Saatnya Ryan Sessegnon Kembali Tampil di Papan Atas

Cerita

by Ikhsan Abdul Hakim

Ikhsan Abdul Hakim

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Saatnya Ryan Sessegnon Kembali Tampil di Papan Atas

Ketika Tottenham Hotspur merekrut Ryan Sessegnon pada awal musim 2019/20, berbagai kalangan segera membandingkannya dengan Gareth Bale. Profil permainan mereka memang terbilang mirip: memulai karier sebagai bek kiri, tetapi berbakat sebagai pemain menyerang dan dapat diandalkan di sepertiga akhir.

Sessegnon tampil cukup apik saat menjalan musim perdana di strata teratas sepakbola Inggris. Pada akhirnya, ia memang terdegradasi bersama Fulham. Namun, pemain kelahiran 18 Mei 2000 ini menunjukkan performa menjanjikan di pos sayap kiri.

Pada 2018/19, di tengah performa inkonsisten The Cottagers, Sessegnon punya andil besar bagi lini serang. Ia mencetak dua gol dan enam asis sepanjang musim tersebut. Sessegnon juga total membuat enam peluang emas, lima umpan terobosan, dan 66 umpan silang dengan tingkat akurasi 20%.

Dari aspek pertahanan, performanya juga relatif baik. Sessegnon total membuat 19 intersep dan 38 sapuan. Ia merebut bola (recovery) sebanyak 138 kali, berperan penting menghentikan build up lawan sekaligus menginisiasi serangan The Cottagers.

Statistik tersebut memang jauh menurun dibanding performanya di Divisi Championship 2017/18, saat membawa Fulham promosi. Sejak debut di Championship, Sessegnon telah menjadi sensasi tersendiri. Ia mencetak 16 gol dan delapan asis sepanjang 2017/18. Pemain kidal ini sempat menjadi pencetak gol termuda Champonship sebelum digeser Jude Bellingham pada Agustus 2019 lalu.

Performa impresif sepanjang musim membuat Sessegnon terpilih sebagai pemain terbaik Championship 2017/18. Ia juga dinominasikan dalam penghargaan PFA Young Player of the Year tahun itu, menjadi pemain pertama di luar Premeir League yang masuk nominasi penghargaan tersebut.

Sebagaimana Fulham, Sessegnon tak bisa menampilkan permainan terbaik saat naik ke level teratas sepakbola Inggris. Namun, statistiknya sepanjang 2018/19 sejatinya cukup bagus jika mengingat usianya yang baru menginjak 18 tahun waktu itu. Menjadi andalan tim Premier League pada usia semuda itu tentu mengisyaratkan masa depan cerah sang pemain.

Link streaming Werder Bremen vs TSG Hoffenheim

Saat Fulham terdegradasi, Spurs bergerak cepat mengamankan jasa pemain kelahiran London tersebut. The Lillywhites memenangkan persaingan lawan Manchester United dan Liverpool yang dirumorkan juga meminati sang pemain.

Di bawah asuhan Mauricio Pochettino, ekspektasi terhadap Sessegnon amatlah tinggi. Pochettino terkenal lihai membina dan mengorbitkan pemain muda. Namun, Sessegnon tak berperan signifikan di London Utara. Pochettino nyatanya memilih tetap mengandalkan Ben Davies dan Danny Rose di pos bek kiri.

Setelah Pochettino dipecat, nasib Sessegnon tidaklah lebih baik di tangan Jose Mourinho. Musim ini, Mou juga merekrut Sergio Reguilon, membuat persaingan di posisi bek kiri tertutup bagi Sessegnon muda.

Untuk mendapatkan menit bermain, Sessegnon pun dipinjamkan ke TSG Hoffenheim. Transfer ini menguntungkan semua pihak. Die Kraichgauer sedang butuh bek kiri, sedangkan Spurs dan juga sang pemain ingin dirinya berkembang.

Musim ini, Hoffenheim kehabisan bek kiri dengan cederanya Kostantinos Stafylidis. Pada empat Spieltag awal, Sebastian Hoeness pun bereksperimen dengan memasang Pavel Kaderabek (sekarang cedera), Dennis Geiger, hingga Robert Skov sebagai wingback kiri.

Sessegnon sendiri baru bergabung pada 5 Oktober, dua hari setelah Hoffenheim dikalahkan Eintracht Frankfurt. Pemuda Inggris ini mendapat kesempatan debut kala melawan Dortmund pada 17 Oktober. Ia bermain selama 11 menit, menggantikan Robert Skov dalam laga yang berujung kemenangan Die Borussen itu.

Pada tengah pekan lalu, Sessegnon diberi kesempatan menjadi starter saat menghadai FK Crvena Zvezda di Europa League. Eks pemain Fulham ini dipasang sebagai bek kiri dalam formasi 4-4-2 berlian.

Sessegnon tak tampil impresif dalam laga tersebut. Namun, kontribusi pertahanannya cukup baik, menjaga nirbobol dan mengantar timnya menang 2-0. Sessegnon total membuat dua tekel, dua intersep, serta dua sapuan lawan Crvena Zvezda. Meskipun sering overlap (18 sentuhan di sepertiga akhir), Sessegnon tak berbuat banyak dalam hal kreasi peluang.

Pemain yang membawa Inggris juara Euro U-19 ini butuh adaptasi di Hoffenheim. Jika sudah nyetel di Jerman, Sessegnon dapat menjadi opsi menjanjikan di sayap kiri Die Kraichgauer. Bakatnya bisa diandalkan Hoeness untuk mengisi pos fullback, wingback, maupun winger jika dibutuhkan Hoffenheim.

“TSG [Hoffenheim] sukses dalam hal perkembangan dan pelatihan pemain muda. Saya harap masa peminjaman ini memberi saya pengalaman di salah satu liga profesional terbaik di dunia. Dan saya tak sabar menanti kesempatan bermain di kompetisi Eropa,” ucap Sessegnon saat kedatangannya diumumkan Hoffenheim.

Bagi sang pemain, masa peminjaman ini menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan, menyempurnakan talenta, sekaligus menjawab berbagai pihak yang mulai meragukan bakatnya.

Pertandingan Werder Bremen vs Hoffenheim, seluruh laga Bundesliga 2020/21, beserta ulangan dan highlights pertandingannya dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini)

Komentar