Daniel Brosinski: Nyaman di Mainz 05, Tak Peduli dengan Trofi

Cerita

by Hendi Abdurahman

Hendi Abdurahman

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Daniel Brosinski: Nyaman di Mainz 05, Tak Peduli dengan Trofi

FSV Mainz 05 mengawali Bundesliga 1 2020/21 dengan sangat buruk lantaran selalu kalah dalam lima pertandingan pertama. Memasuki Spieltag 6 situasi pelan-pelan mulai berubah. Poin pertama didapat di Stadion Opel Arena kala menjamu Schalke 04 berkat hasil imbang 2-2.

Selanjutnya, die Nullfuenfer rutin mengoleksi poin. Empat poin tambahan didapat masing-masing ketika menang atas Freiburg (1-3) dan imbang melawan Hoffenheim (1-1). Kendati belum mampu keluar dari zona degradasi, hasil tersebut menunjukkan tekad yang kuat dari skuad arahan Jan-Moritz Lichte untuk bangkit.

Sorotan tajam tertuju pada penyerang berkebangsaan Perancis, Jean-Philippe Mateta, yang selalu tampil dalam sembilan pertandingan dengan catatan impresif: mencetak tujuh gol. Tetapi, terdapat sosok lain yang tak kalah berpengaruh. Dia adalah Daniel Brosinski.

Link steaming pertandingan Bundesliga: Arminia Bielefeld vs FSV Mainz 05

Pemain kelahiran Karlsruhe, Jerman, 32 tahun silam itu tak tergantikan di posisi bek kiri Mainz musim ini. Memang, Mainz menjadi klub dengan tingkat kebobolan terburuk kedua setelah Schalke 04. Tapi secara individu, Daniel Brosinski memiliki usaha yang tidak bisa dikucilkan: melakukan 11 tekel dan 20 blok. Ia juga telah menyumbang satu gol melalui tendangan penalti.

Dalam skuad musim ini, Brosinski menjadi salah satu pemain dengan tingkat kesetiaan yang patut diacungi jempol. Sosok yang pernah memperkuat Jerman U-18, U-19, dan U-20 itu telah membela Mainz selama enam tahun. Rasa nyamannya di klub yang berdiri pada 27 Maret 1905 tersebut bakal terus berlangsung setidaknya hingga 2022 karena ia baru saja memperbarui kontrak.

“Daniel [Brosinski] adalah wajah tim kami, klub kami, dan menunjukkan komitmen yang ingin kami wujudkan di lapangan dalam setiap pertandingan,” ucap Direktur Olahraga Mainz 05, Rouven Schroeder. [Dia selalu] dalam kondisi prima dan selalu siap untuk membela Mainz 05 di lapangan,” lanjutnya.

Kenyamanan menjadi salah satu kunci. Kondisi itu yang dialami Brosinski ketika pertama kali bergabung pada musim 2014/15. Dibeli dari tim Bundesliga 2, Greuther Fuerth, dengan biaya 1,5 juta euro, performanya yang konsisten langsung membuatnya menjadi andalan.

Tak kurang dari 26 pertandingan per musim dijalani Brosinski bersama Mainz di ajang Bundesliga. Meski sadar gelar juara adalah harapan yang terlampau besar dan sangat sulit untuk diwujudkan, rasa nyaman yang didapatnya seolah sudah lebih dari cukup dibandingkan perolehan trofi. Apalagi, dalam sejarahnya, Mainz memang tak pernah meraih gelar prestisius, entah itu trofi Liga Jerman atau pun DFB Pokal.

Selama membela Mainz, naik turun prestasi pernah dialami Brosinski. Peringkat terbaik yang ditorehkannya terjadi pada musim 2015/16 dengan menempati urutan enam. Adapun pengalaman cukup buruk dialami pada musim 2016/17. Kala itu, Mainz hanya berjarak satu strip dari zona degradasi dan lolos karena unggul selisih gol.

“Saya merasa sangat nyaman dan merasa betah di sini selama enam tahun terakhir dalam hal olahraga. Kami telah mengalami banyak hal bersama, berjuang dalam banyak pertandingan dan merayakan banyak momen dan kemenangan,” kata Brosinski.

"Tentu saja saya akan selalu melakukan yang terbaik yang bisa saya perbuat untuk tim dan suporter selama dua tahun ke depan, di dalam dan di luar lapangan,” imbuhnya usai memperbarui kontrak.

Melawan Arminia Bielefeld pada Spieltag 10 menjadi kesempatan besar bagi Mainz dan Brosinski untuk memperoleh kemenangan kedua di Bundesliga 1 musim ini. Pasalnya, tuan rumah juga sama-sama sedang terpuruk, yakni berada di peringkat 17 alias hanya dibedakan satu strip di tangga klasemen.

Peluang kian terbuka lantaran perfoma terkini Arminia bukannya membaik. Usai kemenangan atas FC Koeln pada Spieltag 2, mereka justru tersungkur dan mengalami tujuh kekalahan beruntun. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa Arminia dalam kondisi kesulitan untuk bangkit, bahkan sekadar memperoleh satu poin pun. Hal ini berbeda dengan Mainz yang sedikit demi sedikit menunjukkan perbaikan secara hasil.

FSV Mainz 05 akan menjalani laga tandang melawan Arminia Bielefeld pada Sabtu (5/12) pukul 21:30 WIB. Pertandingan tersebut, seluruh pertandingan Bundesliga 2020/21, serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar