Bagaimana Nasib Kostum Pemain Setelah Pertandingan Usai?

Football Gear

by Redaksi 46 170701

Redaksi 46

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Bagaimana Nasib Kostum Pemain Setelah Pertandingan Usai?

Sebuah hal yang biasa saat menyaksikan pesepakbola bertukar kostum usai pertandingan. Tidak sedikit pula dari mereka yang melemparkannya ke arah penggemar. Namun, mengapa jarang kita menemui hal itu di Indonesia? Mengapa pemain terkesan pelit memberikan match worn miliknya?

Sistem pemberian kostum oleh kesebelasan maupun penyedia kostum (apparel) berbeda di tiap negara, bahkan pada tiap kesebelasan itu sendiri.

Barangkali kita menganggap cuma di Indonesia yang sepanjang musim pemain hanya diberi dua pasang kostum kandang, dan dua pasang kostum tandang. Faktanya, tidak sedikit pula kesebelasan di Eropa yang membatasi pemberian kostum untuk pemain.

Pemain umumnya menggunakan kostum yang"itu-itu"" lagi dalam sebuah pertandingan. Bahkan, tidak sedikit yang tidak mengganti kostum pada jeda pergantian babak, meski kostum kedua telah tersedia.

Personel kesebelasan yang paling sibuk jelang dan setelah pertandingan adalah"pembantu umum"" atau kit man dalam struktur manajemen di klub-klub besar Eropa. Mereka yang bertanggung jawab menyiapkan kostum hingga menggantungkannya pada lemari di kamar ganti.

Usai pertandingan, kit man harus memastikan kostum terkumpul dengan jumlah sama seperti yang mereka siapkan sebelum pertandingan. Kostum yang hilang akan diberi catatan. Kit man lantas mengirim baju-baju kotor bernilai tinggi tersebut untuk di­-laundry. Begitu terus berulang-ulang setiap pertandingan.

Lantas, bagaimana dengan pemain yang gemar menukar kostum? Bagaimana jika suatu saat kostumnya menipis, bahkan habis?

Kerja Keras Kit Man


Biasanya kesebelasan memiliki aturan bagi pemain untuk menghemat baju. Tukar menukar kostum dapat dilakukan atas izin tertentu atau dalam pertandingan besar. Pertandingan macam final Liga Champions, umumnya memiliki desain kostum tersendiri dengan menyematkan tim yang bertanding dan waktu bertanding.

Nah, ada pula kesebelasan yang membebankan biaya kostum kepada pemain. Saat pemain kehabisan kostum, ia sendiri yang harus membelinya ke penyedia kostum.

Rata-rata pesepakbola Premier League yang digaji 40 ribu pounds setiap pekan, tentu tidak akan kesulitan membeli empat kostum setiap pekan yang hanya bernilai 250 pounds satu stelnya. Mereka masih punya 39 ribu pounds lain dalam minggu tersebut untuk hidup berkecukupan.

Kostum yang bermaindikan keringat sebenarnya tidak baik bagi kulit pesepakbola itu sendiri. Menurut Sports Performance Bulletin, saat jeda antar babak, pelatih, lewat terapis bisa meminta pemain untuk mendinginkan suhu tubuh.

Namun, hal di atas juga tergantung pada kondisi pertandingan saat itu, apakah digelar dalam cuaca panas, atau bersalju. Pendinginan ini semata-mata untuk"mengelabui"" otak agar bisa kembali segar, karena temperatur tubuh yang sudah turun, sehingga pesepakbola bisa cepat memulihkan kondisi dan memulai babak kedua.

Cara yang biasa dilakukan adalah dengan mengompres bagian leher dengan handuk dingin, merendam lengan ke dalam es batu, dan yang paling penting adalah menggantu kostum dengan yang bersih dan baru.

Dengan baju yang berkeringat pesepakbola rentan tidak fokus karena bau tidak nyaman. Menurut Blog Dokter, atlet tidak dianjurkan menggunakan baju hasil olahraga secara berulang-ulang,"Gunakanlah pakaian khusus olah raga sekali saja," tulis Blog Dokter.

Nasib Kostum

Setelah beralih pemilik, nasib kostum bermacam-macam. Ada yang tidak dicuci, dan dibiarkan penuh keringat, seperti yang dilakukan Andik Vermansyah pada kostum David Beckham. Ada pula yang dilelang di E-bay, dan tidak sedikit pula yang dicuri karena dijemur di mana saja, atau hasil kongkalikong pengusaha laundry.

Hal ini pernah dialami Gregg Berhalter. Saat kalah dari Brasil di Piala Konfederasi 2003, ia bertukar kostum dengan Ronaldinho, yang kala itu belum setenar seperti saat ini. Lalu nasib buruk itu pun terjadi: kostum Ronaldinho miliknya raib di tempat laundry.

"Itu adalah bentuk saling menghormati," kata Clint Mathis pesepakbola Amerika serikat seperti dikutip NY Times, "Anda saling menendang dan membunuh satu sama lain, tapi saat pertandingan usai, kalian kembali menjadi teman."

Lantas, mengapa jarang kostum match worn pemain di Indonesia di perdagangkan? Menyimak tulisan di atas, sepertinya Anda sudah tahu jawabannya.







Baca juga:

Apa Pentingnya Kostum Ketiga?

Apa jadinya jika kostum basket menjadi kostum sepakbola?

Mengenal Industrialisasi Jersey di Liga Inggris

Silang Sengkarut Jersey, Sponsor, dan Profit


Sumber gambar: bleacherreport.com, commons.wikimedia.org

Komentar