Perjudian Robert Rene Alberts dan Pembuktian Reinaldo

PanditSharing

by Pandit Sharing 32987

Pandit Sharing

Ingin menulis di PanditFootball.com? Kirimkan ke sharingpandit@gmail.com

1. Lengkapi dengan biodata singkat dan akun Twitter di bawah tulisan
2. Minimal 900 kata, ditulis pada file Ms. Word
3. Tulisan belum pernah dipublikasikan di media apapun (blog, website, forum, dll)
4. Tambahkan alamat lengkap dan nomor HP (tidak dipublikasikan)

Perjudian Robert Rene Alberts dan Pembuktian Reinaldo

Oleh: Firdaus AR

Setelah dikabarkan sejak sebulan lalu beruji tanding dengan tim selevel, PSM Makassar akhirnya kedatangan Perseru Serui. Laga uji tanding ini digelar di Stadion Andi Mattalatta pada Senin (27/3/2017) malam di hadapan ribuan suporter.

Meski memetik kemenangan 2-0, lini tengah PSM di awal permainan tak mampu mengimbangi lini tengah dari tim tamu. Melihat komposisi pemain yang diturunkan, Robert Rene Alberts nampaknya beruji tanding dengan isi kepalanya sendiri.

Sebagai upaya memberi dukungan pada penyerang anyar yang baru saja dibeli untuk persiapan Liga 1, Reinaldo Silva da Costa, Alberts coba memaksimalkan dua sayap yang ia miliki. M. Rahmat di sisi kiri dan Ridwan Tawainella di sisi kanan. Hasilnya, kedua winger di babak pertama tidak maksimal memberikan operan ke area kotak penalti Perseru Serui.

Barulah di babak kedua, Rahmat menunjukkan kemampuannya selaku sayap kiri mematikan. Satu kesempatan solo run hampir saja memperdaya kiper tim tamu. Di menit ke-85, operan manisnya ke Reinaldo berbuah gol. Rahmat bisa saja merobek jala kiper lawan tetapi ia justru memberikan kesempatan pada rekannya.

Menyaksikan jalannya laga, jelas sekali kalau lini tengah PSM keropos akibat gelandang yang dimainkan jarang bermain bersama atau tepatnya tidak maksimalnya kerja M. Arfan sebagai gelandang bertahan. Lumrah diketahui kalau posisi itu adalah ruang Rizky Pellu.

“Pelatih terlalu berani mencadangkan Pellu, mestinya ia main pertama dan baru diganti di babak kedua jika ingin memberi kesempatan pada pemain muda,” ujar Irwan Mustafa, rekan yang menemani menonton di stadion.

Tribun Timur, salah satu media cetak berpengaruh di Sulawesi Selatan juga menebalkan liputan soal lini tengah. Rasyid Bakrie kewalahan membangun kerjasama apik dengan Wiljan Pluim karena minimnya pasokan dari Arfan.

Penalti yang didapat Serui bermula ketika Rasyid gagal mengamankan bola kala berduet karena pressing pemain tengah Serui. Bola lalu mental ke area pertahanan PSM akibat penyelamatan yang gagap dari lini tengah. Pemain belakang tak siap sehingga penyerang Serui lebih sigap mengejar bola. Pilihan klasik bek ditempuh: mengganggu pergerakan penyerang walau harus dihukum penalti. Namun, sepakan algojo Serui mengeksekusi penalti melambung ke atas.

“Dari segi gelandang, saya minta mereka untuk menekan dari awal tetapi tidak berjalan maksimal. Dan, satu penalti karena adanya kesalahan dari pemain gelandang,” ungkap Robert dikutip dari Tribun Timur.

Namun, strategi yang diterapkan coach Alberts yang tidak memasang Pellu di awal adalah lubang yang diciptakannya sendiri. Rasyid dan Pluim adalah penjelajah yang perlu didukung penyeimbang. Jika tidak, bek akan bekerja keras menutup ruang gerak penyerang lawan.

Kehadiran pemain berpengalaman, fullback kanan Zulkifli Syukur mencoba menjelajah sebagaimana yang sering dilakukan. Menyisir sisi lapangan lalu memberi umpan ke tengah. Hanya saja, pola demikian dengan mudah dibaca dan beberapa percobaan terbilang tidak tepat sasaran.

Kerangka yang coba dibangun Robert dengan formasi 4-1-4-1 sesungguhnya bertumpu pada pola permainan efektif di lini tengah dan membangun serangan cepat dengan kombinasi sayap dan umpan terobosan ke lini serang. Seperti yang diucapkan Robert, lini tengah tidak maksimal.

Pada akhirnya, serangan PSM lebih banyak melalui bola atas ketimbang perpindahan bola dari kaki ke kaki di lini tengah. Jika membaca perekrutan Reinaldo sebagai penyerang murni berpostur tinggi, itulah yang solusi gol yang diharapkan. Tentu tidak keliru. Tetapi bila pola demikian yang terus dipelihara bisa menjadi bumerang jika pergerakannya dapat diredam atau minimnya suplai bola yang didapat.

Di luar pakem formasi yang diterapkan, gerakan Pluim yang mengingatkan gestur Zidane bisa diandalkan. Sejak di PSM, gelandang jangkung itu kerap mempertontonkan teknik dan visi bermain. Ia kerap menjadi gelandang dengan peran box to box di lini tengah PSM.

Mengingat ini laga uji tanding dan itu menjadi medan analisis pelatih, coach Alberts memasukkan Pellu menggantikan Rasyid lalu Ridwan digantikan Asnawi Mangkualam. Kekompakan Pellu, Rasyd, dan Pluim yang selama ini terjalin di tengah diuji dalam pertandingan tersebut oleh Robert Rene Alberts dengan melakukan rangkaian uji taktik bila ketiganya tidak diturunkan bersamaan. Paling tidak, Robert sudah mengantongi catatan taktik bila ketiganya nanti memang berhalangan tampil di beberapa laga Liga 1.

Reinaldo yang bermain di Pusamania Borneo FC pada gelaran Piala Presiden 2017 lalu, selain mencetak gol kedua juga membantu Ferdinand menyelasaikan tugasnya di menit ke 18. Umpan silang bek kiri, Reva disambut penyerang plontos itu kemudian melanjutkannya ke Ferdinand yang berdiri tanpa kawalan.

foto: makassar.tribunnews.com

Penulis adalah pengelola media online lokal di Makassar, saraung.com. Biasa berkicau di akun Facebook Firdaus AR


Tulisan ini adalah hasil kiriman penulis lewat rubrik Pandit Sharing. Isi dan opini dalam tulisan merupakan tanggung jawab penulis

Komentar