Estadio Wanda Metropolitano Belum Terlalu Bersahabat bagi Atletico Madrid

Cerita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Estadio Wanda Metropolitano Belum Terlalu Bersahabat bagi Atletico Madrid

Estadio Wanda Metropilitano menjadi wajah baru Atletico Madrid di musim 2017/2018. Stadion berkapasitas 67.703 kursi itu resmi menjadi markas baru Los Roji Balncos menggantikan posisi Estadio Vicente Calderon.

Dibandingkan Calderon, Wanda Metropolitano terbilang jauh lebih megah nan mewah, selain karena kapasitas kursi yang lebih banyak, stadion yang kali pertama dibuka pada 1993 pun menyuguhkan berbagai fasilitas mewah yang membuatnya menjadi salah satu stadion paling futuristik di Eropa.

Salah satu kemewahan yang dimiliki Wanda Metropolitano itu adalah lampu LED pada atap stadion yang dapat mengubah warna stadion, mirip dengan Allianz Arena, markas dari Bayern Muenchen.

Segala kemewahan yang dimiliki Wanda Metropolitano, tak berlebihan juga bila stadion yang biaya renovasinya mencapai 240 juta euro itu membuat para suporter dan seluruh penggawa Atleti bergidik bangga.

Meski begitu, keangkeran Wanda Metropolitano masih belum terbukti. Total sudah lima pertandingan di semua ajang yang dilakoni Atletico di stadion tersebut. Dua laga pembuka di Wanda Metropolitano menghadapi Malaga dan Sevilla berhasil mereka menangkan. Optimisme para penggemar bahwa Wanda Metropolitano berhasil menyerap atmosfer dan keangkeran yang dimiliki Calderon.

Namun harapan tersebut harus di kubur dalam-dalam, terutama setelah Los Roji Blancos justru kesulitan meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir yang dimainkan di Wanda Metropolitano. Di mulai dengan pertandingan Liga Champions menghadapi Chelsea yang berlangsung pada 28 September lalu.

Tidak ada kesan berbeda yang dirasakan para penggemar ketika memasuki stadion tersebut, rona optimisme terpancar dari wajah mereka, terutama setelah melihat dua pertandingan awal Atleti di sana yang berbuah kemenangan.

Jadi tak berlebihan pula bila para suporter pun menaruh keyakinan bahwa Atleti bisa menumbangkan Chelsea, saat Wanda Metropolitano untuk kali pertama menggelar pertandingan Liga Champions.

Semua berjalan baik-baik saja selama 45 menit pertama, bahkan keyakinan bahwa Atleti bakal meraih kemenangan perdana Liga Champions mereka di Wanda Metropolitano bakal terwujud setelah Antoine Griezmann berhasil membawa Atleti unggul 1-0 melalui eksekusi penalti pada menit 40.

Skor 1-0 untuk keunggulan Los Roji Blancos pun bertahan hingga turun minum. Namun ketika pertandingan akan memasuki menit 60, ketegangan mulai dirasakan terlebih saat Alvaro Morata berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada menit 59.

Namun saat wasit meniup peluit akhir pertandingan, para suporter Atleti harus meninggalkan Wanda Metropolina dengan raut wajah kecewa, karena akhir pertandingan tak sesuai dengan ekspektasi awal.

Atleti mengakhiri laga dengan kekalahan tipis 1-2, gol telat Michy Batshuayi pada menit 94 memberikan Atleti kekalahan pertama di Wanda Metropolitano. Berkat kemenangan tersebut juga Chelsea mendaulat diri sebagai tim luar Spanyol pertama yang berhasil meraih kemenangan di Wanda Metropolitano.

Performa minor Atleti saat tampil di Wanda Metropolitani berlanjut saat mereka menjamu Barcelona di pekan ke-8 La Liga Spanyol. Pertandingan prestisius yang menyedot animo penonton yang luar biasa.

Tercatat 64 ribu lebih penonton memenuhi setiap sudut tribun penonton Wanda Metropolitano. Angka tersebut, terhitung menjadi jumlah penonton terbanyak yang pernah ditampung stadion tersebut sejak dibuka kembali pada 16 September 2017 itu.

Tingginya animo penonton yang didominasi oleh pendukungnya sendiri, tak banyak membantu Atleti untuk bisa meraih kemenangan atas Barcelona di Wanda Metropolitano. Saat menghadapi Barcelona, Atleti berhasil unggul lebih dulu melalui sepakan jarak jauh Saul Niguez di menit 21.

Namun Barcelona sukses menyamakan kedudukan melalui Luiz Suarez pada menit 82, skor imbang 1-1 bertahan hingga akhir laga, hasil tersebut membuat para suporter Atleti kembali pulang dengan kepala tertunduk.

Asa untuk memutus rekor tak pernah menang Atleti di Wanda Metropolitano dalam dua pertandingan sebelumnya pun hadir saat mereka menjamu Villareal, Minggu (29/10) dini hari WIB. Bila dibandingkan dengan Barcelona dan Chelsea sebagai lawan sebelumnya Atleti, di atas kertas Villareal seharusnya bisa dikalahkan Atleti.

Namun yang terjadi justru sebaliknya, Los Rojiblancos lagi-lagi harus puas mengakhiri pertandingan dengan skor imbang 1-1. Sempat memimpin lebih dulu melalui Angle Correa pada menit 61, yang mampu dibalas 20 menit kemudian oleh Carlos Bacca. Kembali, Wanda Metropolitano gagal menggelar pesta kemenangan.

Melihat tiga kegagalan Atleti meraih kemenangan dalam tiga laga kandangnya secara beruntun, ada sebuah fakta menarik bahwa mereka selalu gagal mempertahankan keunggulan.

Selain itu produktivitas Atleti dalam tiga pertandingan kandang terakhirnya pun menjadi sorotan, lantaran hanya satu gol saja yang berhasil diciptakan. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat mereka selalu gagal membalas, saat lawan berhasil menyamakan kedudukan atau bahkan berbalik unggul.

Selain itu, rata-rata gol yang bersarang ke gawang Jan Oblak pun terjadi di 10 menit akhir pertandingan. Tampak jelas bahwa ada penurunan konsentrasi yang dialami para penggawa Atleti di waktu krusial tersebut.

Kemudian melihat hasil tandang Atleti dalam tiga pertandingan terakhirnya pun bisa dibilang jauh lebih baik. Meski ada dua hasil imbang yang didapat saat jumpa Qarabag (Liga Champions) dan El Che (Copa del rey) namun setidaknya saat dijamu Celta Vigo di Estadio de Balaidos dalam lanjutan pertandingan La Liga pekan ke-9, Atleti berhasil meraih kemenangan tipis 2-1. Hasil tersebut menambah raihan kemenangan tandang mereka menjadi tiga. Sebelumnya, Atleti berhasil mengalahkan Las Palmas dan Athletic Bilbao dalam laga tandang.

***

Atleti akan kembali bermain di Wanda Metropolitano di Liga Champions saat mereka berhadapan dengan Qarabag. Melihat kualitas calon lawan mereka, di atas kertas seharusnya Atleti bisa mengakhiri rentetan hasil negatif mereka di Wanda Metropolitan. Namun sepakola merupakan olahraga yang penuh dengan kejutan.

Meski tidak terlalu diunggulkan Qarabag bisa menjadi batu sandungan bagi Atleti untuk meraih kembali kepercayaan diri mereka saat tampil di rumah barunya itu. Menarik tentunya untuk menyaksikan apa yang akan terjadi dalam pertandingan yang akan berlangsung pada hari Rabu (1/11) dini hari WIB itu.

Foto: The Sun

Komentar