Bagaimana Swiss Menjadi Ladang Panen Pemain Borussia Moenchengladbach

Cerita

by Ikhsan Abdul Hakim

Ikhsan Abdul Hakim

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Bagaimana Swiss Menjadi Ladang Panen Pemain Borussia Moenchengladbach

Yann Sommer sudah enam tahun menjadi sosok yang bisa diandalkan di bawah mistar Borussia Moenchengladbach. Dulu, ia didatangkan untuk mengisi pos Marc-Andre ter Stegen yang hijrah ke Barcelona. Gladbach terhitung untung dari transfer ini. Menjual Ter Stegen seharga 12 juta euro, Sommer didaratkan dengan biaya tiga juta euro lebih murah.

Performa impresif di musim perdana pun menegaskan bahwa Gladbach melakukan bisnis cerdas. Pada 2014/15, Sommer menorehkan persentase penyelamatan hingga 83,4%, membantu die Fohlen finis di peringkat tiga Bundesliga. Hingga kini, Sommer tampil konsisten dan rutin mengisi tempat di bawah mistar.

Performa Sommer membuktikan bahwa eks kiper FC Basel itu adalah salah satu impor terbaik Gladbach pada abad 21. Kedatangannya adalah bagian dari kebijakan scouting Gladbach yang beberapa tahun terakhir rutin menemukan talenta dari Swiss.

Link streaming pertandingan Bundesliga: Borussia Moenchengladbach vs Hertha Berlin

Fenomena ini diawali oleh kedatangan Granit Xhaka ke Borussia-Park pada 2012. Xhaka menjadi jenderal lini tengah die Fohlen dan performanya membantu Gladbach bersaing memperebutkan zona Eropa. Kemudian, sederet pemain Swiss lain berdatangan untuk membantu proyek revivalisme klub yang promosi ke Bundesliga 12 tahun silam ini.

Nama-nama seperti Josip Drmic dan Djibril Sow menyusul Xhaka ke Borussia-Park. Selain itu, Sommer, Nico Elvedi, Michael Lang, Breel Embolo, serta Denis Zakaria direkrut dan memperkuat Gladbach hingga kini. Xhaka pun menorehkan legasi tersendiri saat ia memecahkan rekor penjualan termahal klub saat dibeli Arsenal pada 2016 (45 juta euro).

Kedatangan para pemain Swiss memberi corak segar bagi sejarah skuad Gladbach. Sebelumnya, jarang ada pemain Swiss yang cukup sukses bersama die Fohlen. Kiper Joerg Stiel (2001-2004) barangkali adalah satu-satunya pemain Swiss yang cukup terkemuka di Borussia-Park.

Klub yang berbasis di Nordrhein-Westfalen ini dulu lebih sering mengandalkan legiun asing dari Denmark. Pemain seperti Peter Nielsen dan Allan Simonsen pun menorehkan sejarah agung di Gladbach. Simonsen adalah pencetak gol die Fohlen di satu-satunya final Liga Champions mereka, 1977.

Kini, babak sejarah yang baru sedang dimulai oleh para pemain Swiss. Scouting Galdbach di Negeri Pegunungan Alpen itu sejauh ini berjalan efektif dan menghasilkan rekomendasi bagus.

Lantas, bagaimana mulanya Gladbach bisa fokus mencari pemain di Swiss? Hal ini tidak bisa dilepaskan dari proyek internasional die Fohlen. Swiss adalah salah satu negara dengan basis suporter Gladbach yang besar. Menyambut hal ini, Gladbach pun mengembangkan eksistensi mereka di Swiss.

Gelandang die Fohlen, Denis Zakaria, mengaku bahwa suporter Gladbach amat masif di Bern, kota basis Young Boys. Itulah salah satu alasan mengapa Zakaria memutuskan pindah ke Gladbach dari Young Boys.

“Dukungan dari para fans Borussia di Bern sangat luar biasa. Atmosfer di Borussia-Park juga impresif. Saya punya tujuan untuk membantu Borussia bermain di Eropa lagi,” kata Zakaria saat hijrah ke Bundesliga.

Maraknya pemain Swiss di Gladbach semakin memperkuat eksistensi klub di negara itu. Di sisi lain, hal ini mempermudah klub merekrut pemain lain dari Swiss. Rekan senegara dapat mempermudah adaptasi pemain baru ke sebuah klub dan memberinya atmosfer yang lebih nyaman.

“Para pemandu bakat di Swiss ada banyak dan mereka menemukan pemain-pemain bagus. Saya kira para pemain Swiss tahu bahwa ada kelompok Swiss di Moenchengladbach dan akan merasa nyaman [jika pindah ke Gladbach],” kata Nico Elvedi.

"Bagi saya, jumlah para pemain Swiss di klub bukanlah alasan utama saya datang ke sini. Itu membuat segalanya lebih mudah, tentu—saya menjalin kontak dengan Yann [Sommer] sebelum datang. Kami bicara soal klub dan apa saja. Rasanya menyenangkan punya para pemain Swiss di dekat Anda,” lanjut bek yang direkrut Gladbach pada 2015 silam tersebut.

Borussia Moenchengladbach akan menjamu Hertha Berlin pada Sabtu (12/12) pukul 21.30 WIB. Pertandingan tersebut, seluruh pertandingan Bundesliga 2020/21, serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar