dalam memakan waktu 3 bulan pemulihan.

Lalu apakah penyembuhan cedera top skorer Piala Presiden 2015 ini bisa dipercepat seandainya ia mengalami cedera ACL? Jawabannya tentu tidak. Yang perlu menjadi catatan, pada prosedur dunia medis internasional, 9 bulan waktu penyembuhan itu pun bukan berarti pada bulan ke-10 dia sudah dapat bermain dalam suatu pertandingan. Pada bulan ke-10, pemain tersebut baru memasuki latihan olahraga spesifik, jika pada pemain bola ia baru melakukan latihan passing, dribling, zig-zag, dll. Karenanya dibutuhkan mental yang kuat, fisik yang prima, kekuatan otot yang bagus, stabilitas lutut yang kuat agar pemain dapat dinyatakan boleh bermain dalam suatu pertandingan resmi kembali.

Prosedur dunia medis internasional harus kita patuhi karena prosedur tersebut tentunya dibuat berdasarkan pengalaman dan keilmuan. Jadi sangat tidak bijak apabila seorang tenaga medis yang menangani cederanya memotong waktu penyembuhan.

Mempercepat penyembuhan sebenarnya bisa dilakukan, hanya saja setelah bulan ke-9, dengan membantu menghilangkan rasa trauma dan memotivasi psikologi pemain agar mampu bangkit dari cedera panjangnya. Karena seandainya pemain tersebut tidak dapat mengilangkan rasa trauma dan psikologi buruk, maka dapat dipastikan performa sang atlet akan turun.

Ya, cedera pada ligamen depan pada lutut ini memang sangat ditakuti oleh semua atlet profesional. Karna tidak jarang atlet yang telah mengalami cedera ini gagal move on dari cederanya. Namun ada juga atlet yang justru lebih berprestasi meskipun telah mengalami cedera ini.

Alex Oxlade-Chamberlain, yang pada awal kemunculannya disebut sebagai pemain masa depan Inggris, mengalami cedera ACL pada musim 2013/2014, pada laga melawan Aston Villa. Chamberlain saat itu harus mengakhiri musim lebih awal.

Namun pemulihan Chamberlain berhasil, dan ia kemabali ke jalur prestasi seperti awal karier. Kini ia bersama Arsenal berusaha meraih gelar Liga Inggris dan menjadi pemain utama di lini tengah timnas Inggris menggantikan peran Frank Lampard yang pensiun.

Lebih jauh, terdapat Ronaldo da Lima. Pemain yang menurut legenda Brasil, Zico, memiliki semua karakteristik yang dibutuhkan pemain sepak bola seperti kecepatan, dribel, kepintaran menempatkan tendangan, dan kekuatannya, harus terkapar karena putusnya ligamen depan pada lutut saat berseragam Internazionale Milan. Bahkan Ronaldo mengalami dua kali robekan.

Namun dengan operasi dan pemulihan yang tepat, meski peralatan medis saat itu belum secanggih sekarang, Ronaldo mampu move on dan menjadi pahlawan Brasil dengan mengantarkan negaranya menjadi juara Piala Dunia tahun 2002 di Korea-Jepang serta menjadi pencetak gol terbanyak dengan 8 gol. Prestasi Ronaldo kembali meningkat setelah berganti seragam Real Madrid dengan menjadi top skorer La Liga 2003/2004.

Lain dengan kisah Ronaldo dan Chamberlain yang tetap berprestasi setelah cedera ACL, ternyata Radamel Falcao belum bernasib baik seperti mereka. Falcao merupakan bomber yang diperebutkan banyak tim ketika ia mampu menggantikan peran Fernando Torres di Atletico Madrid. 70 gol dalam 90 penampilan mampu dilesakkan Falcao selama dua musim di Atleti.

Namun kepindahannya ke AS Monaco ternyata tidak berbuah keberuntungan. Falcao mengalami robek ACL pada Januari 2014. Setelah melalui fase pemulihan selama 4 bulan, bukan prestasi meningkat yang diraih Falcao.

Pada Oktober 2014, Falcao hijrah ke Manchester United dengan status pinjaman. Dari 29 penampilan bersama MU di musim 2014/2015, Falcao hanya mampu mencetak 4 gol saja. Kini di musim 2015/2016 Falcao bergabung dengan Chelsea, namun hingga minggu ini Falcao tetap belum mendapatkan puncak performanya lagi.

Baca juga: Hantu ACL yang Bersemayam di Kepala Falcao

Lalu bagaimana dengan ZZ54? Saran saya, menjadi syarat mutlak bagi Zulham untuk tetap mengikuti prosedur pemulihan selama 9 bulan, tidak dipaksakan seperti Falcao. Ini tentunya untuk kebaikan proses penyembuhan dan performa ia sendiri di masa yang akan datang.

Saudara, kerabat, dan rekan sepak bola tentunya bisa sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri Zulham untuk segera pulih dengan memberinya semangat dan dukungan. Selain itu, tentunya operasi yang baik serta rehabilitasi yang benar dapat membantu winger timnas Indonesia ini kembali pada performa terbaiknya dan menorehkan berbagai prestasi di sepak bola Indonesia. Aamiin.

Baca juga:

Kamerad Vujovic, Abadilah dalam Ingatan Bobotoh

Cedera Pergelangan Kaki? Belajarlah dari Yandi Sofyan

Membandingkan Cara Barcelona dan Persib Menangani Cedera Hamstring

Shahar, Deden Nashir dan Kompetisi Kiper di Persib

Komentar