Perhitungan Fisika dalam Penebusan Dosa David Beckham

Backpass

by Zakky BM

Zakky BM

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Perhitungan Fisika dalam Penebusan Dosa David Beckham

Jika sepakbola mengenal momen penebusan dosa, saya yakin superstar sepakbola Inggris, David Beckham, akan melakukan hal itu dengan segala cara dan kemampuannya. Dosa Beckham bukanlah bunuh diri ke gawang sendiri ataupun gagal mengeksekusi penalti. Namun, ia dituding menjadi salah satu biang kerok kegagalan Inggris karena dikartumerahkan wasit di perdelapanfinal Piala Dunia 1998.

Kala itu, Beckham yang masih relatif hijau, dan bahkan sempat menjadi opsi kedua setelah Darren Anderton untuk mengisi posisi sayap kanan, didakwa wasit melakukan tindakan tidak sportif kepada Diego Simeone. Dalam situasi bola mati, Beckham terlihat "menyentuh" kaki Simeone. Ia diusir wasit dan dengan cepat publik Inggris dan media massa menjadikannya kambing hitam.

Tiga tahun setelah kejadian tersebut, tim nasional Inggris hanya perlu minimal hasil imbang saat menghadapi Yunani untuk lolos ke Piala Dunia 2002. Diperingati hari ini, 6 Oktober 2001, Old Trafford menjadi saksi bisu betapa sulitnya Inggris mengatasi perlawanan Yunani.

Angelos Charisteas membuat publik Inggris menjadi ketar-ketir setelah ia menjaringkan golnya di menit 36. Sven Goran Erikson yang saat itu masih menjabat sebagai manajer Inggris akhirnya memasukkan Teddy Sheringham untuk memperkaya opsi penyerangan. Penyerang yang dijuluki super-sub tersebut akhirnya membayar tuntas kepercayaan Erikson dengan gol penyama hanya selang semenit usai masuk lapangan.

Akan tetapi, Yunani ternyata lebih senang menampilkan drama. Lagi-lagi mereka mengirim gol balasan dua menit berselang setelah gol Sheringham. Demis Nikolaidis menjadi aktor antagonis utama di Old Trafford saat itu. 2-1 untuk tim tamu.

Publik Inggris dilanda kecemasan yang akut. Jika skor itu bertahan sampai pertandingan berakhir, petaka akan melanda sepakbola Inggris. Waktu terus berlalu dan detik-detik menjelang pertandingan berakhir pun semakin dekat. Skor masih 2-1 untuk Yunani hingga memasuki tambahan waktu.

David Beckham sudah melakukan lima kali percobaan mencetak gol melalui tendangan bebas. Namun tak ada satu pun yang membuahkan hasil. Lima jelas bukan jumlah yang sedikit untuk percobaan mencetak gol melalui tendangan bebas.

Di detik-detik terakhir itulah, Inggris sekali lagi mendapatkan tendangan bebas di depan kotak penalti Yunani. Lagi-lagi Beckham yang mengambilnya. Kegagalan lima eksekusi tendangan bebas di sepanjang babak pertama dan babak kedua tak membuatnya grogi atau runtuh mentalnya. Ia tetap maju.

Dan... boom! Sang Kapten mengirimkan tendangan melengkung yang tidak bisa dijangkau oleh kiper Yunani. Skor 2-2 menjadi hasil akhir pertandingan dan publik Inggris yang hadir di Old Trafford bersorak kegirangan seperti merayakan gelar juara dunia.

"Aku rasa semua keraguan untukku, baik sebagai pemain sepakbola maupun sebagai manusia, sekejap menghilang bersama momen (gol ke gawang Yunani) tersebut. Sakit hati tersingkir saat Piala Dunia (1998) lalu telah terobati," ujar Beckham pasca pertandingan seperti dikutip dari laman Daily Mail.

Beckham GOAL copy

Di lain kesempatan, Beckham juga memaparkan rahasianya menjadi spesialis dalam urusan mengambil tendangan bebas.

"Aku sendiri harus berlatih mengambil tendangan beribu-ribu kali, bahkan lebih dari itu. Saat kecil, dulu aku sering mencoba tendangan di taman kota dan berupaya mengenai sasaran yang ada di taman tersebut," kenang suami dari Victoria ini.

"Ketika ayahku datang dari tempat kerjanya, aku bersama ayahku akan mencari gawang di taman tersebut dan ayahku akan berdiri seperti layaknya pagar betis. Setelah itu aku akan dipaksa untuk membelokkan bola supaya bisa masuk ke gawang tersebut," sambung Beckham.

Kelakuan Beckham dan ayahnya tersebut ternyata berulang kali dilakukan secara rutin bahkan kerap kali hingga hari mulai gelap. Sorot lampu dari jendela rumah di sekitar taman menjadi sinar sekadarnya untuk membantu Beckham kecil berlatih tendangan bebas.

Bahkan pada suatu saat, Beckham kecil baru saja pulang dari taman bermain, ia masih juga melanjutkan bertatih tendangan bebas di rumahnya. Memang Beckham dilarang keras oleh ibunya untuk bermain dengan bola jika berada di dalam rumah. Namun, Beckham tidak kehabisan akal, ia menggunakan boneka beruang milik adik perempuannya untuk dijadikan sasaran tendangan.

"Ibuku ketika mengetahui aku menggunakan boneka sebagai pengganti Bola, ia hanya tersenyum saja tanpa bisa complain apapun. Hal tersebut menunjukkan juga bahwa diriku memang sangat mencintai sepakbola," sahut Beckham.

Simak juga tips dari kami untuk kalian yang ingin rambutnya bergaya seperti David Beckham dalam infografis: "David Beckham dan cerita Bersama Rambutnya" dan tulisan lainnya tentang sang superstar bisa anda baca di tautan ini


Kelihaiannya tersebut memang banyak mengundang perhatian orang termasuk para ilmuwan yang meneliti bagaimana tendangan melengkung ala Beckham ini terjadi.

Dr Matt Carre, seorang ilmuwan dari Sheffield, berujar bahawa tendangan Beckham ke gawang Yunani tersebut hampir pasti alur bola berubah dari putaran tubulant menjadi laminar beberapa meter sebelum menuju gawang.

"Perhitungan kita sebetulnya memprediksi bola tersebut akan membentur tiang gawang atau bahkan melewati bagian atasnya. Dalam hal ini, Beckham telah menerapkan banyak ilmu fisika yang sangat luar biasa," sambung Dr Carre.

Bahkan yang lebih menakjubkan lagi, empat mahasiswa dari University Of Leicester yaitu Jasmine Sandhu, Amy Edgington, Matthew Grant dan Naomi Rowe-Gurney menemukan hubungan antara bola yang melengkung di udara, kecepatan gerak bola dan kecepatan putar "spin" yang diterapkan saat bola ditendang.

Ketika bola berputar di udara, itu mengalami gaya yang disebut gaya Magnus yang menyebabkan bola menekuk menyamping dari arah awalnya ditendang. Kelompok ini (Jasmine dkk) menemukan bahwa jarak bola melengkung (D) sebagai akibat dari gaya ini terkait dengan radius bola (R), densitas udara (?), kecepatan putaran bola (?), kecepatan melalui udara (v), massa bola (m) dan jarak yang ditempuh oleh bola ke arah itu ditendang (x). Mereka menemukan bahwa berbagai bagian dapat dihitung menggunakan rumus ini:

image_preview

Agak rumit memang. Namun, siapa tahu ada pembaca bergelar sarjana sains/fisika, bolehlah dicoba kebenaran rumus dari mahasiswa University of Leicester tersebut.

Selamat berhitung!

Sumber gambar: Daily Mail dan www2.le.ac.uk

Komentar