Adaptasi Cepat, Kunci Karier Instan Edmond Tapsoba

Cerita

by Gilang Ramadhan

Gilang Ramadhan

Dapat disenggol lewat twitter @gilangdan

Adaptasi Cepat, Kunci Karier Instan Edmond Tapsoba

Karier Edmond Tapsoba sebagai pesepakbola profesional dapat dibilang sangat instan. Enam tahun silam, Tapsoba masih bermain untuk akademi klub lokal Burkina Faso, Salitas, dan baru bermain di divisi tertinggi sepakbola Eropa pada musim 2019/20. Januari 2020, Tapsoba menandatangani kontrak permanen dengan Bayer Leverkusen dan menjadi pilihan utama Peter Bosz di lini belakang.

“Saya memang ingin menjadi pesepakbola profesional. Tetapi saya tidak berpikir secepat ini. Segalanya terjadi sangat cepat. Saya menyadari sudah di sini kurang dari tiga tahun, sesuatu yang tidak saya kira,” ujar Tapsoba menyoroti kariernya yang meroket.

“Akan tetapi sebagai pesepakbola, ketika Anda masih sangat muda, semua orang memiliki mimpi. Kami tidak tahu mimpi itu bakal jadi kenyataan. Saya selalu bermimpi menjadi pesepakbola, tetapi tidak pernah berpikir dengan cara secepat ini,” imbuhnya.

Lahir di ibu kota Burkina Faso, Ouagadougou, pada 2 Februari 1999, di umur 15 Tapsoba bergabung di akademi Salitas. Menghabiskan dua musim di Salitas dan US Ouagadougou, bakatnya dilirik klub divisi kedua Portugal, Leixoes. Bersama klub yang bermarkas di Estadio de Mar tersebut, pemain yang kini berusia 21 tahun itu pindah ke Vitoria Guimaraes.

Setelah bermain sebanyak 30 kali bersama tim B, mencetak 7 gol dan 1 asis, Tapsoba promosi ke tim utama Vitoria. Lonjakan karier Tapsoba dimulai dari sini. Pemain bertinggi 194 cm tersebut langsung menjadi pilihan utama pelatih Vitoria saat itu, Ivo Vieira.

Bersama Vimaranenses, Tapsoba mencatatkan total 32 penampilan di 5 kompetisi yang berbeda, mencetak 8 gol dan menyumbang 1 asis. Untuk ukuran pemain yang berposisi sebagai bek tengah, catatan tersebut sangatlah impresif. Januari 2020, Bayer Leverkusen rela menggelontorkan uang sebesar 20 juta paun untuk tanda tangan Tapsoba.

"Potensinya yang sangat besar membuat Edmond Tapsoba menjadi seorang pemain yang sangat menarik. Kami senang kami bisa menyelesaikan transfer ini," kata direktur pelaksana Leverkusen, Rudi Voeller.

Tanggal 17 Desember kemarin, kontrak Tapsoba diperpanjang hingga musim panas 2026. Tapsoba bermain dalam 14 pekan terakhir Bundesliga musim lalu, membantu Die Werkself meraih 9 kemenangan, 2 hasil imbang, serta hanya menelan 3 kekalahan. Leverkusen finis di peringkat 5 klasemen akhir, hanya terpaut 2 poin dari zona Liga Champions.

Link streaming pertandingan Bundesliga: Eintracht Frankfurt vs Bayer Leverkusen

Dari Jalanan Karpala

Seperti kebanyakan pesepakbola asal Afrika, mereka mengawali kecintaan dengan si kulit bundar saat bermain bersama dengan koleganya di jalanan. Tapsoba mengawalinya di jalanan Karpala, sebuah distrik tepi tenggara Ouagadougou.

Lahir dari keluarga yang kurang berada, keberuntungan Tapsoba dimulai saat eks gelandang Timnas Burkina Faso yang sekaligus pemimpin klub Salitas FC, Boureima Maiga, memintanya untuk berlatih di klub. Di bawah bimbingan Maiga, Tapsoba mempelajari apa yang dia sebut sebagai “sepakbola dasar, dalam arti lebih terstruktur”.

Bakat yang menjanjikan ditopang oleh keberuntungan. Pelatih Salitas saat itu berteman dengan direktur olahraga klub divisi dua Portugal, Leixoes, dan berujung Tapsoba hengkang ke Portugal.

“Saat itu sangat sulit, loncatan besar berpindah negara meninggalkan rumah dan tidak tahu bahasa di sana. Tetapi orang-orang di klub membuat saya merasa diterima,” sebut Tapsoba.

Gaya bermain di Portugal yang mengedepankan teknik, lebih intens, membuat Tapsoba seperti dipaksa berkembang secara cepat. Tanpa disadari, seseorang mengamati potensi Tapsoba. Dia adalah eks gelandang Porto, Barcelona, Chelsea, dan Timnas Portugal, Deco.

Deco menelepon Tapsoba secara pribadi, mengajak bertatap muka, memberikan opini terhadap bakatnya dan menawarinya pindah ke klub yang lebih besar. Klub yang dibicarakan Deco adalah Vitoria Guimaraes.

“Deco berkata kepadaku ke mana karierku akan berjalan, apa yang dia pikirkan untuk mencapai itu, dan ingin membantku. Ketika seseorang seperti Deco berbicara, Anda sebaiknya mendengarkan. Segalanya yang diucapkannya sangat menarik. Saya tidak ragu-ragu,” kenang Tapsoba.

Seperti yang telah disebutkan di atas, tidak butuh waktu lama bagi Tapsoba untuk beradaptasi dengan Vitoria, mendapatkan tempat di tim utama, dan seperti roket menjadi incaran klub-klub besar Eropa. Dua kuda hitam Premier League, Wolverhampton Wanderers dan Leicester City, sangat ingin menggaetnya.

Namun, Tapsoba dinasihati mentornya, Boureima Maiga, bahwa Premier League bukanlah tujuan terbaik saat ini. Tapsoba membutuhkan menit bermain lebih untuk mengembangkan potensi. Belum lagi dengan isu izin kerja yang sulit. Singkat cerita, ia pindah ke Bundesliga, lebih tepatnya Bayer Leverkusen. Pindah ke Leverkusen membuatnya menjadi pemain termahal Burkina Faso sepanjang masa.

Menghentikan Erling Haaland

Sebagai pemain asing dan masih sangat muda yang datang di transfer musim dingin, meskipun menyandang label harga mahal, Tapsoba tidak mendapatkan ekspektasi muluk-muluk. Tetapi, dia beradaptasi dengan sangat cepat. Laga debutnya, melawan Borussia Dortmund, termasuk monumental.

Tapsoba dihadapkan dengan sesama wonderkid yang sama-sama datang pada Januari, Erling Haaland. Tapsoba tampil tenang, tidak terlihat gugup sedikitpun. Walaupun gawang Leverkusen kebobolan 3 gol, Tapsoba mengakhiri laga sebagai pemain dengan jumlah operan sukses terbanyak (78) dan memberikan 3 poin.

Lain itu, Tapsoba membuat Haaland tidak berkutik sama sekali. Penyerang asal Norwegia tersebut untuk pertama kalinya gagal mencetak gol di Bundesliga setelah membuat 8 gol di 4 pertandingan pertamanya usai pindah dari RB Salzburg.

“Dia bermain sangat dingin, seperti dia sudah bermain di klub ini untuk 10 tahun,” sebut gelandang Leverkusen, Nadiem Amiri. Komentar bernada sama juga dilontarkan sang pelatih, Peter Bosz: “Edmond melakukan hal yang sangat baik melawan Dortmund. Dan jika Anda melihatnya di laga kedua melawan Union Berlin lalu Anda akan sulit percaya bahwa itu adalah laga keduanya bersama kami.”

Tapsoba sudah memainkan 25 pertandingan Bundesliga, 16 di antaranya mampu dia menangkan. Berkat penampilan solidnya, Leverkusen musim ini menjadi tim kedua dengan jumlah kebobolan paling sedikit (12 gol) di bawah RB Leipzig (9). Die Werkself juga baru menelan 1 kekalahan dari 13 Spieltag dan bertengger di peringkat 2 klasemen, terpaut 2 poin dari Bayern Muenchen di puncak.

“Saya harus belajar membaca permainan secara sangat cepat. Itulah salah satu kunci permainan saya,” ungkap Tapsoba.

Bayer Leverkusen bakal bertandang ke markas Eintracht Frankfurt pada Sabtu (2/1) pukul 21.30 WIB. Pertandingan ini dan seluruh pertandingan langsung Bundesliga 2020/21 serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar