Peraturan Baru Liga Thailand Akan Buat Pemain Indonesia Memiliki Daya Tarik

Cerita

by Abrar Firdiansyah 88221

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Peraturan Baru Liga Thailand Akan Buat Pemain Indonesia Memiliki Daya Tarik

Sepakbola Asia, terutama Asia Tenggara, telah mengalami perkembangan yang cukup besar beberapa tahun terakhir. Tidak hanya dari keberadaan pemilik modal yang semakin banyak, tapi juga dari jumlah penonton di stadion yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dengan fakta tersebut, banyak kesebelasan Eropa mulai menjajaki Asia sebagai kawasan penetrasi mereka. Tidak hanya sumber dana yang mereka cari, tapi juga dukungan penonton. Tak heran, banyak kesebelasan Eropa mulai melirik Asia sebagai kawasan yang harus mereka kunjungi, utamanya saat mereka menggelar turnamen pra musim di musim panas.

Banyaknya penikmat sepakbola di Asia Tenggara rupanya juga menarik perhatian salah satu negara Asia Tenggara itu sendiri, Thailand. Belum cukup merajai persaingan dalam skala tim nasional, Thailand kini juga mengejar Asia Tenggara dalam cakupan daerah ekspansi liga mereka.

Ekspansi Liga Primer Thailand (LPT) ke Asia Tenggara dilakukan mereka dalam perubahan susunan kuota pemain asing. Susunan pemain asing yang sebelumnya menggunakan format 4+1 (empat pemain pemain asing bebas dan satu pemain asal Asia) kini diubah menjadi format 3+1+1 (tiga pemain asing bebas satu Asia dan satu Asia Tenggara).

Dengan perubahan format tersebut, Thailand disinyalir semakin tak terbendung untuk menjadikan diri mereka sebagai penguasa sepakbola di Asia Tenggara, yang rupanya telah menjadi target mereka sejak lama.

“Hari ini kami mengumumkan perubahan dalam struktur liga untuk menjadi pusat sepakbola di kawasan Asia Tenggara. Kami percaya bahwa setiap kesebelasan di Thailand seharusnya memiliki pemain asing asal negara ASEAN demi meningkatkan persepakbolaan Thailand dan juga nilai-nilai lain, seperti suporter dan sponsor,” ucap Somyot Poompanmoung, presiden federasi sepakbola Thailand.

Perubahan format ini tentu berimbas kepada pesepakbola Indonesia. Sebab, secara tidak langsung, perubahan format tersebut membuka pintu bagi pemain asal Indonesia untuk berkiprah di Thailand. Hanya saja, pertanyaan yang harus dijawab adalah, apakah hijrah ke Thailand merupakan memiliki jenjang karier yang baik bagi pemain Indonesia?

Kesempatan Bermain di Kompetisi Besar

Meski levelnya masih berada di bawah liga Jepang dan Korea, namun tak bisa dimungkiri Thailand memiliki kompetisi paling baik di Asia Tenggara, tak terkecuali Indonesia.

Mengatakan Thailand sebagai pemilik kompetisi kelas atas di Asia memang tak terlalu berlebihan. Melihat fakta bahwa mereka mendapatkan jatah tiga kesebelasan di kompetisi Liga Champions Asia menjadi bukti sahih bahwa mereka pantas disebut memiliki kompetisi terbaik di Asia Tenggara.

Kompetisi Thailand memang tak terus menerus menggeliat. Seperti halnya kompetisi sepakbola Indonesia, mereka juga pernah mengalami penurunan. Namun baiknya, Thailand mampu bangkit dengan begitu luar biasa setelah mengalami penurunan.

Bermain di liga Thailand pun bakal menjadi peluang yang baik bagi pemain sepakbola Indonesia untuk belajar bagaimana seharusnya pemain sepakbola profesional itu. Tidak hanya itu, kesempatan bermain di Liga Thailand setidaknya juga meningkatkan nama pesepakbola Indonesia, setidaknya untuk dilihat secara luas oleh masyarakat Asia Tenggara.

Kesempatan Dilirik Oleh Kesebelasan Eropa

Thailand sudah sejak lama dikenal sebagai gerbong untuk menuju daratan Eropa. Keberadaan para pemilik kesebelasan Eropa yang berasal dari Thailand, seperti Thaksin Shinawatra, diduga mempermudah pemain asal negeri Gajah Putih untuk masuk ke Eropa.

Anggapan tersebut memang tidak keliru. Tiga pemain, Teerasil Dangda, Suree Sukha, dan Kiatprawut Saiwaeo, bahkan sempat mendapatkan jatah trial di Manchester City saat Thaksin belum genap sebulan menjabat. Nepotisme yang dilakukan oleh Thaksin pada akhirnya tidak terjadi usai ketiganya dilepas City akibat masalah ijin kerja.

Namun, seiring revolusi yang mereka lakukan, pemain Thailand mulai mendapatkan pengakuan dari Eropa, yang disebut sebagai kiblat sepakbola. Beberapa pemain Thailand perlahan mulai mendapatkan kesempatan bermain di kesebelasan Eropa, seperti Teerasil yang mendapatkan kesempatan unjuk gigi di Almeria tahun lalu.

Menambah Kualitas Tim Nasional Indonesia

Bermain di luar negeri jelas menambah kepercayaan diri seorang pemain, termasuk pemain Indonesia. Beberapa pemain yang bermain di luar Indonesia dalam uji tanding melawan Malaysia beberapa waktu yang lalu mampu menunjukkan hal tersebut. T

iga pemain yang bermain di kesebelasan luar negeri, Irfan Bachdim, Andik Vermansah, dan Dedi Gusmawan menunjukkan bagaimana kompetisi luar tak hanya tempat untuk mencari uang, tapi juga tempat menempa diri untuk bermain lebih baik.

Jika hasil bermain di luar negeri dapat dilihat dari kualitas ketiganya di laga melawan Malaysia, pemain Indonesia sudah seharusnya mengambil kesempatan bermain di Thailand selagi ada kesempatan.

***

Aturan baru di Liga Primer Thailand jelas akan berpengaruh pada daya tarik para pemain Indonesia. Bukan tak mungkin kesebelasan Thailand akan berusaha menggaet para pemain terbaik kesebelasan Asia Tenggara, yang salah satunya adalah Indonesia. Karenanya jangan heran jika mulai bermunculan ketertarikan kesebelasan Thailand pada pemain berkualitas Indonesia.

Komentar