Piala Eropa 2020: Tekanan untuk Generasi Emas Belgia

Cerita

by Ikhsan Abdul Hakim Pilihan

Ikhsan Abdul Hakim

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Piala Eropa 2020: Tekanan untuk Generasi Emas Belgia

Waktu semakin mendesak bagi “generasi emas” Belgia untuk meraih trofi pertama di sepakbola internasional. Piala Eropa 2020 dan Piala Dunia 2022 dapat menjadi kesempatan terakhir generasi tersebut untuk melakukannya. Saat ini, para pemain kunci dari angkatan terbaik sepakbola Belgia telah melewati atau menjelang usia 30-an.

Belgia sendiri menyongsong Piala Eropa dengan riwayat yang cukup mentereng. The Red Devils konsisten menempati peringkat satu FIFA sejak September 2018. Di babak kualifikasi 2019 silam, Eden Hazard dan kawan-kawan menorehkan rekor terbaik: memenangi semua laga, mencetak 40 gol, dan hanya kebobolan tiga.

Di Piala Eropa kali ini, Martinez terang masih mengandalkan angkatan emas yang berisikan Romelu Lukaku, Kevin De Bruyne, dan Thibaut Courtouis. Kiprah para pemain senior ini patut dinanti. Mampukah mereka membawa trofi Piala Eropa ke Brussel?

Konsistensi Belgia

Martinez tak membuat banyak perubahan sejak menangani The Red Devils usai Piala Eropa 2016. Ia masih mengandalkan skema tiga bek dengan Romelu Lukaku menjadi poin vital di lini serang. Keberadaan Lukaku didukung oleh satu gelandang serang (Kevin De Bruyne) dan satu inside forward (Dries Mertens atau Eden Hazard).

Eks pelatih Wigan Athletic itu menekankan pendekatan dominan dan cenderung sabar dalam penguasaan bola. Berkat sederet talenta ofensif yang mumpuni, Belgia mampu menciptakan pola serangan yang variatif dan cenderung menghasilkan peluang berkualitas.

Hal tersebut terlihat dari catatan mereka di UEFA Nations League 2020/21. Kevin De Bruyne dan kawan-kawan menorehkan rata-rata tembakan per pertandingan (11,17) yang tak terlalu banyak. Namun, peluang-peluang yang dihasilkan cukup bagus dan dikonversi dengan efektif. Di UNL 2020/21, Belgia mencatatkan rata-rata gol per tembakan (0,21) terbaik.



Selain itu, meskipun cenderung mendominasi penguasaan bola, Belgia tak jarang mengirim umpan-umpan langsung yang memintas lini tengah atau belakang lawan. Hal ini didukung profil bek seperti Jan Vertonghen dan Toby Alderweireld yang nyaman menguasai bola dan kapabel mengirim umpan jauh. Masing-masing telah berusia 34 dan 32 tetapi masih berperan penting di lini belakang The Red Devils.

Belgia pun memiliki sosok pengumpan yang dapat melayani para striker dengan umpan-umpan tajam ke kotak penalti. Kevin De Bruyne cakap melakukannya. Gelandang Manchester City ini merupakan pemain dengan frekuensi umpan ke kotak penalti terbanyak (3,56 per pertandingan) di Premier League 2020/21. Gelandang Belgia yang lain seperti Youri Tielemans dan Axel Witsel pun memiliki kemampuan operan yang mumpuni.

Para pemain Belgia dapat diandalkan untuk mewujudkan visi bermain Martinez. Sang pelatih pun berhasil membawa Belgia menjadi tim terbaik versi ranking FIFA hingga hampir tiga tahun. Rekor The Red Devils dua tahun belakangan tergolong konsisten. Belgia meraih sembilan kemenangan, tiga imbang, dan hanya kalah sekali dalam 13 pertandingan terakhir.

Profil Skuad Belgia: Angkatan Senior dengan Backup Menarik

Di Piala Eropa kali ini, Roberto Martinez tak membuat kejutan dalam pemilihan skuad. Dibanding skuad mereka di Piala Dunia 2018, hanya ada delapan nama baru yang dibawa. Sebagai catatan, turnamen tahun ini membolehkan tim nasional membawa 26 pemain, bukan 23. Jadi, dibanding 2018, Belgia hanya mengganti lima pemain di dalam skuadnya.

Para pemain senior masih mendominasi. Skuad Belgia yang sekarang mengantongi lebih dari 1.000 caps jika digabung. Jan Vertonghen merupakan pemain paling senior dengan torehan 127 caps. Tandemnya di pos bek tengah, Thomas Vermaelen menjadi pemain tertua, berusia 35 tahun 7 bulan.

10 pemain The Red Devils berusia 30 tahun atau lebih. Tujuh pemain lain berumur 28-29 tahun. Rata-rata usia seluruh skuad Belgia adalah 29,2 tahun.

Belgia hanya membawa satu pemain yang berusia di bawah 23 tahun. Ia adalah Jeremy Doku, winger Stade Rennais yang baru masuk 19 tahun pada 27 Mei lalu. Doku baru mengantongi delapan caps Timnas Belgia.

Selain Doku, Martinez juga membawa sejumlah pemain “baru” sebagai backup mumpuni. Leandro Trossard dipanggil setelah tampil impresif bersama Brighton & Hove Albion. Pelatih asal Spanyol itu juga memanggil Hans Vanaken yang setia mengisi bangku cadangan sejak 2018.

Di Piala Eropa 2020, pemain Belgia yang paling mencolok masihlah Lukaku dan De Bruyne. Dua pemain ini sama-sama dinobatkan sebagai pemain terbaik liga masing-masing pada 2020/21. De Bruyne memenangi penghargaan pemain terbaik Premier League versi PFA. Sedanhkan Lukaku dinobatkan sebagai pemain terbaik versi Lega Serie A.

Selain dua nama tersebut, kiprah bintang yang patut disimak adalah Eden Hazard. Kendati dihantam cedera sepanjang musim dan kesulitan tampil konsisten ketika bugar, eks Chelsea tersebut tetap dibawa Martinez. Sang pelatih masih menaruh harapan kepadanya.

Hazard sendiri sudah lama tak merumput bersama tim nasional. Sebelum diturunkan di partai uji coba lawan Kroasia, Minggu (6/6/2021) lalu, pemain berusia 30 tahun itu terakhir bertanding untuk Belgia pada November 2019 silam.

“Saya yakin kita akan melihat yang terbaik dari Eden Hazard di Piala Eropa. Dia tidak banyak bermain akhir-akhir ini, tetapi itu juga dapat menjadi keuntungan tersendiri. Dia akan bergabung dengan skuad sebagai pemain yang lebih baru dan lebih muda,” kata Martinez tentang Hazard.

Patut ditunggu apakah Hazard sudah sepenuhnya bugar saat fase grup dimulai. Selain dia, Martinez juga masih menunggu kesiapan Axel Witsel di fase grup. Gelandang Dortmund itu telah absen karena cedera tendon Achilles sejak Januari 2021.

Witsel kemungkinan belum siap ketika Belgia melakoni partai pembuka lawan Rusia pada 13 Juni. Hal yang sama berlaku untuk Kevin De Bruyne. Gelandang Man City ini baru saja menjalani operasi dan diperkirakan baru siap di pertandingan kedua lawan Denmark.

Untuk menggantikan Witsel, Martinez dapat mengandalkan Leander Dendoncker untuk menemani Youri Tielemans. Sedangkan untuk melapisi De Bruyne, sang pelatih kemungkinan akan menandemkan Lukaku dan Mertens dengan Yannick Carrasco seperti yang dilakukannya pada partai uji coba terkini.

Belgia tentu ingin bicara banyak di turnamen kali ini. Setelah bertahun-tahun mentok jadi kuda hitam Eropa, The Red Devils memiliki kans juara yang nyata bersama Lukaku dan kawan-kawan. Bisa menembus semifinal Piala Dunia 2018 memanglah prestasi. Namun, tentu Belgia tak ingin berpisah dengan para pemain terbaik sepanjang sejarah mereka tanpa trofi internasional.

Komentar