Duel Penawar Rindu bagi Griezmann dan Lacazette

Cerita

by Rio Pangestu

Rio Pangestu

Pembaca yang menulis.

Duel Penawar Rindu bagi Griezmann dan Lacazette

Alexandre Lacazette telah menjalani musim impresifnya bersama Olympique Lyonnais pada 2017. Penyerang asal Prancis tersebut total membukukan 37 gol dari 45 pertandingan yang dijalaninya bersama Lyon di semua ajang. Catatan golnya di musim 2016/17 itu lebih baik dibanding saat dirinya meraih gelar pencetak gol terbanyak Ligue 1 pada musim 2014/15, dengan total membukukan 31 gol.

Tak ayal, berkat kesuburannya dalam mencetak gol ditambah usianya yang masih muda, Lacazette mulai ramai diperbincangkan di bursa transfer musim panas 2017. Beberapa klub besar liga Eropa mulai menunjukkan minatnya untuk bisa mendatangkan tanda tangan Lacazette.

Liverpool, Arsenal, Manchester United, hingga Borrusia Dortmund saat itu bersaing untuk mendapatkannya. Tetapi, Lacazette hanya tertarik untuk bergabung dengan Atletico Madrid jika ia hengkang dari Lyon. Seperti dilansir dari Independent, alasannya tertarik untuk bergabung bersama Atletico adalah karena klub asal kota Madrid tersebut memiliki pelatih yang hebat, pendukung yang luar biasa, dan karena di sana ada Antoine Griezmann.

Griezmann adalah sahabatnya yang sudah bersama-sama dengan Lacazette sejak membela tim nasional Prancis U-19. Lacazette pun tak menampik bahwa Griezmann telah mengajaknya untuk pindah ke Atletico. “Antoine telah membujukku beberapa kali untuk datang [ke Atletico],” ujarnya.

Tak lama setelahnya, tepatnya pada Mei 2017, kabar bahwa Lacazette sudah mencapai kesepakatan secara lisan dengan Atletico datang dari Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas. “Lacazette sudah melakukan kesepakatan secara verbal dengan Atletico. Kami mengizinkan pemain kami melakukan komunikasi dengan Atletico. Tapi untuk masalah negosiasi harga, akan dilakukan sesuai dengan aturan kami,” sebutnya kepada Eurosport.

Ketika hasrat Lacazette untuk bisa satu tim dengan sahabatnya dalam waktu dekat akan segera terwujud, kabar buruk justru datang dari pihak Atletico Madrid. Klub berjuluk Los Rojiblancos tersebut gagal mendaratkan Lacazette karena mereka masih terikat hukuman yang diberikan oleh Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga, sejak bulan Juli 2016—sebuah hukuman yang melarang Atletico untuk melakukan kegiatan transfer pemain. Atletico mendapat hukuman ini karena pada 2007 dan 2014, mereka terbukti telah memperkerjakan seorang pemain di bawah umur yang mana hal tersebut dilarang oleh FIFA.

“Peraturan ini tidak adil karena akan menyebabkan kerusakan yang tak akan bisa diperbaiki di dalam tubuh klub,” ujar perwakilan klub Atletico Madrid kepada BBC.

Sudah barang tentu Lacazette sangat kecewa dengan adanya keputusan ini. Namun bukan hanya ia yang merasa kecewa, Griezmann pun kecewa.

“Ini sangat menyedihkan, karena ia [Lacazette] sangat ingin untuk bergabung bersama Atletico. Tapi inilah yang terjadi,” sesal Griezmann kepada ESPN.

Namun Griezmann tak ingin menutup kemungkinan agar suatu saat nanti Lacazette bisa berkostum Atletico. Ia melayangkan harapan untuk sahabatnya itu agar menjaga performa baiknya sehingga Atletico dapat melakukan penawaran kembali untuknya satu saat nanti.

“Aku berharap dia akan menunjukkan performa bagus di antara bulan September atau Desember. Kami akan datang melakukan penawaran kembali.”

Mengetahui harapannya untuk bergabung bersama Atletico pupus, Lacazette akhirnya melabuhkan pilihan kepada Arsenal. Pada Juli 2017, ia merampungkan proses kepindahannya tersebut; Lacazette ditebus Arsenal dari Lyon dengan harga 52,7 juta paun.

“Aku jelas sangat bahagia [bergabung dengan Arsenal], karena Arsenal adalah klub legendaris. Aku berterima kasih kepada Thierry Henry dan pemain Prancis lain yang pernah membela Arsenal, yang telah membuatku bermimpi untuk bermain di klub ini. Dan kini mimpi itu terpenuhi,” ungkapnya seperti dikutip dari The Guardian.

Dari Spanyol, Griezmann turut bersuka cita atas bergabungnya Lacazette bersama Arsenal. Melalui akun Twitter-nya, Griezmann saat itu mengucapkan selamat kepada Lacazette yang telah memiliki klub baru.

“Sangat bahagia untukmu, kawan,” ucap Griezmann. “Terima kasih sobat,” balas Lacazette.

Walau sudah memiliki klub baru, Lacazette ternyata masih tetap saja memendam hasratnya untuk bisa satu tim dengan Griezmann. Pada Oktober 2017, ketika rumor Griezmann akan bergabung ke Manchester United cukup kuat berhembus, Lacazette langsung meresponnya bahwa Griezmann akan diajaknya untuk gabung bersama Arsenal.

“Jika dia [Griezmann] berkunjung ke London, aku akan memintanya untuk bergabung bersama Arsenal. Kita berdua sangat bersahabat baik dengan menyenangkan. Kami punya nama panggilan untuk memanggil satu sama lain yaitu Griezzy dan Lacaz,” tuturnya.

Jika sebelumnya Griezmann yang membujuk Lacazette untuk bergabung dengan Atletico, kini giliran Lacazette yang membujuk Griezmann untuk bergabung dengan Arsenal.

Walau pada akhirnya bujukan mereka satu sama lain tidak ada yang berhasil, namun keduanya kali ini bisa bertemu—barangkali untuk melepas rindu—ketika Arsenal bertanding menghadapi Atletico Madrid di leg pertama semifinal Europa League, pada Jumat (27/4) dini hari.

Baik Griezmann maupun Lacazette saat ini sedang berada dalam kondisi bagus dan siap untuk bertanding—menjadi ujung tombak untuk klub masing-masing. Di kompetisi domestik musim ini, baik Griezmann atau Lacazette juga sama-sama produktif dalam mencetak gol. Sejauh ini, Griezmann sudah membukukan 19 gol untuk Atletico; Lacazette sudah mencetak 13 gol sejauh ini di musim pertamanya bersama Arsenal.

Dua orang yang bersahabat ini, mulanya saling mengenal satu sama lain karena sepakbola. Dan sepakbola juga yang akhirnya (kembali) mempertemukan mereka. Jika belum bisa berada di dalam ruang ganti yang sama, setidaknya saat ini mereka bisa berada di atas lapangan yang sama.

Komentar