AC Milan dan Alasan yang Membuat Mereka Bisa Meraih Scudetto Musim Ini

PanditSharing

by Pandit Sharing

Pandit Sharing

Ingin menulis di PanditFootball.com? Kirimkan ke sharingpandit@gmail.com

1. Lengkapi dengan biodata singkat dan akun Twitter di bawah tulisan
2. Minimal 900 kata, ditulis pada file Ms. Word
3. Tulisan belum pernah dipublikasikan di media apapun (blog, website, forum, dll)
4. Tambahkan alamat lengkap dan nomor HP (tidak dipublikasikan)

AC Milan dan Alasan yang Membuat Mereka Bisa Meraih Scudetto Musim Ini

Oleh: Muhammad Fajri Hikam

Keberhasilan AC Milan mengalahkan Benevento pada Minggu malam (4/1) dengan skor 2-0, mengukuhkan posisi anak asuh Stefano Pioli sebagai pemimpin klasemen Serie A. Sempat diragukan akan tampil konsisten saat ditinggal dua pemain seniornya, Zlatan Ibrahimovic dan Simon Kjær karena cedera, AC Milan tetap mampu mempertahankan status Capolista hingga pekan ke-15 dengan raihan 37 poin tanpa sekalipun menelan kekalahan. Bahkan, Il Rossoneri menjadi satu-satunya tim yang masih berstatus unbeaten di 5 liga top Eropa musim ini.

Sebenarnya aroma akan tanda-tanda kebangkitan AC Milan sudah tercium sejak kompetisi kembali digulirkan usai jeda akibat pandemi COVID-19 pada pertengahan Juni lalu. Mereka berhasil menutup 12 laga terakhir Serie A di musim lalu dengan 9 kemenangan, 3 imbang dan tanpa kekalahan.

AC Milan bukannya tanpa masalah. Posisi sang pelatih, Stefano Pioli, sempat diisukan diganti oleh pelatih asal Jerman, Ralf Ragnick. Tetapi, penampilan AC Milan yang semakin membaik membuat manajemen mempertahankan sang pelatih.

Terlebih lagi, Pioli adalah pelatih yang cerdik. Ia ahli dalam memaksimalkan jatah pergantian lima pemain dalam satu pertandingan. Sejak diberlakukannya tambahan batas maksimum pergantian pemain menjadi 5 kali, AC Milan menjadi tim dengan koleksi poin tertinggi di Serie A dengan 67 poin dari 27 laga, disusul Inter Milan dan AS Roma yang masing-masing memperoleh 61 poin dan 55 poin dengan jumlah laga yang sama.

Sementara sang juara bertahan, Juventus hanya berada di peringkat keenam dengan koleksi 47 poin dari 26 pertandingan.

Selain itu, Pioli juga enggan menggonta-ganti pemain. Ia memilih mempertahankan komposisi terbaik, kecuali saat ada pemain yang absen.Sejak membesut AC Milan pada paruh kedua musim lalu, Pioli jarang sekali mengubah formasi. Ia memilih menggunakan pola 4-2-3-1.

Posisi kiper diisi oleh kiper muda terbaik saat ini, Gianluigi Donnarumma. Di depan Donnarumma ada empat bek kokoh, yaki duet bek tengah Alessio Romagnoli dan Simon Kjær, serta Theo Hernandez dan Davide Calabria yang mengisi posisi kiri dan kanan.

Sementara itu duet Ismael Bennacer dan Franck Kessie di gelandang bertahan memberi tim kestabilan baik dalam bertahan maupun menyerang. Juga ada nama Sandro Tonali yang bisa menggantikan satu dari kedua double pivot Rossoneri saat dibutuhkan.

Di kedua sayap ada dua pemain muda bertalenta, Alexis Saelemaekers dan Ante Rebic. Di posisi nomor 10, ada Hakan Calhanoglu yang kembali ke tempat aslinya. Ia bertugas sebagai pengatur serangan dan memberikan umpan-umpan manja untuk penyerang.

Di lini depan ada Zlatan Ibrahimovic. Bintang asal Swedia ini menjadi momok yang menakutkan bagi lawan. Saat Ibrahimovic absen, pos lini depan bisa diganti oleh Rafael Leao atau Rebic.

Zlatan Ibrahimovic memang sensasional. Kepulangannya ke San Siro disinyalir sebagai salah satu alasan AC Milan bisa tampil dengan luar biasa. Di usianya yang sudah menginjak 39 tahun, Zlatan mampu mencetak 10 gol hanya dari 6 laga di ajang Serie A sekaligus bersaing dengan pemain megabintang Cristiano Ronaldo dan Romelu Lukaku dalam perburuan top skor Serie A musim ini.

Pesona Ibrahimovic tak hanya berlaku di dalam lapangan. Di luar lapangan pun Zlatan menunjukkan sisi humanisnya. Misalnya saja saat ia memberikan kado berupa PS 5 untuk seluruh anggota tim hingga menikmati waktu luang dengan bersepeda bersama pemain lain.

Cara-cara ini mungkin terlihat sepele, tetapi bisa berefek besar pada soliditas tim. Zlatan tak hanya berperan sebagai pemain di posisi penyerang, namun juga menjadi sosok pemimpin.

Mengupas Kebangkitan AC Milan di Dalam dan Luar Lapangan

Dari sisi transfer pemain, AC Milan juga lebih cerdik. Mereka tak memboyong pemain dengan nama besar yang tentu akan membuat mereka merogoh kocek lebih dalam.

Pengeluaran terbesar mereka hanya 173 miliar Rupiah sebagai biaya peminjaman Sandro Tonali. Meski nantinya mereka harus mengeluarkan dana lebih untuk membeli Tonali dari Brescia.

Selebihnya, Milan berhasil mempermanenkan Ante Rebic, Alexis Saelemaekers hingga Simon Kjær dengan biaya masing-masing yang tidak mencapai €5 juta. Lalu merekrut pemain antah berantah seperti Jens Petter Hauge seharga €5m yang dalam waktu singkat dapat diandalkan menjadi pelapis di sisi kiri penyerangan hingga mendatangkan bek muda serba bisa dalam diri Pierre Kalulu senilai €0,48 juta.

Selain melakukan perekrutan pemain yang tepat, AC Milan juga berhasil melepas beberapa pemain bergaji tinggi yang kurang dibutuhkan tim seperti Andre Silva, Suso, Ricardo Rodriguez, Giacomo Bonaventura hingga Lucas Biglia yang menghemat anggaran gaji klub mencapai €12,6 juta.

Saat ini, duo Milan masih menguasai papan atas. Hingga pekan ke-15, AC Milan memperoleh 37 poin dan Inter menguntit di belakang dengan 36 angka. Di posisi ketiga ada AS Roma yang memperoleh 30 angka.

Juventus, sang jawara musim lalu berada di peringkat kelima yang memperoleh 27 angka, dengan catatan mereka masih menyimpan satu pertandingan kontra Napoli.

Meski masih berada di peringkat lima besar, Juventus tak segarang musim-musim sebelumnya. Penurunan performa Juventus ini menjadi angin segar bagi klub-klub Serie A yang lain, salah satunya AC Milan. Setidaknya mereka masih berjarak 9 angka dari Juventus.

Tak hanya Juventus, klub-klub Serie A lain juga mengalami masalah yang sama. Atalanta dan Lazio yang musim ini bermain di Liga Champions, saat ini terlempar dari posisi lima besar. Keduanya mengalami masalah konsistensi, terutama saat harus membagi fokus bermain di Liga Champions dan Serie A.

Serie A musim ini memang belum usai. Masih ada lebih dari 20 giornata dan semua situasi bisa terjadi. Namun, AC Milan memiliki keunggulan untuk bisa merebut gelar juara Serie A 2020/2021.

*Penulis bisa disapa di akun Twitter @fajrihikam_

**Tulisan ini merupakan hasil kiriman penulis melalui kolom Pandit Sharing. Segala isi dan opini yang ada dalam tulisan ini merupakan tanggung jawab penulis.



Komentar