Keretakan Hubungan Sissoko dan Pochettino

Cerita

by Muhammad Firza Richsan

Muhammad Firza Richsan

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Keretakan Hubungan Sissoko dan Pochettino

Didatangkan oleh Tottenham dari Newcastle United dengan mahar 30 juta paun di penghujung bursa transfer musim panas lalu, Moussa Sissoko gagal memenuhi ekspektasi publik White Hart Line. Namanya seolah tenggelam oleh kegemilangan gelandang-gelandang Tottenham lainnya seperti Dele Alli, Christian Eriksen, dan Moussa Dembele.

Walau gagal menyelamatkan Newcastle United dari degradasi, nama Sissoko tetap mencuat ketika ia bermain apik bersama timnas Prancis di pagelaran Piala Eropa 2016 lalu. Dipasang sebagai sayap kanan oleh Didier Deschamps, Sissoko tampil cemerlang dengan memperlihatkan kecepatan dan determinasinya. Walau gagal memberikan gol dan asis untuk Prancis, namun hal ini tidak menciutkan minat klub-klub besar seperti Real Madrid, Chelsea, Arsenal, dan Tottenham untuk memboyongnya.

Hingga akhirnya Tottenham-lah yang berhasil menggaet mantan pemain Toulouse ini di detik-detik terakhir bursa transfer musim panas lalu. Datang sebagai pemecah rekor transfer klub, Moussa Sissoko justru tampil jauh dari yang diharapkan. Hingga pekan ke-13, Sissoko baru tampil sebanyak enam kali bersama Tottenham dengan catatan empat kali sebagai starter, dan dua kali sebagai pemain pengganti.

Namun pada pekan ke-9 melawan Bournemouth, Sissoko membuat ulah dengan menyikut Harry Arter di pinggir lapangan. Keributan kecil pun terjadi, beruntung bagi Sissoko karena kejadian itu luput dari pandangan wasit dan ia pun dapat menyelesaikan pertandingan hingga selesai.

Walau demikian, akhirnya FA menjatuhi larangan 3 kali bermain untuk Sissoko setelah video rekaman menunjukkan ia dengan sengaja menyikut gelandang The Cherries tersebut. Sissoko pun harus absen di pertandingan melawan Liverpool, Leicester City, dan Arsenal.

Pada pertandingan melawan Chelsea lalu, Sissoko tidak diikutsertakan oleh Mauricio Pochettino, manajer Spurs, padahal dirinya sudah terbebas dari hukuman larangan bertanding. Tottenham pun kalah 2-1 pada pertandingan itu.

Disinggung mengenai tidak diikutsertakannya Sissoko pada pertandingan ini, Pochettino beranggapan bahwa sepakbola bukanlah selalu tentang uang, dan Sissoko tidak layak mendapatkan tempatnya di tim. Hubungan Pochettino dengan gelandang asal Prancis itu tampaknya mulai retak.

Pertengkaran Pocchetino dan Sissoko dimulai ketika Tottenham tersingkir dari ajang Liga Champions. Sissoko mengatakan bahwa alasan tersingkirnya Tottenham adalah karena menjalani laga kandang di Wembley. Hal inilah yang membuat Pochettino geram, dan menyuruh Sissoko untuk banyak membuktikannya di atas lapangan.

"Pemain harusnya tetap fokus pada permainan, dan berbicara di lapangan. Itu adalah hal yang paling penting," tutur Pochettino, mengutip dari HITC.

Selain itu, Pochettino juga mengatakan bahwa Sissoko perlu lebih banyak membuktikan kualitasnya. Karena ia hanya akan menentukan pemain lewat penampilan ketika bertanding maupun di sesi latihan, bukan karena harga pemain tersebut.

"Ini adalah tentang pemain yang lebih baik, dan mereka yang mampu menunjukkan di tempat latihan bahwa mereka lebih baik dari rekan setimnya, dan mereka layak untuk terlibat atau tidak dalam pertandingan. Menurut pendapat saya, saya perlu mengambil keputusan dan saya percaya bahwa pemain yang memulai dalam permainan [di hari Sabtu] dan para pemain yang berada di bangku cadangan layak untuk terlibat dalam permainan. Hanya itu saja," kata Pochettino seperti yang dilansir The Guardian.

"Ini bukanlah suatu kefrustasian bagi saya. Ini tentang sepak bola. Kita bisa melihat hal-hal sepakbola yang berbeda terjadi. Anda menandatangkan pemain dan kemudian Anda mengharapkan sesuatu, dan Anda tidak menemukan apa yang Anda harapkan ... Jika yang lain layak untuk terlibat, seperti mungkin [Georges-Kévin] Nkoudou atau Josh Onomah, atau [Vincent] Janssen, maka mengapa tidak? Hanya karena kita membayar uang [untuk seseorang], apakah mereka layak untuk bermain? Sissoko perlu bekerja keras dan menunjukkan di masa depan bahwa ia layak untuk berada di tim. "

Jika melihat apa yang dikatakan oleh Pochettino, sepertinya kita tidak akan melihat aksi-aksi dari Sissoko seperti yang ia tunjukkan di Piala Eropa lalu. Tetapi itu semua kembali kepada pemain 27 tahun tersebut. Apakah tetap ingin menyaksikan kembali rekan-rekannya dari bangku penonton, atau ikut berjuang merebut tempatnya di skuat Tottenham yang meramaikan bursa juara Liga Primer Inggris musim ini. Bagaimana Sissoko?

foto: mirror.co.uk

(frz)

Komentar