Dominasi Tujuh Pemain Manchester United di Skuat Timnas Inggris

Backpass

by Sandy Firdaus 52381

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Dominasi Tujuh Pemain Manchester United di Skuat Timnas Inggris

Dominasi pemain sebuah klub di tubuh Tim Nasional adalah hal yang lumrah terjadi. Timnas Inggris pun pernah mengalami hal ini pada 2001 silam kala dalam satu pertandingan, tujuh pemain mereka berasal dari satu klub yang sama, yaitu Manchester United.

Pada 28 Maret 2001 silam, Inggris menjalani pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2002 melawan Albania. Laga yang dilangsungkan di Stadion Qemal Stefa, Tirana ini merupakan laga keempat kualifikasi untuk kedua tim dan memiliki nilai yang cukup penting bagi kedua tim. Posisi Albania maupun Inggris di grup 9 kualifikasi Piala Dunia 2002 ketika itu tidak terlalu baik, karena mereka memulai babak kualifikasi dengan tidak cukup meyakinkan.

Memasuki laga keempat, Inggris baru mengumpulkan empat poin hasil dari sekali menang, sekali seri, dan sekali kalah (salah satu kekalahan Inggris dicatatkan atas Jerman). Sementara itu Albania berada satu poin di bawah mereka dengan mencatatkan dua kali kalah dan sekali menang (satu kemenangan Albania tercatat melawan Yunani). Siapa yang memenangkan pertandingan ini maka ia akan memiliki peluang lebih besar untuk melaju ke putaran final Piala Dunia 2002 yang dilangsungkan di Korea Selatan dan Jepang.

Sadar akan pentingnya laga ini, pelatih timnas Inggris ketika itu, Sven-Goran Eriksson, akhirnya melakukan sebuah strategi yang cukup unik. Ia memasang tujuh pemain Manchester United, klub yang kala itu berstatus juara bertahan Liga Primer, di skuat timnas Inggris yang dibawa ke Albania. Harapannya, agar mental pemenang skuat United ini tertular kepada para pemain timnas.

Tujuh pemain yang dibawa oleh Eriksson kala itu ke Albania adalah Paul Scholes, Nicky Butt, David Beckham, Gary Neville, Andy Cole, Teddy Sheringham, dan Wes Brown. Dari ketujuh nama tersebut, hanya lima yang masuk ke dalam starting line-up, yaitu Scholes, Butt, Beckham, Neville, dan Cole. Brown dan Sheringham memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Rekor ini menyamai rekor yang pernah dicatatkan juga oleh Arsenal pada November 1934 silam, ketika tujuh pemain timnas Inggris berasal dari klub The Gunners.

Strategi dari Eriksson ini pun membuahkan hasil. Para pemain United yang ia pasang dalam pertandingan tersebut menunjukkan penampilan mumpuni dan membawa skuat The Three Lions meraih kemenangan 1-3 atas Albania. Paul Scholes dan Andy Cole bahkan menjadi penyumbang gol dalam pertandingan tersebut (satu gol lagi berasal dari Michael Owen). Berkat kemenangan atas Albania ini, Inggris pun berhasil menjaga peluang untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2002

Pada akhir babak kualifikasi, Inggris akhirnya lolos bersama Jerman ke putaran final Piala Dunia 2002. Lolosnya Inggris pun tak lepas dari peran pemain United, David Beckham, lewat tendangan bebas apiknya ketika Inggris menahan imbang Yunani 2-2 di partai pamungkas grup 9 kualifikasi yang uniknya berlangsung di Old Trafford, kandang dari Manchester United.

Komentar