Marcus Thuram: di Antara sang Ayah dan Pembuktian

Cerita

by Hendi Abdurahman

Hendi Abdurahman

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Marcus Thuram: di Antara sang Ayah dan Pembuktian

Memiliki ayah pesepakbola dengan sederet prestasi bergengsi tak membuat Marcus Thuram terbebani. Ia seolah mempunyai jalan lain untuk membuktikan bahwa kemampuan yang dia punya tak sepenuhnya dipengaruhi oleh Lilian Thuram.

Bermain sebagai penyerang, alih-alih sebagai bek seperti sang ayah, menjadi salah satu bukti bahwa Marcus punya jalannya sendiri. Bersama Borussia Moenchengladbach musim ini, ia ingin merawat mimpi: menjadi yang terbaik di posisinya, memberikan kontribusi, dan berkembang untuk memperoleh gelar demi gelar.

Dengan postur tinggi besar sebagai juru gedor, keunggulan dari segi fisik tidak menghalanginya untuk memiliki atribut lain sebagai pembobol gawang lawan: kecepatan dan penyelesaian akhir mumpuni. Dua gol ke gawang Real Madrid di fase grup Liga Champions 2020/21 baru-baru ini menjadi bukti.

Gol pertamanya dibikin dengan satu sentuhan usai menerima umpan Alassane Plea; gol kedua diciptakan lewat penempatan posisi yang tepat, memanfaatkan bola liar di kotak penalti.

“Saya percaya Marcus Thuram masih jauh dari akhir perkembangan dirinya,” ucap pelatih Moenchengladbach, Marco Rose. “Masih banyak lagi yang bisa didapat darinya. Marcus adalah pesepakbola yang memperoleh banyak manfaat dari fisik dan perawakannya,” tambahnya.

Musim ini bersama Die Fohlen, Thuram telah menorehkan 3 gol dan 4 asis dalam 8 pertandingan yang telah dilakoni di lintas kompetisi. Tak hanya itu, dengan tinggi mencapai 1,92 meter, Thuram menjadi pemain kedua Monchengladbach yang memenangi duel udara terbanyak (2,8 per laga).

Setidaknya, saat ini Marcus Thuram telah membuktikan bahwa nama besar sang ayah tidak menjadi beban baginya. Beberapa pandangan orang-orang yang sangsi akan kemampuannya, mulai termentahkan.

“Anda tahu, akan selalu ada orang yang meragukan kemampuan saya. Saya pikir, jika Anda adalah manusia, orang akan meragukan Anda dan itu bagus, Anda terus bekerja keras dan membuktikan bahwa mereka salah,” papar Marcus Thuram seperti dikutip Deutsche Welle.

“Saya tidak akan berselisih dengan itu, saya hanya berkonsentrasi pada apa yang saya lakukan; bermain sepak bola. Dan, hanya itu,” jelasnya.

Link streaming Bayer Leverkusen vs Borussia Moenchengladbach, Senin (9/11/2020) dinihari 00.00 WIB

Perjalanan Karier Marcus Thuram

Marcus Thuram lahir pada 6 Agustus 1997 atau ketika sang ayah, Lilian Thuram, menapaki karier menuju masa keemasan sebagai pesepakbola. Nama Marcus dipilih Lilian Thuram lantaran kekagumannya kepada Marcus Garvey, seorang pendiri Universal Negro Improvement Association (UNIA) sekaligus aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) asal Jamaika.

Kendati lahir di Italia, Thuram kecil banyak menghabiskan waktu di negara orang tuanya, Perancis. Darah sepakbola dari sang ayah mengalir deras di tubuhnya. Di awal perjalanannya, Thuram sempat mengemban ilmu sepakbola di akademi Olympique de Neuilly; ia kemudian pindah ke AC Boulogne.

Pada 2012/13, ketika usianya menginjak remaja, Thuram kembali hengkang. Kali ini ia memilih Sochaux. Debutnya sebagai pesepakbola profesional pun dimulai di sini. Beberapa bulan kemudian setelah bergabung dengan Sochaux, Marcus sukses mempersembahkan gelar Coupe Gamberdella — kompetisi Piala Nasional U-19 Perancis — usai mengalahkan Olympique Lyonnais 2-0 di partai puncak.

Setelah menjalani tiga musim di Ligue 2 bersama Sochaux, Marcus bergabung dengan klub Ligue 1, Guingamp, dengan transfer senilai 600 ribu euro. Secara individu, perkembangannya kian pesat dan namanya di sepakbola Perancis mulai banyak diperbincangkan. Namun, pada 2018/19, Guingamp terdegradasi ke Ligue 2. Dalam kurun waktu 2 musim bersama Guingamp, Marcus menorehkan 72 penampilan dengan catatan 17 gol dan 4 asis.

Seiring performanya yang kian menanjak, Marcus Thuram memilih petualangan baru dan bergabung bersama klub Bundesliga 1, Moenchengladbach, pada 2019/20. Nilai jualnya naik berkali lipat. Pada musim pertama, ia membawa Moenchengladbach ke urutan 4, dan berhak lolos ke babak play off Liga Champions 2020/21. Dari 39 kali tampil, ia mencetak 14 gol dan 9 asis.

Dengan kemampuannya saat ini, Thuram mendapatkan pujian dari beberapa pihak, selain Marco Rose dan Didier Deschamps, Direktur Olahraga Moenchengladbach, Max Eberl, turut serta memberikan sanjungan yang menunjukkan betapa Marcus Thuram dibutuhkan Moenchengladbach.

“Dia [Marcus Thuram] adalah penyerang yang cepat, kuat, dan berbahaya yang sangat cocok berada di skuad kami. Dan kami yakin dia akan berhasil di Bundesliga,” katanya.

Seluruh pertandingan Bundesliga 2020/21, beserta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar