Senyum Vincenzo Grifo Adalah Bukti Italia Selalu di Hatinya

Cerita

by Hendi Abdurahman

Hendi Abdurahman

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Senyum Vincenzo Grifo Adalah Bukti Italia Selalu di Hatinya

Alessandro Bastoni melaju ke area sepertiga pertahanan lawan untuk kemudian melepaskan umpan kepada Kevin Lasagna. Peran sebagai pemantul bola dilakukan dengan baik oleh Lasagna, penyerang asal klub Udinese. Sisanya kemudian kita ketahui, placing Vincenzo Grifo — usai menerima sodoran Kevin Lasagna — tak mampu dibendung kiper Estonia, Marko Meerits.

Aksi Vincenzo Grifo tak berhenti sampai di situ. Di babak kedua, ia kembali tercatat sebagai pencetak gol setelah sukses mengeksekusi tendangan penalti. Dalam perayaan dua gol yang ditorehkannya, tidak ada selebrasi berlebihan dari pemain berusia 27 tahun tersebut. Hanya ada senyum.

Senyum Vincenzo Grifo menggambarkan suasana hatinya. Itulah gol persembahannya bagi Italia, sekaligus pembuktian bahwa, meski dirinya tumbuh, besar, dan menjalani karier sepakbola di Jerman, Italia selalu ada di hatinya.

“Saya sangat senang berada di sini, di Timnas Italia, saya lebih bahagia lagi dengan gol tersebut. Semua orang tahu, saya tidak pernah berpikir untuk mengabdi selain untuk Italia. Saya lahir dan besar di Jerman, tetapi saya 100 persen orang Italia,” tuturnya kepada RAI Sport.

Link streaming pertandingan UEFA Nations League: Italia vs Polandia

Lahir di Pforzheim, Jerman, pada 7 April 1993, Vincenzo Grifo berasal dari orang tua Italia yang bermigrasi ke Jerman. Ibunya berasal dari Apulia, sebelah tenggara Italia. Sedangkan ayahnya berasal dari Naro, provinsi Agrigento, wilayah Sisilia.

Di usia muda, Grifo tampil untuk tim sepakbola asal kota kelahirannya, Pforzheim. Pada 2011, ia pindah ke Karlsruher U-19. Tapi, tak butuh waktu lama, ia kembali hijrah, kali ini bersama Hoffenheim II dan menandatangi kontrak sampai 2014.

Penampilan apik membuat manajemen tim mempromosikannya ke skuad utama. Pada 2012, ia pun melakoni debut di Bundesliga 1 ketika Hoffenheim melawan Greuther Fuerth. Kala itu, ia tampil selama 20 menit menggantikan Takashi Usami. Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, tampil dalam 12 pertandingan di level tertinggi sepakbola Jerman merupakan prestasi tersendiri.

Sempat menjalani beberapa kali masa peminjaman, Freiburg yang kala itu berkompetisi di Bundesliga 2 merekrutnya pada 2015 dengan biaya transfer satu juta euro. Performanya kian menanjak dengan mencetak 14 gol dan 14 asis, serta membawa Freiburg promosi ke Bundesliga 1.

Dalam sebuah wawancara, Grifo menuturkan bahwa peningkatan yang terjadi kala itu karena kondisi kebugaran yang terjaga. “Saya sangat senang dengan perkembangan saya dan tim. Saya merasa hebat dan dalam kondisi prima karena saya memanfaatkan pramusim untuk memastikan kesiapan,” ucapnya.

Intensitas perpindahan Vincenzo Grifo dari satu klub ke klub lainnya terhitung sering. Mulai dari Moenchengladbach, kembali ke Hoffenheim, lalu kembali lagi Freiburg. Sempat digadang-gadang bakal bermain di Italia bersama Fiorentina dan Lazio, tapi hal itu tak pernah terjadi.

Namun, meski tak bermain di Serie A, Timnas Italia asuhan Roberto Mancini akhirnya memanggilnya dan memberikan debut pada 2018 kala bersua Amerika Serikat di ajang uji tanding. Setelahnya, butuh satu tahun untuk dirinya kembali tampil bagi Timnas Italia, kali ini di babak Kualifikiasi Piala Eropa 2020 melawan Liechtenstein.

Bukan tanpa alasan jika Mancini memanggilnya ke dalam skuad Italia. Selain lihai menyisir sisi kiri, Grifo dikenal sebagai pemain yang memiliki eksekusi bola-bola mati mematikan. Di setiap klub yang dibelanya, eksekutor tendangan penjuru atau pun tendangan bebas kerap diembannya.

Kini, dengan pemanggilan ke skuad Italia untuk UEFA Nations League melawan Polandia, Senin (16/11) dini hari performa apiknya seperti yang ditunjukkan kala melawan Estonia kembali dinantikan Azzurri. Lebih jauh, Vincenzo Grifo mengungkapkan keinginannya untuk terus menjaga konsistensi agar bisa membela Italia di ajang bergengsi seperti Piala Eropa.

“Saya berharap bisa mendapatkan panggilan untuk berlaga di Euro,” ucapnya kepada La Gazzetta dello Sport. Andai benar-benar terwujud, senyum Vincenzo Grifo akan semakin lebar. Lain itu, keputusannya untuk berkarier di luar Italia tidak akan mengecilkan rasa bangga pada negara asalnya.

Di masa jeda internasional, Anda tidak akan kekurangan tontonan. Mola TV menayangkan pertandingan persahabatan, UEFA Nations League, dan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Pertandingan Italia vs Polandia pada Senin (16/11) pukul 02:45 WIB dapat Anda saksikan dengan mengeklik tautan ini.

Komentar