Alasan Bukayo Saka Pilih Timnas Inggris Ketimbang Nigeria

Cerita

by Hendi Abdurahman

Hendi Abdurahman

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Alasan Bukayo Saka Pilih Timnas Inggris Ketimbang Nigeria

Bukan tanpa alasan pelatih Tim Nasional Inggris, Gareth Southgate, memanggil Bukayo Saka ke skuad senior The Three Lions. Pemain berusia 19 tahun itu memikat sang pelatih berkat performa impresif di Arsenal. Ia menorehkan lima gol dan 12 asis bersama The Gunners sejauh ini.

Memulai karier sepakbola di Akademi Hale End, Saka menunjukkan perkembangan signifikan. Tak butuh waktu lama baginya untuk bisa merasakan atmosfer di kompetisi level teratas. Pada November 2018, Saka melakoni debut untuk tim senior Arsenal kala bersua Vorskla Poltava di ajang Europa League. Dalam laga itu, ia masuk menggantikan Aaron Ramsey pada menit 68.

Dua bulan berselang, Saka kembali menjalani pertandingan penting. Pada pekan 21 Premier League 2018/19 melawan Fulham, ia melakukan debut untuk Arsenal di ajang Liga Inggris. Dua momentum itu sangat esensial bagi Saka. Selain berakhir dengan kemenangan, tonggak kepercayaan kepadanya mulai terlihat meski usianya masih sangat muda.

Kini, Saka lagi-lagi di ambang debut. Bedanya, kali ini Saka berpeluang untuk melakoni laga perdana bersama Timnas Inggris arahan Southgate. Melihat jadwal The Three Lions yang cukup padat di sisa Oktober, kemungkinan itu kian besar. Selain menjalani pertandingan persahabatan melawan Wales, dua laga lainnya menanti di ajang UEFA Nations League menghadapi Belgia dan Denmark.

“Pada saat bermain untuk Arsenal, dia [Saka] sangat menarik. Dia berkembang sepanjang waktu, potensinya begitu tinggi, begitu pula kualitasnya. Semua orang mengatakan kepada saya bahwa dia sosok yang cerdas dan benar-benar anak yang berkepala dingin,” kata Southgate.

Link streaming pertandingan persahabatan Inggris vs Wales

Bukayo Saka: Timnas Inggris Miliki Masa Depan Cerah

Lahir di London pada 5 September 2001, Saka memiliki darah Nigeria dari kedua orang tuanya. Namun, alih-alih membela negara leluhurnya, Saka lebih memilih Inggris, tempat kelahirannya. Menurutnya, Timnas Inggris memiliki masa depan yang lebih cerah meski ia tidak menihilkan darah Nigeria yang mengalir di tubuhnya.

“Saya merasa sangat bangga dengan warisan Nigeria yang ada pada diri saya. Saya selalu menonton laga Nigeria di mana pun selama saya bisa, dan saya berharap yang terbaik untuk mereka dan mendukung mereka sepenuhnya,” ucap Saka kepada Sky Sports.

Kedua orang tua Saka merupakan imigran dari Nigeria yang pindah ke Inggris. Selain faktor keluarga yang terus mendukung untuk memperbaiki kehidupan lewat sepakbola, pelatih muda di Akademi Hale End, Freddie Ljungberg, menjadi salah satu sosok yang membuat Saka berkembang.

Pria asal Swedia tersebut memberi Saka pesan yang sangat diingatnya hingga kini. Selain dari sisi teknis, Ljungberg kerap menekankan para pemain muda, termasuk Saka, untuk terus bekerja keras dan rendah hati agar dapat mencapai level terbaik.

Pernyataan Ljungberg senada dengan pelatih Arsenal saat ini, Mikel Arteta. Eks asisten Pep Guardiola ketika di Man City itu menegaskan banyak faktor yang bisa memengaruhi pencapaian seorang pemain. Dan Saka, katanya, sudah selayaknya menikmati momentum indah, meski bisa jadi belum yang terbaik.

“Pertama-tama, nikmati momennya. Sepakbola memiliki beberapa momen yang sangat bagus dan beberapa momen sulit. Anda [Saka] melakukannya dengan sangat baik, maka nikmatilah. Akan tetapi, kemudian pahami perubahan ini dalam 24 atau 48 jam. Anda hidup pada kaki Anda sepanjang waktu, bersiaplah untuk bereaksi dan bertindak,” paparnya.

Dari 30 nama yang dipanggil Southgate untuk menjalani tiga pertandingan timnas Inggris sepanjang Oktober, Bukayo Saka menjadi pemain termuda (19 tahun). Bersama Harvey Barnes dan Dominic Calvert-Lewin, Saka berpeluang menjalani debut internasional dalam laga Inggris vs Wales, Kamis (8/10).

Saka mungkin sedang mengalami momen-momen terbaik di awal kariernya sebagai pesepakbola profesional. Sebagaimana nama Bukayo yang berarti “menambah kebahagiaan”, Saka kini menuju kebahagiaan lainnya. Peluang untuk menjalani debut bersama timnas Inggris kini di depan mata.

Di masa jeda internasional, Anda tidak akan kekurangan tontonan. Mola TV menayangkan pertandingan persahabatan, UEFA Nations League, dan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Pertandingan Inggris vs Wales pada Jumat (9/10) pukul 02.00 WIB dapat Anda saksikan dengan mengeklik tautan ini.

Komentar