Pesona Ansu Fati di Kancah Sepakbola Spanyol dan Dunia

Cerita

by Hendi Abdurahman

Hendi Abdurahman

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Pesona Ansu Fati di Kancah Sepakbola Spanyol dan Dunia

Untuk ukuran pemain berusia 17 tahun, melakukan nutmeg merupakan hal biasa. Menjadi tidak biasa jika gerakan tersebut dilakukan dalam sebuah pertandingan resmi di level timnas senior. Dan, Ansu Fati, memperlihatkan bahwa kepercayaan dirinya berbanding lurus dengan kemampuannya di atas lapangan.

Senin, 7 September 2020, di ajang UEFA Nations League, Spanyol bersua Ukraina di Stadion Alfredo Di Stefano, Madrid. Dari sisi kiri, satu sentuhan Ansu Fati sukses ngolongin Oleksandr Tymchyk. Penggawa Barcelona itu kemudian menusuk ke jantung pertahanan lawan.

Tak hanya tentang skill. Dalam sepakbola, apalagi bagi pemain muda, kepercayaan diri justru jauh lebih penting. Untuk urusan itu, Ansu Fati membuktikan bahwa dirinya telah pantas bergabung bersama La Furia Roja.

Dalam laga yang berakhir 4-0 untuk kemenangan Spanyol tersebut, Fati mencetak satu gol, menjadikannya sebagai pemain termuda Spanyol (17 tahun 31 hari) yang mampu membobol gawang lawan sekaligus mematahkan rekor yang telah bertahan selama 95 tahun atas nama Juan Errazquin (18 tahun 344 hari).

Usai laga, pujian pun bertebaran. Pelatih Spanyol, Luis Enrique, mengaku terkesan dan menyebutnya sebagai pemain hebat. Kedewasaannya, kata Enrique, melebihi usianya.

“Ketika kami memilih pemain untuk mengisi tempat di skuad Timnas Spanyol, saya dan tim pelatih sama sekali tidak melihat usia, tetapi itu bukan berarti kami akan memaklumi jika Ansu Fati tampil buruk dan melakukan banyak kesalahan,” ucap Luis Enrique.

“Ini bagian dari pembelajaran, tapi saya pikir rasa percaya diri yang dia miliki benar-benar tidak normal,” lanjutnya.

Sebelumnya, Ansu Fati menjalani debut untuk Timnas Spanyol ketika melawan Jerman (4/10/2020). Pada laga itu, ia juga tercatat sebagai pemain termuda kedua (17 tahun 308 hari)—setelah Angel Zubieta—yang menjalani debut bagi Spanyol.

Link streaming pertandingan UEFA Nations League: Ukraina vs Spanyol

Menemukan Sepakbola di Spanyol

Darah sepakbola mengalir di tubuh Ansu Fati dari ayahnya, Bori Fati, yang sempat menjadi pesepakbola di beberapa klub level bawah Portugal. Kala itu, kesulitan ekonomi membuat Bori hijrah dari Guinea-Bissau ke Portugal dan memutuskan untuk memboyong keluarganya.

Bori mendapat kabar mengenai pekerjaan untuk para imigran di Marinaleda, sebuah kotamadya di Spanyol. Sang ayah pun kemudian pindah dari Portugal ke Herrera, Sevilla.

Pada mulanya, Bori Fati tak mengetahui bakat besar yang dimiliki Ansu. Pada usia enam tahun, Ansu bertelanjang kaki untuk bermain sepak bola di klub setempat. Kabar mengenai kehebatan Ansu mulai menjalar di sudut-sudut kota. Dalam situasi ini, Direktur akademi Sevilla saat itu, Pablo Blanco, membawa Fati ke akademi klub.

Kehebatan dan bakat Ansu Fati pun tercium oleh dua klub raksasa Spanyol, Real Madrid dan Barcelona. Namun, Blaugrana bergerak lebih cepat dan langsung menawarkan kontrak kepada Fati. Pada 2012, Fati tergabung dengan akademi La Masia.

Ansu Fati si Pencetak Rekor

Perkembangan Ansu Fati bersama Barcelona muda terjadi begitu cepat. Tahun 2019 ia pun menandatangani kontrak profesional. Pada 31 Agustus 2019, Fati mencetak gol debut bagi Barcelona kala menahan imbang Osasuna 2-2. Golnya itu menjadikannya sebagai pencetak gol termuda Barca di tim senior (16 tahun 304 hari).

Kurang dari sebulan, tepatnya pada 14 September 2019, rekor lain diciptakan Fati. Ia menjadi pemain termuda dalam sejarah La Liga yang mencetak gol serta asis dalam satu pertandingan. Momen tersebut terjadi kala Barcelona mengalahkan Valencia 5-2 di Camp Nou. Saat itu usianya menginjak 16 tahun 318 hari.

Setelah bermain di beberapa pertandingan, chemistry antara Fati dengan para pemain senior pun mulai terbentuk. Lagi, pada 10 Desember 2019, Fati menorehkan rekor di ajang Liga Champions ketika mengalahkan Inter Milan. Dalam usia 17 tahun 40 hari, Fati menjadi pencetak gol termuda di ajang paling bergengsi sepakbola Eropa tersebut.

Bersama Barcelona musim lalu, Fati tampil dalam 33 pertandingan di seluruh ajang, mencetak delapan gol dan satu asis. Sedangkan bersama Timnas Spanyol senior, ia telah melakoni tiga laga di ajang UEFA Nations League dengan catatan satu gol dan satu asis.

Dengan segala kehebatannya, rekan Fati di Barca dan Spanyol, Sergio Busquets sempat memberikan wejangan. Ia berkata: “Kami mesti tenang bersamanya. Kami tahu kemampuan yang ia miliki. Ia adalah pemain yang luar biasa. Kami harus membiarkannya untuk menampilkan permainan dan memaksimalkan performa bagus yang sedang ia tunjukkan,” kata Busquets seperti dikutip Marca.

Di masa jeda internasional, Anda tidak akan kekurangan tontonan. Mola TV menayangkan pertandingan persahabatan, UEFA Nations League, dan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Pertandingan Ukraina vs Spanyol pada Rabu (14/10) pukul 01.45 WIB dapat Anda saksikan dengan mengeklik tautan ini.

Komentar