Perjalanan Dudelange Mencapai Liga Europa

Cerita

by Reva Bagja Andriana

Reva Bagja Andriana

Ekonomi, Sepakbola dan Metal.

Perjalanan Dudelange Mencapai Liga Europa

Setelah Liga Champions menggelar matchday pertama, kini giliran Liga Europa yang menyajikan pertandingan-pertandingan pembuka. Kejuaraan nomor dua Eropa tersebut banyak diikuti kesebelasan-kesebelasan yang namanya asing di telinga. Di Grup F, AC Milan akan berhadapan dengan F91 Dudelange.

Dudelange adalah kesebelasan asal Luksemburg. Prestasinya di Eropa tidak mentereng. Paling banter, sebelum akhirnya lolos ke fase grup Liga Europa musim ini, mereka hanya mampu mencapai ronde ketiga babak kualifikasi Liga Champions.

Berasal dari kota yang hanya berpenduduk kurang dari 20 ribu di wilayah selatan Luksemburg, lolos ke putaran final Liga Europa menjadi prestasi tersendiri bagi Dudelange yang stadionnya saja hanya mampu menampung 2.558 penonton.

“Berhasil mencapai Liga Europa pada fase grup merupakan mimpi bagi kami,” ujar Dino Toppmoller, pelatih Dudelange, dikutip dari Pulse.

Klub yang didirikan pada 1991 ini dibentuk dengan meleburkan tiga klub lokal—Alliance Dudelange, Stade Dudelange, serta US Dudelange—menjadi satu.

Di Liga Luksemburg, Dudelange adalah salah satu kekuatan besar. Mereka 14 kali menjuarai divisi tertinggi, dan dengannya menjadi peraih gelar juara terbanyak kedua. Gelar juara musim lalulah yang membuat mereka berhak ikut babak kualifikasi Liga Champions.

Kekalahan di ronde pertama kualifikasi Liga Champions membuat Dudelange terlempar ke ronde kedua kualifikasi Liga Europa. Perjalanan mereka dari situ terhitung berat karena mengharuskan Dudelange berhadapan dengan klub yang memiliki kekuatan dan sejarah lumayan di level Eropa.

Setelah mengandaskan FC Drita di ronde kedua, Dudelange berhadapan dengan lawan-lawan yang lebih kuat: Legia Warsawa (juara bertahan Liga Polandia) di ronde ketiga dan CFR Cluj (juara bertahan Liga Rumania) di ronde berikutnya. Dudelange menyingkirkan Legia dengan agregat 4-3; Cluj 5-2.

“Hal tersebut bukan merupakan sebuah kejutan karena Dudelange berhak untuk berada pada fase [grup] ini setelah mengalahkan CFR Cluj dan Legia Warsawa. Saya tidak terkejut sama sekali. Di atas kertas kami lebih baik namun kami harus berhati-hati. Permainan akan dimulai dari awal hingga akhir,” ujar Gennaro Gattuso, pelatih Milan, dikutip dari L’Essentiel.

Dudelange sendiri diperkuat oleh pemain yang memiliki pengalaman bermain pada beberapa liga di Eropa. Mereka di antaranya adalah Marc-Andre Kruska (eks Borussia Dortmund), Stelvio (eks Braga), Yannick Kakoko (eks Bayern Munchen II), dan Edisson Jordanov (eks Hansa Rostock dan Borussia Dortmund II).

Bahkan mereka juga diperkuat oleh Milan Bisevac yang tentunya memiliki karier cukup sukses di Eropa. Paris Saint Germain, Lyon, serta Lazio menjadi klub yang pernah dibela oleh pemain yang berposisi sebagai bek tersebut. Setidaknya pemain-pemain berpengalaman tersebut mampu memberikan kekuatan bagi Dudelange.

Meski masih dipandang remeh pada kompetisi Liga Europa, perjuangan Dudelange serta kekuatan tim yang dimilikinya menjadi modal yang berharga. Semua itu akan diawali pada pertandingan pertama melawan Milan yang berlangsung di kandang mereka. Menarik jika bisa melihat sejauh mana Dudelange bisa berbicara pada kompetisi Liga Europa.

foto: pinsdaddy.com

Komentar